TAMIANG | SAGOE TV — Puskesmas Pembantu (Pustu) Sekumur di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, kembali berfungsi setelah direvitalisasi untuk memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat. Fasilitas ini menjadi penting bagi warga Desa Sekumur berada cukup jauh dari Puskesmas Sekerak dengan kondisi akses jalan yang sulit, terlebih setelah terdampak banjir bandang pada akhir 2025.
Kondisi akses dan dampak bencana hidrometeorologi selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat Desa Sekumur dan wilayah sekitarnya. Bahkan, desa tersebut sempat terisolasi pascabencana.
Karena itu, keberadaan Pustu diharapkan dapat mendekatkan layanan kesehatan dasar kepada masyarakat. Dompet Dhuafa bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Dinas Kesehatan, dan mitra strategis lainnya merevitalisasi sekaligus meresmikan Pustu Sekumur pada Senin, 7 September 2026.
Pimpinan Dompet Dhuafa Aceh, Rizki Fauzan, mengatakan revitalisasi tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga penguatan sarana pelayanan melalui Antropometri Kit, kursi roda, bed pasien, lemari obat dan obat-obatan, tabung oksigen, serta kursi tunggu pasien. Dompet Dhuafa juga merencanakan pembangunan sumur bor tambahan khusus untuk Pustu Sekumur.
“Kehadiran Pustu Sekumur menjadi bagian dari ikhtiar Dompet Dhuafa untuk membantu masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan layak. Selain revitalisasi fasilitas, kami juga merencanakan pembangunan sumur bor tambahan yang diperuntukkan khusus bagi Pustu,” ujar Rizki Fauzan dalam keterangannya, Selasa, 8 September 2026.
Layanan Kesehatan untuk Warga
Usai peresmian, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Puskesmas Sekerak menggelar Aksi Layanan Sehat (ALS) yang melayani 35 pasien.
Pemeriksaan menemukan sejumlah keluhan seperti hipertensi, nyeri otot, nyeri sendi, nyeri punggung, gatal. Selain itu, ditemukan lima anak dengan indikasi cacingan.
Dompet Dhuafa juga menyalurkan 50 paket pangan bagi masyarakat dhuafa, dengan prioritas penerima lanjut usia dan janda.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan revitalisasi Pustu merupakan bagian dari upaya memperkuat kembali layanan kesehatan dasar di wilayah yang memiliki tantangan akses.
“Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, tetapi wujud komitmen untuk mendekatkan fasilitas kesehatan yang layak, nyaman, dan responsif bagi warga. Harapannya, Pustu ini dapat kembali berfungsi optimal dalam melayani ibu, anak, lansia, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengingatkan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun kembali.
“Pustu ini sudah kita rawat dan kita bangun kembali, jangan sampai setelah ada tidak dirawat. Mari kita rawat diri dan lingkungan kita. Mudah-mudahan ke depan Pustu ini juga dapat didukung dengan dokter yang menetap sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Mustakim, menyampaikan apresiasi atas dukungan Dompet Dhuafa yang telah hadir sejak awal masa bencana dan turut mendukung pemulihan layanan kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah hadir sejak awal bencana dan terus mendukung pemulihan kesehatan masyarakat di Aceh Tamiang. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi daerah, karena masih ada 18 Pustu lainnya yang belum direhabilitasi,” ujarnya.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita, dilanjutkan peninjauan fasilitas Pustu. Dukungan ini diharapkan menjadi bagian dari pemulihan jangka panjang agar layanan kesehatan dasar di Sekumur dapat kembali berjalan dan dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan.




















