BIREUEN | SAGOE TV — Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Islam Aceh (UIA) resmi menerjunkan 160 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 2026 bertajuk “UIA Seumeugleh”. Program ini difokuskan pada pendampingan warga terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh, khususnya Aceh Utara dan Bireuen.
Ketua LPM UIA, Malik Adharsyah, mengatakan KPM UIA 2026 akan berlangsung selama dua bulan, mulai 5 Februari hingga 5 April 2026. Hal tersebut disampaikannya saat pelepasan simbolis mahasiswa di halaman Masjid An Nabawy UIA Kampus Paya Lipah, Peusangan, Bireuen.
Menurut Malik, ratusan mahasiswa UIA akan disebar ke beberapa lokasi yang dinilai terdampak cukup parah. Lokasi tersebut meliputi Kecamatan Simpang Mamplam, Peusangan, Jangka, serta sejumlah wilayah di Aceh Utara.
“KPM kali ini kami angkat dengan tema UIA Seumeugleh sebagai bentuk komitmen kampus dalam aksi nyata pemulihan lingkungan dan sosial. Fokus utama kami adalah membantu masyarakat bangkit pascabencana banjir dan longsor,” ujar Malik dalam keterangannya, dikutip Ahad (8/2).
Ia menjelaskan, kegiatan KPM UIA 2026 tidak hanya berorientasi pada pemulihan infrastruktur skala kecil dan pembersihan fasilitas umum, tetapi juga menitikberatkan pada pendampingan masyarakat.
Pendampingan tersebut mencakup dukungan psikososial, bantuan administrasi desa, hingga penguatan literasi mitigasi bencana bagi warga setempat. Mahasiswa diharapkan dapat berperan aktif dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan.
Malik menambahkan, pemilihan lokasi KPM di Simpang Mamplam, Peusangan, Jangka, dan Aceh Utara didasarkan pada tingkat dampak bencana yang cukup signifikan. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan solusi akademik yang aplikatif.
“Kami ingin mahasiswa hadir sebagai pemberi solusi, bukan sekadar penonton. Pendampingan ini merupakan wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan,” ujarnya.
Program KPM UIA 2026 “UIA Seumeugleh” diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak banjir sebelum masa pengabdian berakhir pada April mendatang. []




















