BANDA ACEH | SAGOE TV – Persiraja Banda Aceh kembali menelan kekalahan setelah takluk 1-2 dari Sumsel United pada pekan keempat Pegadaian Championship 2026/27. Dalam debutnya sebagai pelatih kepala, Muhammad Ridwan mengungkap salah satu persoalan yang masih dihadapi tim, yakni kepercayaan diri pemain yang belum pulih.
Persiraja kalah dalam laga di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Jumat malam, 2 Oktober 2026. Hasil tersebut membuat Laskar Rencong menelan empat kekalahan beruntun pada awal musim.
Namun, bagi Ridwan, persoalan Persiraja tidak hanya terletak pada hasil akhir. Ia melihat masih ada sejumlah aspek permainan yang harus dibenahi, terutama kepercayaan diri pemain saat tampil dalam pertandingan.
Persiraja sebenarnya menunjukkan perlawanan setelah bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-43. Faris Adit Saputra mendapat kartu merah setelah sebelumnya Tomi Darmawan membawa Sumsel United unggul 1-0 pada menit ke-29.
Ridwan merespons situasi tersebut dengan melakukan tiga pergantian pemain pada awal babak kedua. Aditya Angga Saputra, Wahyu Jati Nugroho, dan Djakaridja Traore Gillardinho Junior ditarik keluar. Ketiganya digantikan Daniel Henrique Parreiras Aleixo, Rangga Bolang, dan Muhammad Rafif Putra Adri.
Perubahan tersebut membuat Persiraja mampu memberikan tekanan meski bermain dengan 10 pemain. Jayus Hariono kemudian mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-60.
Persiraja bahkan mampu mempertahankan skor 1-1 hingga mendekati akhir pertandingan. Namun, Ikechukwu Kenneth Ngwoke mencetak gol pada menit ke-67 yang memastikan Sumsel United pulang dengan kemenangan 2-1.
Dalam evaluasinya seusai pertandingan, Muhammad Ridwan mengatakan para pemain sebenarnya menunjukkan semangat untuk bangkit. Ia mengaku sudah memberikan motivasi kepada pemain saat turun minum.
“Kita sampaikan bahwa bangsa ini, terutama di daerah ini, di kota ini, adalah para pejuang. Maka selayaknya kita berjuang seperti apa yang sudah diwariskan para pendahulu,” ujar Ridwan.
Menurut dia, pesan tersebut kemudian terlihat melalui perjuangan pemain di lapangan. “Anak-anak berjuang dengan sekuat tenaga. Kita bisa mencetak gol, kita bisa mengukir beberapa peluang yang bagus,” katanya.
Meski demikian, perjuangan tersebut belum mampu menghasilkan poin bagi Persiraja. “Kita masih juga belum bisa mendapatkan apa-apa,” ujar Ridwan.
Performa Latihan Dinilai Lebih Baik
Ridwan juga menyoroti koordinasi antarpemain ketika membangun serangan. Menurutnya, ada pemain yang sudah berada dalam posisi untuk menerima atau menguasai bola, tetapi pergerakan pemain lain belum selalu mendukung.
“Ada pemain yang sudah berada di posisi menguasai bola dan open ball, terus kemudian ada beberapa yang tidak melakukan larian. Nah, itu yang nantinya akan kita perbaiki,” katanya.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan apa yang diperlihatkan pemain saat menjalani latihan. “Di latihan mereka bisa memainkan sepak bola yang bagus. Tapi kalau saya bisa katakan, di latihan jauh lebih bagus daripada di pertandingan hari ini,” ujar Ridwan.
Menurut Ridwan, salah satu persoalan yang perlu segera dibenahi adalah mentalitas kepercayaan diri pemain saat pertandingan. “Kepercayaan diri para pemain itu belum balik,” katanya.
Ridwan juga menyinggung kecenderungan Persiraja yang ingin segera mencetak gol, tetapi justru kembali kebobolan. Gol Ngwoke pada menit ke-67 menjadi salah satu contoh situasi yang ingin diperbaikinya.
Dengan empat kekalahan beruntun dari Semen Padang, PSPS Pekanbaru, Persikad Depok, dan Sumsel United, Persiraja memiliki pekerjaan rumah untuk membenahi permainan sekaligus mengembalikan kepercayaan diri pemain.
Bagi Ridwan, perjuangan pemain setelah kehilangan satu pemain dan mampu menyamakan kedudukan menjadi modal penting. Namun, performa tersebut belum cukup jika tim masih kehilangan konsentrasi dan kepercayaan diri pada momen-momen penentu.
Pembenahan aspek tersebut menjadi pekerjaan Ridwan berikutnya agar Persiraja tidak kembali kehilangan poin setelah mampu memberikan perlawanan sepanjang pertandingan.




















