• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Seminar Internasional FUF UIN Ar-Raniry Bahas Ekoteologi sebagai Respons Krisis Lingkungan Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
February 6, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seminar Internasional FUF UIN Ar-Raniry Bahas Ekoteologi sebagai Respons Krisis Lingkungan Aceh

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Ekoteologi dalam Perspektif Multidisipliner Ushuluddin” pada Kamis, 29 Januari 2026. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Ekoteologi dalam Perspektif Multidisipliner Ushuluddin” pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Ruang Rapat Rektor UIN Ar-Raniry. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai dan diikuti oleh dosen, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum dari berbagai latar belakang.

Seminar internasional ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry, Prof.  Muhammad Yasir Yusuf. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan solusi keilmuan atas persoalan krisis lingkungan yang semakin kompleks, terlebih Aceh dalam beberapa bulan terakhir kerap menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

BACA JUGA

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh

Hadir sebagai narasumber utama tamu internasional, Prof. Madya Dr. Abdul Hanis Bin Embong dari Universiti Malaysia Terengganu, yang memandang ekoteologi sebagai jembatan antara nilai-nilai teologis, kesadaran etis, dan tanggung jawab manusia terhadap keberlanjutan alam. Ia menekankan pentingnya penguatan kajian ayat-ayat Al-Qur’an melalui metodologi tafsir yang relevan dan kontekstual, agar pesan-pesan ekologis Al-Qur’an tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi mampu diwujudkan dalam sikap dan praksis kehidupan. Menurutnya, diskursus ekoteologi di lingkungan perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang lebih ramah lingkungan.

Dari kalangan pemateri internal, Prof. Lukman Hakim. menegaskan bahwa manusia sebagai khalīfatullāh fī al-arḍ dituntut menjaga sistem ekologi dalam paradigma tawāzun (keseimbangan). Ia menekankan bahwa manusia harus membangun harmoni dengan alam, karena ketika hukum-hukum alam (sunnatullah) diabaikan, maka alam akan “menjawab” melalui berbagai krisis ekologis. Oleh karena itu, perilaku ekosida harus dihentikan atas dasar kesadaran terhadap pesan-pesan ilahiyah.

Dr. Mawardi mengulas konsep perubahan iklim dalam perspektif Islam dengan menyoroti dimensi moral sebagai akar krisis lingkungan. Menurutnya, kerusakan alam tidak terlepas dari penyimpangan manusia dalam menyikapi anugerah Allah berupa energi, air, dan sumber daya alam lainnya. Nikmat tersebut semestinya direspons dengan rasa syukur, namun praktik eksploitasi berlebihan justru mencerminkan pengingkaran terhadap amanah sebagai khalifah, sebagaimana diperingatkan Allah dalam QS. Ar-Rūm ayat 41.

Sementara itu, Dr. Muhammad Zaini  menjelaskan bahwa Al-Qur’an memiliki pendekatan yang kuat dalam membangun kesadaran ekologis manusia. Pertama, melalui metode targhīb, yakni dorongan dan janji kebaikan bagi mereka yang memelihara lingkungan (QS. Ṣād: 27). Kedua, metode tarhīb, berupa ancaman bagi siapa saja yang melakukan kerusakan di muka bumi (QS. Al-Baqarah: 205).

Ia menambahkan bahwa Al-Qur’an juga menegaskan alam sebagai ruang hidup yang disediakan bagi seluruh makhluk (QS. Al-Baqarah: 29) dan sumber kenyamanan bagi manusia (QS. Luqmān: 20). Namun, kenyamanan tersebut hanya dapat terjaga apabila manusia mematuhi sunnatullah. Ketika hukum-hukum alam dilanggar, maka alam berpotensi berubah menjadi ruang yang tidak lagi ramah bagi kehidupan (QS. Ar-Rūm: 41).

Dari perspektif sosial dan kebijakan publik, Fatimahsyam, M.Si. menyoroti bencana ekologis sebagai akumulasi dari perusakan lingkungan, ketimpangan pembangunan, serta kegagalan negara dalam melindungi lingkungan hidup dan keselamatan rakyat. Ia menekankan bahwa pembiaran ekspansi perkebunan, aktivitas logging, serta lemahnya pengawasan Hak Guna Usaha (HGU) menjadi faktor struktural yang memperparah krisis ekologis.

Penguatan etika ekologis Islam juga disampaikan oleh Lazuardi Muhammad Latif, Ph.D. melalui penjelasan hadis Nabi Saw. yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad tentang perintah menanam tunas meskipun hari kiamat telah dekat. Hadis ini, menurutnya, mengajarkan optimisme, tanggung jawab, dan komitmen keberlanjutan, bahwa menjaga kehidupan tetap bernilai bahkan dalam kondisi paling genting sekalipun.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Prof. Salman Abdul Muthalib menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini dan antusiasme peserta. Ia berharap diskursus ekoteologi dapat terus dikembangkan sebagai kontribusi nyata Ushuluddin dalam menjawab tantangan global dan lokal. Seminar ini dipandu oleh moderator Musdawati, M.A., yang mengarahkan diskusi secara dinamis dan interaktif. []

Tags: AcehEkoteologilingkunganMakin Tahu IndonesiaSeminarUIN Ar-Raniry
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh
News

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

by SAGOE TV
September 4, 2026
BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh
News

BPMA dan TNI AD Perkuat Keamanan Hulu Migas Aceh

by SAGOE TV
September 4, 2026
Belajar Sebulan di Malaysia, 4 Mahasiswa Teknik Industri USK Ikuti Program Pertukaran
News

Belajar Sebulan di Malaysia, 4 Mahasiswa Teknik Industri USK Ikuti Program Pertukaran

by SAGOE TV
September 4, 2026
UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran
News

UTU Gandeng USK Percepat Pembukaan Fakultas Kedokteran

by SAGOE TV
September 4, 2026
Aceh Kirim Kafilah ke MTQN ke-31, Targetkan Prestasi Terbaik di Jawa Tengah
News

Aceh Kirim Kafilah ke MTQN ke-31, Targetkan Prestasi Terbaik di Jawa Tengah

by SAGOE TV
September 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

Dari Medan Menuju Banda Aceh Mendunia: Saatnya Kolaborasi Menjadi Jalan Baru Membangun Kota

July 6, 2026
Guru Besar FK USK Dianugerahi Excellence in Pain Management Award di UEA

Guru Besar FK USK Dianugerahi Excellence in Pain Management Award di UEA

April 15, 2025
Timnas Indonesia Satu Grup dengan Malaysia di ASEAN U-23 Championship 2025

Timnas Indonesia Satu Grup dengan Malaysia di ASEAN U-23 Championship 2025

May 30, 2025
Petani Aceh Besar Keluhkan Penurunan Harga Gabah

Petani Aceh Besar Keluhkan Penurunan Harga Gabah

February 11, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.