BANDA ACEH | SAGOE TV – Sebanyak 48 siswa kelas 4 SD IT Qur’ani mendapat pengalaman berbeda saat mengikuti outing class di Kantor Basarnas Banda Aceh, Rabu, 7 Oktober 2026. Mereka tidak hanya mengenal tugas tim Search and Rescue (SAR), tetapi juga mencoba perahu karet hingga flying fox sambil belajar pentingnya keselamatan sejak dini.
Bagi SD IT Qur’ani, kegiatan ini merupakan bagian dari program outing class. Namun bagi Basarnas, kunjungan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan pengetahuan keselamatan dan pekerjaan SAR kepada anak-anak melalui pengalaman langsung.
Setibanya di lingkungan kantor, para siswa diajak mengenal bagaimana informasi kedaruratan diterima, bagaimana rescuer berkomunikasi di lapangan, hingga pentingnya keselamatan saat berada di air dan ketinggian.
Kegiatan diawali dari ruang komunikasi. Di ruangan tersebut, para siswa diperkenalkan pada proses awal ketika informasi mengenai kondisi kedaruratan diterima sebelum diteruskan kepada unsur terkait untuk ditindaklanjuti.
Dari sana, siswa kemudian dikenalkan dengan Basarnas melalui tayangan video dan penjelasan mengenai tugas pencarian dan pertolongan. Mereka juga melihat secara langsung sejumlah alat komunikasi yang digunakan personel ketika melaksanakan tugas di lapangan.
Pengenalan berlanjut pada sejumlah peralatan yang terdapat di dalam rescue box. Petugas menjelaskan fungsi masing-masing peralatan sekaligus memberikan gambaran bahwa dalam operasi SAR, setiap perlengkapan dipilih sesuai kebutuhan dan kondisi yang dihadapi di lapangan.
Rasa ingin tahu siswa beberapa kali muncul selama kegiatan. Salah satunya ketika seorang siswa melihat bagian berbentuk seperti lorong pada tower dan bertanya mengenai fungsinya.
Pertanyaan sederhana lainnya muncul ketika petugas menanyakan alasan seragam Basarnas identik dengan warna oranye. Salah seorang siswa menjawab polos, “Karena memang warnanya oranye.”
Jawaban tersebut mengundang senyum, sebelum siswa kemudian dikenalkan bahwa warna yang mencolok juga membantu meningkatkan visibilitas personel saat bekerja di lapangan.
Setelah mengenal peralatan dan komunikasi, siswa diajak mengenal keselamatan di air. Secara bergantian, mereka berkesempatan menaiki perahu karet dengan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan helm. Mereka juga mencoba mendayung menggunakan paddle.
Pengalaman tersebut sekaligus menjadi pengenalan sederhana mengenai pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan sebelum melakukan aktivitas di air. Siswa juga mendapat gambaran mengenai penggunaan perahu karet sebagai salah satu sarana yang dapat mendukung kegiatan pencarian, pertolongan, dan evakuasi di wilayah perairan.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan flying fox. Dengan menggunakan perlengkapan keselamatan dan mengikuti arahan petugas, para siswa mencoba melewati lintasan satu per satu.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan secara sederhana pada tantangan yang dapat dihadapi personel SAR ketika bekerja di medan ketinggian. Pengalaman ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya keberanian, mengikuti instruksi, serta menggunakan perlengkapan keselamatan dengan benar.
Kepala Kantor Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, menyampaikan bahwa pengenalan SAR kepada anak-anak tidak hanya bertujuan memperkenalkan tugas Basarnas, tetapi juga membangun pemahaman mengenai keselamatan sejak usia dini.
“Harapannya, anak-anak tidak hanya mengenal Basarnas sebagai tim yang datang ketika terjadi musibah. Mereka juga memahami bahwa keselamatan perlu dipelajari dan dikenalkan sejak dini, termasuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Melalui kunjungan edukatif yang dilakukan oleh SD IT Qur’ani tersebut, Kantor Basarnas Banda Aceh berharap pengetahuan yang diperoleh siswa selama kunjungan dapat dibawa kembali ke lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Dengan demikian, pemahaman mengenai keselamatan dan pencarian serta pertolongan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diteruskan kepada lingkungan di sekitar mereka,” ujar Al Hussain.




















