SABANG | SAGOE TV – Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh resmi diterjunkan ke Kota Sabang untuk mengikuti program Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Membangun Desa (KPM-UMD) Kampung Inggris, Gelombang II 2026.
Selama 45 hari, para mahasiswa akan mengabdi di tiga gampong guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggris warga sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sektor pariwisata di Sabang.
Kedatangan peserta KPM-UMD diterima langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Sabang, Rinaldi Syahputra, di Aula Pulau Weh, Kantor Wali Kota Sabang, pada Selasa, 14 Juli 2026.
Wakil Rektor II UIN Ar-Raniry, Prof Khairuddin, mengatakan KPM-UMD ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembangunan berbasis kolaborasi, dimana perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, cerdas, inovatif, dan berdaya saing.
“ini salah satu program prioritas UIN Ar-Raniry selama kepemimpinan Rektor Prof Mujiburrahman, dengan SDM yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Pemko dan masyarakat, dan untuk meningkatkan kesejahtetaan masyarakat setempat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.
Khairuddin menyebut program ini berfokus pada kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat gampong untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satnya program Kampung Inggris yang dilaksanakan di Pulau Weh ini.
Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M) UIN Ar-Raniry, Dr Jarnawi, menyebutkan sebanyak 40 peserta dinyatakan lulus untuk mengikuti program KPM-UMD Kampung Inggris di Sabang tahun 2026, ini merupakan gelombang ke II tahun akademik 2026/2027.
“Mereka ditempatkan pada tiga gampong, Iboh, Kota Ateuh dan Balohan, pengabdiannya selama 45 hari, yaitu mulai 14 Juli hingga 27 Agustus 2026 mendatang,” katanya.
Jarnawi mengingatkan peserta KPM dapat menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika akademik, menghormati budaya masyarakat setempat, serta dapat menjalin komunikasi yang harmonis dengan pemerintah daerah dan aparatur gampong selama menjalankan program pengabdian.
“Mahasiswa hadir ke Kampung Inggris telah mempersiapkan berbagai program, namun juga mereka masih butuh banyak bimbingan dari tokoh masyarakat dan pemerintah setempat, sehingga program kolaborasi dengan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Asisten II Setdako Sabang, Rinaldi Syahputra, menyampaikan apresiasi kepada UIN Ar-Raniry atas kepercayaan menjadikan Sabang sebagai lokasi pelaksanaan KPM-UMD Kampung Inggris. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan kapasitas generasi muda.
“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan kewajiban akademik semata, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi, semangat kolaborasi, dan solusi terhadap berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris sebagai salah satu penunjang utama sektor pariwisata Kota Sabang,” tuturnya.
Rinaldi mengatakan sebagai destinasi wisata unggulan di ujung barat Indonesia, Sabang membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi bahasa asing agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Karena itu, kehadiran mahasiswa KPM-UMD Kampung Inggris diharapkan memberikan dampak nyata melalui kegiatan edukasi, pelatihan, hingga pemberdayaan masyarakat, juga dapat menjangkau berbagai gampong lainnya di sekitar,” ujarnya.




















