BANDA ACEH | SAGOE TV – Satuan Tugas (Satgas) Posko Wilayah Aceh melaporkan progres signifikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) pascabencana banjir dan longsor di Aceh. Hingga kini, total Huntara yang direncanakan mencapai 16.294 unit, dengan sebagian besar telah memasuki tahap percepatan pembangunan, Rabu (28/1/2026).
Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan dari total tersebut sebanyak 3.248 unit Huntara telah selesai dibangun atau sekitar 19,9 persen, sementara 13.046 unit lainnya atau 80,1 persen masih dalam proses pengerjaan.
“Progres pembangunan terus bergerak di berbagai kabupaten/kota. Seluruh jajaran di lapangan bekerja keras agar target pembangunan dapat segera diselesaikan, mengingat masih banyak korban yang bertahan di lokasi pengungsian,” kata Safrizal.
Safrizal menyebutkan, hingga saat ini tercatat 12 kabupaten/kota mengajukan pembangunan Huntara, sementara 16 kabupaten/kota mengajukan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH).
Sejumlah daerah mencatatkan capaian pembangunan yang menonjol. Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan progres terbesar, dengan sekitar 1.000 unit Huntara telah selesai dan 1.600 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Disusul Aceh Utara dengan 829 unit selesai dan sekitar 3.400 unit masih dikerjakan. Sementara itu, Pidie Jaya telah menyelesaikan 222 unit, Aceh Tengah sebanyak 275 unit, serta Bener Meriah dengan 200 unit Huntara rampung dari total rencana pembangunan.
Untuk skema Dana Tunggu Hunian (DTH), Safrizal menjelaskan total penerima mencapai 8.047 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 KK telah menerima DTH, sedangkan sisanya masih dalam tahap finalisasi, terutama pada proses pembukaan rekening dan verifikasi lapangan.
Safrizal menegaskan pemerintah pusat terus bekerja ekstra guna memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, mulai dari pendataan, percepatan pembangunan Huntara, hingga penyaluran bantuan DTH.
“Kami terus melakukan koordinasi intensif agar pembangunan Huntara dan penyaluran DTH dapat segera tuntas, sehingga masyarakat terdampak memperoleh kepastian hunian dalam waktu dekat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) menyampaikan bahwa penanganan Huntara dan DTH di Aceh kini memasuki fase kritikal pemulihan. Oleh karena itu, percepatan difokuskan pada empat aspek utama, yakni percepatan pembangunan Huntara, penyelesaian DTH tanpa hambatan administratif, sinkronisasi data korban bencana, serta kepastian lokasi dan legalitas lahan.
Penyelesaian Huntara dinilai menjadi syarat penting dalam pengalihan rumah tangga terdampak menuju skema Hunian Tetap (Huntap) pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi berikutnya. []



















