• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 25, Pentingnya Kerja Bersama

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 25, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
sulaiman tripa

Dr Sulaiman Tripa

Share on FacebookShare on Twitter

Kemarin saat mengadakan buka puasa bersama di meunasah, sejumlah hal dipersiapkan secara gotong royong. Kuah beulangong menjadi satu ciri khas penting dari kegiatan ini. Mempersiapkannya membutuhkan sejumlah tahapan. Bahkan sejak beberapa hari sebelumnya, sudah dipesan secara khusus bumbu. Pada hari pelaksanaan, sejak habis shubuh, lembu disiapkan. Tidak semua memiliki kemampuan untuk hal ini. Setelah daging terkumpul, lalu ia dipisah-pisahkan dan dipotong-potong. Kemudian dibersihkan dan dimasak oleh mereka yang memiliki keahlian khusus.

Semua yang dilakukan akan digunakan untuk buka bersama yang mengundang wakil warga dari sejumlah gampong sekitar. Gampong lain juga mengundang gampong, bagi yang melaksanakan buka puasa. Memang tidak semua gampong bisa melaksanakan, dengan alasan kondisi ekonomi masyarakat yang sulit. Untuk mengundang inilah, persiapan dilakukan sejak dari subuh.

Kegiatan semacam ini, yang menuntut kebersamaan, jelas tidak mungkin secara sederhana diukur menggunakan efektivitas dan efisiensi. Maksudnya harus dipilah sesuai konteks. Suatu waktu, saat sedang mengajar, saya mendapat pertanyaan: mengapa orang harus bekerja bersama untuk melakukan hal tertentu yang sesungguhnya dengan diupah lebih cepat selesai?

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Apalagi dalam masyarakat kita, terkenal dengan pameo, gotong royong, ladom duek, ladom dong. Kerja bersama, semacam gotong royong, sebagian yang kerja, yang lain ada yang duduk-duduk atau berdiri-berdiri saja.

Saya menangkap ada maksud lain yang lebih hebat. Kerja bersama sepertinya hanya sebagai media dan ruang untuk membuat orang-orang sekampung bisa bertemu dan bersosialisasi. Pada saat yang sama, berbagai internalisasi memungkinkan berlangsung. Di sinilah yang mahal. Tujuan akhir dari proses ini adalah menjaga keseimbangan.

Baca Juga:  Zakat Fitrah 2026 di Aceh Besar Ditetapkan 2,8 Kg Beras per Jiwa, Ini Ketentuannya

Hal lain, rasanya sudah tidak pada tempatnya memversuskan kampung dan kota. kadang-kadang di kota sudah lebih hebat rasa kebersamaannya ketimbang di kampung. Itu dalam makna konvensional. Berbeda dengan makna dalam ilmu pengetahuan, bahwa yang dimaksudkan kota terkait dengan nilai rasionalitas dan modernitas.

Saya memilih yang konvensional saja. Pengalaman lain, ketika saya menghadiri kegiatan gotong royong di tempat saya tinggal dalam rangka persiapan buka puasa bersama. Gotong royong biasa dilakukan dalam masyarakat. Untuk hal-hal yang membutuhkan kebersamaan, akan diselesaikan dengan kerja bersama tersebut. Dalam berbagai hal. Termasuk dalam hal mempersiapkan masakan yang akan digunakan untuk berbuka.

Mempersiapkan makanan semacam ini juga dilakukan oleh warga di tempat lain. Acara berbuka bersama selalu mengundang dari sejumlah kampung tetangga. Termasuk pimpinan dan warga kampung ini juga diundang oleh kampung lain. Bahkan ketika hari-hari terakhir puasa, pelaksanaan buka puasa bersama kadang dilaksanakan serentak beberapa tempat.

Menghadapi suasana demikian, biasanya pimpinan kampung yang diundang berusaha untuk membagi orang-orang yang akan hadir. Semua kampung diharapkan akan ada yang datang menghadiri. Secara sederhana, ketika menghadiri undangan orang, maka ketika mengundang juga akan dihadiri. Bagi orang-orang yang beranggapan nilai kebersamaan yang tadi, tidak bisa membayangkan ketika mengundang orang lain, namun mereka tidak datang. Orang yang datang dianggap sebagai suatu kehormatan, baik bagi tamu, juga bagi tuan rumah.

Inilah rumus kebersamaan. Datang ke tempat orang lain, pada saatnya orang lain itu akan datang ke tempat kita. pengalaman mendapatkan pengetahuan semacam ini juga tidak terjadi begitu saja. Tidak semua orang memahami kondisi semacam ini, apalagi mereka yang tidak pernah hidup di kampung.

Baca Juga:  Keindahan Ibadah Ramadhan di Masjid Jawa Bangkok

Satu pengalaman lagi yang saya dapat sewaktu saya menjalankan tugas tri darma. Menarik, karena saya dan beberapa teman harus kembali mengunjungi lapangan, mengunjungi orang di kampung, untuk melihat bagaimana masalah tertentu muncul di lapangan, dan bagaimana pula mereka yang mengalami masalah, menyelesaikan hal tersebut. Memang harus terkesan bahwa kita akan belajar kembali tentang satu wajah ilmu dalam masyarakat kita. Seperti sebuah laboratorium sosial yang luas, maka masyarakat menjadi pengisi dari laboratorium yang sebenarnya.

Untuk memahami bagaimana rumus bisa dipasang atau diukur kembali, maka selalu melihat laboratorium lapangan itu sangat penting. Kita tidak boleh berjarak untuk selalu melihat apa yang sesungguhnya berlangsung dalam masyarakat bawah. Kadangkala di luar dugaan kita, masyarakat bawah merupakan elemen yang banyak merasakan penderitaan namun mereka tidak semua mau dan mampu mengungkapkannya.

Dalam konteks bagaimana mereka merasakan dan menyelesaikan hal tersebut, merupakan hal yang harus dipelajari secara dekat. Melihat sumber masalah tidak bisa hanya dengan melihat dari jauh, berdiri dari satu titik dari jarak tertentu, lalu melihat masalah yang terjadi. Rumus demikian bisa saja dipandang objektif oleh satu pihak, namun tak tertutup kemungkinan, dipandang subjektif oleh pihak lainnya. Sebaliknya, mereka yang terlibat langsung untuk merasakan apa yang terjadi, juga bisa saja dipandang bukan jalan yang tepat. Pelibatan yang demikian dianggap bisa mempengaruhi objektivitasnya. Sampai di sini, perjalanan yang tak kalah rumit sesungguhnya adalah apakah ada yang namanya objektivitas itu?

Memandang dari titik tertentu atau turut terlibat di dalam berbagai aktivitas masyarakat, yang jelas turun ke lapangan merupakan langkah yang harus dilakukan. Masyarakat sebagai pihak yang menjadi sumber pengetahuan itu harus selalu dipandang sebagai pusatnya pengembangan ilmu. Seorang kolega saya, jauh-jauh hari sudah mengingatkan kami waktu itu, bahwa apa yang kita ketahui, pada dasarnya bersumber dari banyak orang lain. Dengan demikian, ketika kita menuliskannya menjadi buku berjilid-jilid, berwujud jurnal yang bervolume-volume, atau mengisahkannya di berbagai dokumentasi yang berepisode-episode, pada dasarnya kita hanya melanjutkan kisah, dari yang dikisahkan oleh banyak orang di sekeliling kita.

Baca Juga:  Dinamika Santri Generasi Alpha

Banyak orang kemudian mendapatkan gelar yang tinggi, mulai dari diploma hingga sarjana, mulai dari profesi sampai magister, dari doktor hingga mencapai profesor, baik guru kecil maupun guru besar, tidak bisa melepaskan diri dari sumber pengetahuan tersebut. Peta belajar dan pembelajaran seyogianya senantiasa bergerak dan menuntun semua orang untuk lebih bijaksana. Seperti ilmu padi, kita setelah semakin terisi seyogianya harus terus menunduk. Sebab yang terisi itu tak semua berdasarkan modal kita sendiri. Ada peran banyak orang lain di sekeliling kita, yang tidak boleh kita lupa. Ini masalah bagaimana nafsu kita kendalikan. Hanya orang-orang yang berhasil mengelola nafsunya yang memungkinkan dengan besar hati mengakui bahwa kita bukan sesiapa. Kita hanya mendapat titipan saja.

Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.

[es-te, Senin, 24 Puasa 1446, 24 Maret 2025]

Tags: ArtikelDr Sulaiman TripaGotong RoyongMalamPuasaRamadhan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Ulama dan Santri Aceh Harus Terlibat dalam Politik sebagai Kekuatan Moral

Ulama dan Santri Aceh Harus Terlibat dalam Politik sebagai Kekuatan Moral

May 15, 2025
Inovasi Pertanian di Aceh Tamiang, Petani Panen Padi Lebih Cepat Hanya 72 Hari

Inovasi Pertanian di Aceh Tamiang, Petani Panen Padi Lebih Cepat Hanya 72 Hari

November 7, 2025
Pemerintah Aceh Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025

Pemerintah Aceh Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025

June 1, 2025
Pelajar dan Komunitas di Aceh Dibekali Workshop Menulis Cerita Sastra dan Bahasa

Pelajar dan Komunitas di Aceh Dibekali Workshop Menulis Cerita Sastra dan Bahasa

September 29, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.