• Tentang Kami
Saturday, September 26, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Perjuangkan Nasib Nelayan Kecil, Akademisi USK Hadiri Forum Internasional di Srilangka

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
April 11, 2025
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perjuangkan Nasib Nelayan Kecil, Akademisi USK Hadiri Forum Internasional di Srilangka
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | BANDA ACEH – Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Adli Abdullah, baru-baru ini kembali dari sebuah forum internasional yang membahas perikanan skala kecil (small-scale fisheries) di Srilangka,. Forum tersebut diselenggarakan oleh International Collective Support Office Worker, bekerja sama dengan Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO).

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara, termasuk Eropa, Afrika, Amerika Latin, dan Asia. Mereka membahas penyusunan Guidelines for Small-Scale Fisheries, yaitu pedoman global yang bertujuan melindungi dan memperkuat posisi nelayan kecil di seluruh dunia. Diketahui bahwa lebih dari 90 persen sumber daya perikanan dunia dikelola oleh nelayan skala kecil.

BACA JUGA

MIN 5 Pidie Jaya Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam 3 Bulan

Jembatan Kuning Aceh Tenggara Kerap Diterjang Banjir, Kementerian PU Siapkan Flyover

Dalam forum tersebut, Adli hadir sebagai ilmuwan dari USK dan juga sebagai penasihat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI). Ia dikenal aktif dalam isu-isu kelautan sejak bergabung dengan organisasi Panglima Laut. Bersama sejumlah tokoh seperti Khalid Muhammad (WALHI), Riza Adamik, dan Zen Bazeber, Adli ikut menyuarakan kepentingan nelayan kecil di Indonesia.

“Nelayan skala kecil ini bukan semata-mata mencari untung, tetapi untuk penghidupan keluarga mereka. Karena itu, kebijakan negara harus pro terhadap kelompok ini,” ujar Adli dalam Podcast Sagoetv ditayangkan, Rabu, (09/04/2025).

Ia turut menyampaikan berbagai isu aktual yang dihadapi nelayan kecil Indonesia, mulai dari minimnya jaminan sosial, sulitnya akses pendidikan, hingga penangkapan nelayan di wilayah perbatasan. Salah satu isu yang diangkat adalah permasalahan nelayan Aceh yang tertangkap di wilayah perairan India, khususnya di sekitar Kepulauan Andaman dan Nikobar.

Dalam sesi khusus mengenai trans-border fisheries, Adli menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan terhadap nelayan Aceh yang memasuki wilayah India, bukan semata diperlakukan sebagai pelanggar hukum.

“Wilayah Aceh sangat dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar. Nelayan kita ke sana hanya butuh sehari perjalanan laut, sementara mereka ke daratan India butuh tiga hari. Kedekatan geografis dan sejarah budaya seharusnya menjadi dasar pendekatan kemanusiaan,” jelas Adli.

Dalam diskusi, Adli mendorong agar Pemerintah Aceh proaktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas India. Ia mengusulkan pendekatan people to people, kerja sama antara organisasi nelayan Aceh dan masyarakat nelayan di Andaman. Selain itu, pendekatan state to state (provinsi dengan provinsi), serta inisiasi bilateral antar negara juga perlu dilakukan.

“Pemerintah Aceh bisa mendekati Dubes India di Jakarta, lalu difasilitasi ke Kementerian Dalam Negeri India. Karena wilayah Andaman dan Nikobar adalah wilayah persatuan India yang langsung berada di bawah pemerintah pusat, bukan negara bagian seperti Tamil Nadu atau Kerala,” ujarnya.

Adli berharap inisiatif ini bisa mengurangi kasus penangkapan nelayan Aceh di wilayah India dan mencegah mereka harus mendekam di penjara bertahun-tahun hanya karena pelanggaran batas laut yang tidak disengaja.

“Jangan baru ramai-ramai di bandara ketika memulangkan nelayan setelah ditahan bertahun-tahun. Kita harus mulai bergerak sekarang, sebelum masalah terjadi. Mari lindungi nelayan kecil kita,” pungkasnya. []

 

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

MIN 5 Pidie Jaya Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam 3 Bulan
News

MIN 5 Pidie Jaya Ditargetkan Kembali Beroperasi dalam 3 Bulan

by SAGOE TV
September 26, 2026
Jembatan Kuning Aceh Tenggara Kerap Diterjang Banjir, Kementerian PU Siapkan Flyover
News

Jembatan Kuning Aceh Tenggara Kerap Diterjang Banjir, Kementerian PU Siapkan Flyover

by SAGOE TV
September 26, 2026
Arskal Salim Tekankan 5 Pilar Kampus Hadapi Gen Z dan Gen Alpha di UIA
News

Arskal Salim Tekankan 5 Pilar Kampus Hadapi Gen Z dan Gen Alpha di UIA

by SAGOE TV
September 26, 2026
21 Tahun Damai Aceh, Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA Serap Aspirasi Aceh Tenggara
News

21 Tahun Damai Aceh, Tim Kajian MoU Helsinki dan UUPA Serap Aspirasi Aceh Tenggara

by SAGOE TV
September 26, 2026
Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit
News

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

Pesan Rektor UIN Ar-Raniry kepada Kaprodi: Layani Mahasiswa, Jangan Persulit

September 25, 2026
UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

UIN Ar-Raniry Kukuhkan 9 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini 65 Orang

September 23, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026
Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

Sjamsul Kahar Berpulang, Pendiri Serambi Indonesia dan Tokoh Pers Aceh Tutup Usia 80 Tahun

September 24, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

FH USK Edukasi Hukum Pornografi bagi Siswa

September 23, 2026
Momentum Baru bagi Universitas Syiah Kuala: Menata Kembali Tempat Seni dalam Ekosistem Akademik

Literasi dan Apresiasi Seni: Menghidupkan yang Nyaris Terbiasa Dilupakan

March 27, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

September 15, 2026
Aceh Raih Peringkat Keempat MTQ Nasional 2026, Dek Fadh Beri Bonus Rp200 Juta untuk Kafilah

Aceh Tembus 4 Besar MTQ Nasional 2026, Ini Daftar Lengkap Para Juara

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Membuka Jalan Baru: Transformasi Pembangunan Aceh Menuju Kemandirian

Ide Inspirasi: ‘Hamil Bawa Berkah, Jurus Jitu Usir Kemiskinan!’

March 14, 2025
Kementan Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Sawah dan Kebun di Aceh, Mualem Manfaatkan Maksimal

Kementan Siapkan Rp2,5 Triliun untuk Pemulihan Sawah dan Kebun di Aceh, Mualem: Manfaatkan Maksimal

July 27, 2026
Krisis Apresiasi di Era Klik Ketika Akal Budi Terseret Algoritma

Krisis Apresiasi di Era Klik: Ketika Akal Budi Terseret Algoritma

May 22, 2025
63 Peneliti Bahas Masyarakat Hukum Adat di USK

63 Peneliti Bahas Masyarakat Hukum Adat di USK

August 24, 2022
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.