BANDA ACEH | SAGOE TV – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh memperingati milad ke-63 dengan menggelar zikir dan doa bersama di Masjid Fathun Qarib, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta sivitas akademika UIN Ar-Raniry.
Zikir dipimpin Ustaz H Jamhuri Ramli SQ MA, sedangkan doa bersama dipimpin Mudir Ma’had Jamiah UIN Ar-Raniry, Muhajirul Fadhli.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Mujiburrahman, mengatakan peringatan milad menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan UIN Ar-Raniry yang telah melewati berbagai fase selama 63 tahun.
“63 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kampus yang kita cintai ini telah berdiri kokoh melewati berbagai tantangan zaman dan bertransformasi dengan melahirkan puluhan ribu alumni, ribuan pemikir, ulama, birokrat, dan cendekiawan muslim,” ujarnya.
Menurut Mujiburrahman, keberlangsungan UIN Ar-Raniry tidak terlepas dari dedikasi para pendiri dan pimpinan sejak awal berdirinya institusi tersebut.
Karena itu, kata Mujiburrahman, zikir dan doa bersama yang digelar setiap 5 Oktober juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu UIN Ar-Raniry.
“Kita bersama-sama melakukan zikir dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga para almarhum pimpinan kita dilimpahkan pahala jariyah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai pendahulu dari lembaga ini,” katanya.
Mujiburrahman juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga dan mengembangkan UIN Ar-Raniry agar terus bertahan dan berkembang pada masa mendatang.
Ia mengatakan keberlanjutan kampus membutuhkan dedikasi dan kerja bersama seluruh sivitas akademika. “Saya mengajak kita bersama-sama bahu-membahu untuk mengelola, menjaga, merawat, dan memajukan UIN Ar-Raniry Banda Aceh sehingga pada waktunya nanti jasa dan pengabdian kita juga dikenal oleh generasi penerus,” ujarnya.
Kilas Balik Perjalanan UIN Ar-Raniry
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Rektor IAIN Ar-Raniry periode 2005-2009, Prof Yusny Saby, juga menyampaikan kilas balik perjalanan UIN Ar-Raniry.
Ia mengingatkan pentingnya mengenal sejarah almamater, termasuk momentum 2 September 1959 dan 2 September 1960 yang menjadi bagian dari sejarah perkembangan pendidikan tinggi di Aceh.
Menurutnya, perjalanan UIN Ar-Raniry perlu terus dijaga dan dikembangkan agar dapat memberi kontribusi bagi generasi mendatang.
“Deklarasi pernyataan resmi tumbuhnya, hidupnya, disemainya pendidikan tinggi di Aceh 2 September 1959,” ujarnya.
Selain zikir dan doa bersama, rangkaian milad ke-63 UIN Ar-Raniry akan diisi sejumlah kegiatan hingga November mendatang. Puncak milad dijadwalkan berlangsung pada 5 November 2026 melalui rapat senat terbuka.




















