• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 22, Mati Bukan Soal Usia

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 21, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Dua ceramah sore dan malam ini, berkisah antara lain soal akhlak. Sore tadi, buka bersama Bandar Publishing, sekaligus peluncuran buku saya, Mengapa Bernegara Hukum? Bersama acara ini, ada ceramah menjelang berbuka dari salah seorang dosen Universitas Syiah Kuala, Ustadz Enzus Tinianus. Sepulang dari acara itu, saya shalat tarawih di masjid kampung, isi ceramahnya juga menyorot sekilas tentang akhlak.

Melaksanakan kegiatan apa pun, pasti membutuhkan persiapan. Bahkan menunggu datangnya bulan Puasa saja, kita mempersiapkan banyak hal, baik fisik, maupun mental. Orang tua kita, berbilang bulan sebelum masuknya bulan Puasa, sudah menyiapkan berbagai kebutuhan, antara lain bahan-bahan untuk masakan,

Saya membayangkan, begitulah cara orang tua kita dulu merindui bulan penuh rahmat ini. Dan ketika bulan ini disampai, kenyataannya direalisasikan dengan penuh bahagia. Ada peningkatan ibadah, seiring dengan berbagai persiapan dilakukan. Saya tidak tahu persis apakah ini bisa disebut sebagai bentuk dari cara orang-orang merindui Puasa sejak dari awal datangnya?

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Orang yang merasa sedang menunggu tamu agung, pasti sudah mempersiapkan diri. Orang yang menunggu begini, kekuatan yang digunakan terkesan melampaui dari kekuatan yang dimiliki. Dalam ceramah tarawih lainnya yang saya dengar, seorang teungku menyebut ada kekuatan tersembunyi dari orang-orang yang merindui Puasa. Penceramah bahkan membandingkan bagaimana orang-orang yang mampu duduk berjam-jam hanya dengan segelas kopi –atau malah kopi pancong, setengah gelas. Sementara banyak orang yang tidak tenang saat mendengar ceramah yang beberapa puluh menit saja.

Baca Juga:  Aceh Ramadhan Festival Masuk KEN 2026, Penutupan Dihadiri Mendagri Tito Karnavian

Bayangkanlah bagaimana orang yang mempersiapkan diri mampu ikut shalat malam dengan penuh bahagia. Orang-orang yang tidak mampu demikian, biasa jadi sedang ada masalah dalam dirinya. Satu kemungkinan karena masih belum sepenuhnya mampu meninggalkan kemungkaran, menjadi salah satu sebab tidak bisa menikmati saat beribadah.

Saya tidak ingin bercerita bagaimana substansi ceramah. Kondisi tampilan dari orang-orang yang ikut ceramah merupakan satu potret untuk melihat bagaimana orang seharusnya beribadah dengan penuh bahagia. Kesan lebih bahagia ini yang umumnya kita lihat dari mereka yang sudah berumur lebih tua.

Pertanyaan bisa saja dimunculkan. Apa yang Anda bayangkan ketika shalat, lalu di sekeliling kita berdiri orang-orang yang sudah berusia lanjut? Hal yang tampak, nyata, gerakan mereka yang tidak lagi lincah. Lalu orang-orang yang demikian biasanya menghiasi saf depan. Sedangkan kita, orang-orang yang masih muda, lebih memilih untuk berdiri dari saf belakang –atau sebagian malah berdiri di luar tidak ikut dalam shalat jamaah.

Barangkali orang muda berpikir waktunya masih panjang. Sebaliknya orang tua adalah mereka yang selalu menghitung seolah usia mereka sudah begitu dekat. Padahal belum tentu. Orang yang masih muda bisa finis hidupnya kapan saja, demikian juga yang sudah tua.

Hanya saja sangat berlebihan, sekiranya pada usia senja saja sudah tidak bergerak untuk memperbanyak perbuatan baik. Kelewatan kalau sudah berusia lanjut, tapi masih belum mau menegakkan yang makruf dan menjauhi yang mungkar.

Saya kira pikiran semacam itu, bisa lahir dan tertanam di benak siapa saja. Suatu waktu ketika shalat tarawih di kampung orang, saya pernah diapit oleh dua orang yang hampir uzur. Seorang mantan petinju, dan seorang lagi, pensiunan yang sudah bertongkat. Dua-duanya setiap malam ke masjid tanpa didampingi oleh anak atau cucunya.

Baca Juga:  Malam Puasa 24, Eksekusi Tanggung Jawab Sosial Ibadah Kita

Terus terang saya tidak bisa membandingkan seukuran siapa umur orang ini dengan orang tua-orang tua yang di kampung saya. Rasanya sudah sedikit orang yang tua di kampung-kampung. Tidak seperti di tempat saya tinggal kuliah. Saya mendapati banyak orang yang sudah berusia lanjut, namun juga masih sehat secara fisik –mudah-mudahan juga mentalnya.

Beberapa mbah, saya kenal. Bahkan di dekat masjid, ada seorang perempuan tua yang membantu berjualan tetangganya. Di jalan masuk lorong, seorang nenek membantu anaknya mengelola warung. Belum lagi sebuah pendidikan usia dini, juga nenek turut berperan langsung bersama anaknya.

Jika dibandingkan dengan orang tua di tempat lain, umur demikian sudah banyak tidak bisa berbuat apa-apa. Kemana-mana sudah dijaga. Pada umur segitu, memang sudah kembali seperti masa kecil, sudah banyak tidak bisa membedakan berbagai hal. Namun kenyataan di sini, justru banyak yang masih bisa berkomunikasi dengan normal. Pernah dalam angkutan kota, ada yang membawa bakul ke pasar. Sejumlah orang juga terlihat berbelanja. Luar biasa sekali.

Dengan kenyataan demikian, maka posisi saya yang diapit saat shalat suatu malam itu, sesungguhnya bukan sesuatu yang luar biasa, jika dilihat di sini. Namun jika saya bandingkan dengan kampung halaman, maka itu sungguh luar biasa. Dalam beberapa malam terakhir, saya menyaksikan dua orang ini selalu memilih saf depan. Walau ketika rukuk dan sujud bergerak pelan, ia melakukannya dengan maksimal. Begitu juga ketika bangun, ia juga berusaha keras. Ia malah tidak memakai fasilitas apapun yang boleh digunakan dalam shalat: sambil duduk, atau memakai kursi sekiranya lutut sudah kurang mampu. Tidak. Dua orang ini tidak memakainya. Dalam barisan depan, orang tua ini bertenaga persis seperti mereka yang masih muda. Setidaknya dilihat dari tenaga. Jika dilihat dalam hal yang lain, mungkin akan berbeda.

Baca Juga:  Malam Puasa 6, Merasakan Dunia Anak

Tenaga tua dan muda bisa dibandingkan. Namun ketika tenaga tua dan muda itu dipergunakan, tidak jarang, dalam hal yang saya sebut di atas, yang muda malah kalah jauh. Tidak sedikit mereka yang masih muda meninggalkan shalat begitu saja. Tak saja shalat jamaah, tak pula shalat sunat, bahkan ada yang tidak terbeban meninggalkan shalat wajib.

Untuk mengurai masalah ini, tak hanya mengurai masalah semangat. Dalam banyak hal, kita harus belajar banyak dari orang lain. Bulan ini seharusnya bisa menjadi momentum untuk memperbaiki diri secara total. Termasuk dalam hal menjaga konsistensi dan semangat yang berkobar. Jangan sampai semangat dan tenaga orang muda jauh lebih tertinggal dari mereka yang sudah lebih tua. Apalagi dari orang yang sudah tampak uzur. Bulan ini pula menjadi momentum, agar kita membiasakan diri untuk persiapan ibadah.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Jumat, 21 Puasa 1446, 21 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Norma Ketenagakerjaan Jadi Sorotan Wamenaker untuk Lindungi Pekerja

Norma Ketenagakerjaan Jadi Sorotan Wamenaker untuk Lindungi Pekerja

February 9, 2026
Komisi X DPR RI Ungkap Kendala Mendasar Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Utara

Komisi X DPR RI Ungkap Kendala Mendasar Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Utara

January 27, 2026
Rektor USK

SNPMB 2025 Resmi Diluncurkan, Rektor USK: Persiapkan Diri dengan Baik

December 13, 2024
Reuni Akbar dan Buka Puasa Bersama IKAMSA, Bupati Aceh Barat Kenang Masa Sekolah

Reuni Akbar dan Buka Puasa Bersama IKAMSA, Bupati Aceh Barat Kenang Masa Sekolah

March 22, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.