BANDA ACEH | SAGOE TV – Sidang Terbuka Wisuda Universitas Syiah Kuala ke-169 diwarnai suasana haru dan penuh refleksi. Dalam pidatonya, Rektor Mirza Tabrani mengajak para wisudawan untuk menghormati orangtua yang telah berjuang demi keberhasilan anak-anak mereka, Rabu (20/5/2026).
“Semua pengorbanan yang mereka berikan tidak akan pernah mampu kita balas. Oleh karena itu, jadikan ilmu yang telah saudara peroleh ini untuk berbakti dan menjadikan mereka bahagia dan bangga,” ujar Rektor Mirza.
Suasana emosional semakin terasa ketika Rektor meminta seluruh wisudawan memberikan tepuk tangan untuk ayah dan ibu mereka. Riuh tepuk tangan menggema di Pusat Kegiatan Akademik Prof. Dr. Dayan Dawood, MA, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan orangtua.
Dalam sambutannya, Rektor juga mengingatkan para lulusan bahwa mereka akan menghadapi dunia yang penuh tantangan dan ketidakpastian global. Konflik internasional, gangguan rantai pasok pangan dan energi, hingga kondisi ekonomi nasional menjadi tantangan yang harus dihadapi generasi muda saat ini.
“Dalam situasi seperti ini, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang semakin besar. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari persoalan masyarakat. Universitas harus hadir sebagai ruang lahirnya solusi, inovasi, dan harapan,” tegasnya.
Menurutnya, Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen memperkuat pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu implementasinya melalui program mahasiswa berdampak di Aceh yang melibatkan dosen dan mahasiswa turun langsung membantu masyarakat.
Program tersebut mencakup penguatan ekonomi warga hingga penerapan teknologi tepat guna, termasuk sistem pemurnian air berbasis panel surya yang mampu menghasilkan 2.000 liter air minum per hari bagi masyarakat pascabencana.
Pada wisuda kali ini, USK melepas 528 lulusan dari total 1.322 wisudawan periode Februari–April 2026. Sebanyak 397 lulusan di antaranya meraih predikat cumlaude. Dengan penambahan tersebut, jumlah alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri.
Wisuda ke-169 ini juga menjadi momentum awal kepemimpinan baru Mirza Tabrani untuk periode 2026–2031. Ia menegaskan komitmen universitas dalam memperkuat kolaborasi, riset, dan pengabdian masyarakat agar kampus hadir memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial dan ekonomi.
Menutup sambutannya, Rektor berpesan agar para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Kami berharap saudara tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja, penggerak masyarakat, dan agen perubahan,” pungkasnya.[]




















