• Tentang Kami
Saturday, January 24, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
KIRIM TULISAN
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • DATA BENCANA ACEH 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI

SAGOE TV by SAGOE TV
December 6, 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Reposisi dan Evaluasi Aceh di Dalam NKRI

Adnan Daud. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Adnan Daud

Dalam sejarah nusantara, Aceh memiliki posisi istimewa. Sebelum Indonesia berdiri sebagai sebuah negara, Aceh sudah hadir sebagai entitas politik yang kuat dan berdaulat melalui Kesultanan Aceh Darussalam. Pada abad ke-16 hingga ke-17, Aceh merupakan salah satu kekuatan regional terbesar di Asia Tenggara, disegani karena kemajuan perdagangan internasional, kemampuan militer, serta peran pentingnya dalam jaringan intelektual Islam.

BACA JUGA

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

Ketika Republik Indonesia lahir, Aceh mengambil pilihan strategis untuk bergabung dalam negara yang baru dibentuk. Dukungan Aceh pada masa awal kemerdekaan sangat besar, hingga wilayah ini dijuluki “daerah modal”, merujuk pada kontribusi politik, logistik, dan finansial Aceh terhadap konsolidasi republik muda yang bernama Indonesia. Dalam perspektif historis, banyak pihak menyebut bahwa tanpa dukungan Aceh, perjalanan awal negara ini mungkin tidak akan semulus itu.

Namun, perjalanan panjang Aceh dalam NKRI tidak selalu berjalan harmonis. Berbagai kajian akademik menunjukkan adanya periode ketegangan politik, konflik bersenjata, serta kesenjangan pembangunan yang cukup signifikan. Meskipun Aceh dikaruniai kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari minyak, gas, hasil hutan, hingga potensi laut, namun kesejahteraan masyarakatnya tidak selalu sebanding dengan kekayaan tersebut. Indikator sosial-ekonomi menunjukkan bahwa Aceh berkali-kali berada dalam kategori daerah tertinggal dan termiskin di Sumatera, baik dari sisi infrastruktur, pendidikan, maupun pertumbuhan ekonomi.

Fenomena banjir besar yang terus berulang dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi tanda serius mengenai kerusakan ekologis. Banyak laporan menunjukkan bahwa kawasan hutan Aceh mengalami degradasi yang signifikan akibat perambahan, pembalakan, dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali. Dampaknya bukan hanya pada hilangnya tutupan hutan, tetapi juga kerugian ekologis yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari banjir, longsor, hingga hilangnya mata pencaharian berbasis alam.

Baca Juga:  Kolonel Nav Sudaryanto Resmi Jabat Danlanud Sultan Iskandar Muda

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: ke mana sebenarnya kekayaan Aceh mengalir?
Pertanyaan ini bukan untuk menggugat keberadaan negara, melainkan untuk membuka ruang refleksi kritis mengenai tata kelola sumber daya, distribusi manfaat pembangunan, serta keadilan ekonomi dalam bingkai NKRI.

Dalam perspektif ilmu sosial, wajar ketika sebuah daerah dengan sejarah panjang kedaulatan dan sumber daya besar mempertanyakan kembali nilai manfaat kebersamaan dalam sebuah negara. Bukan dalam konteks memisahkan diri, tetapi dalam kerangka evaluasi: apakah hubungan pusat-daerah berjalan setara? Apakah pembangunan berpihak pada masyarakat lokal? Apakah eksploitasi sumber daya tercermin dalam kesejahteraan rakyat?

Bagi Aceh, pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting. Banyak kalangan menilai bahwa Aceh memerlukan reposisi. Baik dalam konteks kewenangan politik, ekonomi, maupun pengelolaan sumber daya alam, agar tidak terus terjebak dalam pola eksploitasi dan ketertinggalan. Bila kolonialisme masa lalu dilakukan oleh bangsa asing, maka bentuk eksploitasi modern seringkali terjadi melalui mekanisme internal yang kurang berkeadilan.

Pada akhirnya, refleksi atas perjalanan Aceh dalam bingkai NKRI bukanlah ajakan untuk konflik, melainkan sebuah upaya ilmiah untuk meninjau ulang hubungan pusat-daerah yang lebih sehat dan saling menguntungkan, lebih adil, dan lebih menghargai sejarah serta martabat masyarakat Aceh sendiri. Baik secara historis dan realitas sekarang Aceh adalah bagian penting dari Indonesia, tetapi Aceh juga memiliki hak untuk meminta hubungan kebangsaan yang lebih setara, berkeadilan, dan memberi manfaat nyata bagi rakyatnya.

“Jangan menunggu hingga orang Aceh merasa terluka dan berdarah kembali, lalu pemerintah pusat baru menyadari dan memohon permintaan maaf dengan mengumbar air mata seperti yang pernah terjadi di masa lalu.” []

Penulis adalah Diaspora Aceh yang bermukim di Denmark, dan bisa raih melalui email namuda@live.com

Tags: acehNKRIopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga
Opini

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

by Anna Rizatil
January 23, 2026
Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga
Opini

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

by Anna Rizatil
January 13, 2026
Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat
Opini

Gegara Aceh Merasa ‘Dicuekin’ Pusat

by SAGOE TV
January 11, 2026
H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga
Opini

H-1: Kampus, Keputusan, dan Percakapan yang Perlu Dijaga

by SAGOE TV
January 11, 2026
Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga
Opini

Mencari Putroe Phang dan Laksamana: Demi Tegaknya Qanun Syariat Islam di Aceh

by Anna Rizatil
January 7, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

January 23, 2026
Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

Perkuat Literasi Inklusif, UIN Ar-Raniry Latih Penggunaan Mushaf Braille

January 21, 2026
Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni-Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

Belajar dari Inisiatif Mandiri Seni–Budaya dalam Konteks Bencana di Sumatra

January 22, 2026
Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

Pemulihan atau Proyek? Catatan Kritis atas Program Pemulihan Kebudayaan Pascabencana di Sumatera

January 19, 2026
Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

Sebuah Kekalahan dalam Kemenangan

January 13, 2026
Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

Ilmu, Ruh, dan Adab: Paradigma Baru dalam Risalah Frikatifisasi Ilmu

January 23, 2026
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

January 22, 2026
Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

Akademisi Aceh Hadirkan Buku “Aceh 2026”, Menyemai Damai untuk Masa Depan

January 22, 2026
MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

MTsN 2 Banda Aceh Dorong Literasi, Targetkan Siswa Terbitkan Buku

January 21, 2026

EDITOR'S PICK

Pesan Muzakir Manaf saat Lantik Safwandi dan Muslem sebagai Bupati-Wabup Aceh Jaya

Pesan Muzakir Manaf saat Lantik Safwandi dan Muslem sebagai Bupati-Wabup Aceh Jaya

February 19, 2025
Aksi Mahasiswa dan Omnibus Law

Yang Lebih Penting dari Politik Adalah Kemanusiaan

March 24, 2025
Operasi Katarak Gratis di Aceh Utara, Wagub Serukan Peran Dunia Usaha dalam Aksi Sosial

Operasi Katarak Gratis di Aceh Utara, Wagub Serukan Peran Dunia Usaha dalam Aksi Sosial

May 8, 2025
Penjabat Gubernur Aceh Lantik 3 Pj Bupati dan Serahkan SK Perpanjangan Pj Wali Kota Langsa

Gubernur Aceh Lantik 3 Pj Bupati dan Serahkan SK Perpanjangan Pj Wali Kota Langsa

August 12, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.