LHOKSEUMAWE | SAGOE TV – Pemerintah Kota Lhokseumawe mempercepat pembangunan 66 unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana banjir hampir setahun lalu. Pembangunan dengan anggaran Rp15 miliar ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Project Manager pembangunan huntap, Muhammad Sahril, mengatakan 56 unit rumah dibangun di kawasan Padang Sakti. “10 unit di kawasan Kandang, Kecamatan Muara Dua. Total lahan untuk hunian di dua Lokasi sekitar empat hektare,” kata dia di lokasi pembangunan huntap Padang Sakti, Jumat (23/10/2026).
Menurut Sahril, pembangunan telah berlangsung sekitar satu bulan. Progres pekerjaan fisik mencapai tujuh persen dengan kebutuhan material panel sebanyak 30 persen. Material panel rumah diproduksi di bengkel kerja (workshop) di Binjai, Sumatera Utara.
Pelaksana proyek menargetkan pembangunan selesai paling cepat pada pertengahan Desember dan paling lambat akhir Desember 2026. Untuk mengejar target tersebut, pihak pelaksana menyesuaikan jadwal kerja dengan ketentuan dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Sahril menyebutkan, saat ini sekitar 30 pekerja terlibat dalam pembangunan dan dibagi menjadi tiga tim. Jumlah pekerja direncanakan bertambah seiring berlanjutnya pemasangan instalasi dan panel bangunan.
Sekitar 85 persen tenaga kerja berasal dari wilayah Aceh, terutama dari kawasan sekitar proyek, Aceh Utara, dan Bireuen.
Huntap yang dibangun merupakan rumah tipe 36 dengan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi lahan berkontur. Sejumlah bangunan dibuat lebih tinggi daripada jalan lingkungan untuk mengurangi risiko air masuk ke rumah saat terjadi genangan. “Ketinggian bangunan pada titik tertentu bisa sekitar 70 sentimeter, tetapi tidak semuanya sama karena mengikuti kontur lahan,” ujar Sahril.
Anggaran sekitar Rp15 miliar tersebut mencakup pembangunan rumah dan fasilitas pendukung, meliputi jalan lingkungan, lampu penerangan, drainase, penyediaan air bersih, serta balai warga. Selain itu, bangunan dirancang menggunakan konsep konstruksi tahan gempa.
Balai warga direncanakan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial masyarakat dan difungsikan sebagai musala bagi penghuni kawasan huntap.
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, mengatakan realisasi anggaran pasca bencana telah mencapai sekitar 41 persen. Dia optimistis serapan anggaran mencapai 100 persen pada akhir November 2026. “Saat ini, pekerjaan fisik mencapai 50-70 persen,” ujarnya. []




















