• Tentang Kami
Friday, November 6, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

22 Ribu Warga Aceh Alami Gangguan Jiwa, Instalasi Rehabilitasi Terpadu Diresmikan

SAGOE TV by SAGOE TV
April 16, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
22 Ribu Warga Aceh Alami Gangguan Jiwa, Instalasi Rehabilitasi Terpadu Diresmikan

Peresmian Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka milik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Rabu (16/4/2025). Foto: Adpim

Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV | ACEH BESAR – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh mencatat sedikitnya ada 22 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Aceh, dengan lebih dari 50 persen tergolong berat. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Hanif, pada peresmian Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka milik Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Rabu (16/4/2025).

Peresmian Instalasi Rehabilitasi Terpadu RSJ Aceh dilakukan Gubernur Aceh yang diwakili oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir. Dengan demikian, pusat rehabilitasi terpadu Kuta Malaka ini sebuah rumah baru bagi mereka yang selama ini hanya dikenal lewat stigma ‘tidak waras’.

BACA JUGA

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah

Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie

Meski Plt Sekda Aceh, M. Nasir, dan sejumlah pejabat lain hadir dalam peresmian, tapi sorotan utama bukanlah pejabat yang berbicara. Justru penampilan musikalisasi puisi dari para Polem_sebutan untuk mereka yang tengah direhabilitasi_ menjadi inti dari kisah hari itu. Dua orang tampil: satu sebagai ibu, satu lagi sebagai anak—anak yang sedang bergulat dengan luka kejiwaan.

Sang ibu adalah satu-satunya yang tak menyerah, satu-satunya yang tak pergi. Tapi waktu tak bisa diajak kompromi. Ia meninggal. Dan si anak—yang selama ini menggantungkan hidupnya pada kasih sang ibu—meronta dalam jerit pilu: “aku masih butuh ibu di sisiku. Kini tidak ada seorang pun yang mengharapkan kehadiranku, sungguh tidak ada, Ibu…” Dalam lirih, musik mengalun perlahan, diiringi dengan nyanyian Poma; sebuah lagu sedih yang dikarang Teungku Dibalee.

Tetamu yang hadir terdiam. Banyak yang menunduk. Musikalisasi itu tak sekadar seni. Ia menjadi jendela, mengintipkan realitas batin para penyintas kejiwaan yang kerap tak terdengar.

Namun tempat ini—Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka—hadir sebagai pelukan. Sebagai tempat yang menerima tanpa menghakimi, memeluk tanpa syarat, menghargai meski tanpa prestasi. Dalam ronta menangisi kematian ibunya, sang anak berujar: “aku akan selamanya berada di rumah sakit jiwa ini, tempat aku diterima dengan cinta, tempat aku dihargai tanpa dedikasi apa-apa.”

Hari itu, di Kuta Malaka, bukan hanya sebuah fasilitas yang diresmikan. Tapi juga harapan baru—bahwa tak ada jiwa yang terlalu rusak untuk dicintai, dan tak ada luka yang tak layak untuk dipulihkan.

Plt Sekda Aceh M Nasir menyampaikan bahwa kehadiran Instalasi Rehabilitasi Terpadu ini merupakan jawaban atas tantangan besar dalam penanganan pasca-rawat bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Pemerintah Aceh memandang bahwa kesehatan jiwa merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sektor kesehatan. Masa pasca-rawat justru menjadi fase krusial, karena banyak tantangan yang dihadapi oleh ODGJ dan keluarganya, termasuk stigma dari masyarakat dan kurangnya pemberdayaan,” ujarnya.

Nasir mengatakan jika apa yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa ini adalah ladang amal, di mana pemerintah membangun tempat untuk membina dan melatih para ODGJ. “Terima kasih inovasinya Pak Kepala Rumah Sakit Jiwa Aceh. Saya harap Kepala SKPA lain bisa turun tangan membantu menjalankan program dari apa yang telah dibangun ini.”

Menurutnya, apa yang telah dilakukan RSJ ini adalah upaya memanusiakan manusia. Mereka dicoba tangani, sembuhkan dan diharapkan bisa diterima kembali di tengah-tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Nasir mengatakan jika instalasi rehabilitasi ini akan menjadi pusat pelayanan yang tidak hanya fokus pada terapi medis, tetapi juga pemulihan psikososial, pengembangan keterampilan, dan peningkatan kemandirian pasien.

“Kehadiran instalasi ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam menyediakan pelayanan kesehatan jiwa yang manusiawi dan berorientasi pada pemulihan menyeluruh,” ujarnya.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Aceh, dr. Hanif, menjelaskan bahwa lahan seluas 26 hektar milik RSJ Aceh yang semula direncanakan sebagai pusat layanan rumah sakit, kini difokuskan sebagai pusat rehabilitasi terpadu sesuai RPJM 2025–2030.

“Awalnya ini dirancang sebagai rumah sakit umum untuk layanan kesehatan jiwa. Tapi sekarang diarahkan menjadi tempat rehabilitasi terpadu. Selain ODGJ yang sudah sembuh klinis, nanti korban Napza juga akan direhabilitasi di sini,” kata Hanif.

Ia menuturkan bahwa sejumlah instansi telah memberikan dukungan dalam pengembangan fasilitas ini. “Kami dibantu beberapa SKPA. Misalnya, Dinas Pertanian memberikan traktor, Dinas Peternakan dan Energi memberikan lampu penerangan dan bibit tanaman. Pasien kami tanam sayur, hasilnya mereka jual. Uangnya mereka pakai untuk belanja ke rumah sakit, minum kopi, beli baju. Ini bentuk pemberdayaan nyata,” ujarnya.

Namun, Hanif juga mengakui bahwa tantangan dalam merawat ODGJ masih besar, terutama karena stigma sosial dan keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kadang orang tua mereka sudah meninggal, dan keluarga tidak sanggup merawat. Bahkan, ada anggapan bahwa kehadiran mereka mengganggu ketenangan kampung. Kami merasa bahwa kami lah yang harus menjaga mereka,” ucapnya.

Ia menyebutkan, data RSJ Aceh menunjukkan terdapat sekitar 22 ribu kasus gangguan jiwa di Aceh, dengan lebih dari 50 persen tergolong berat. Hal ini menjadi dasar pentingnya pusat rehabilitasi seperti di Kuta Malaka.

“Standar minimal pelayanan 100 persen wajib dipenuhi. Kami sadar fasilitas di kabupaten/kota masih terbatas. Karena itu, kami sampaikan kepada bupati dan wali kota, kalau dibutuhkan, kami siap membantu,” kata Hanif.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap program eliminasi pasung yang dicanangkan pemerintah. Di mana ditargetkan eliminasi pasung bisa tuntas di tahun 2025. “Tolong bantu para Polem-polem ini agar bisa sembuh dan hidup mandiri,” ujarnya. []

Tags: AcehGangguan JiwaODGJPemerintah AcehRSJ
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah
News

Resmikan Fakultas Kedokteran UIN Ar-Raniry, Wamenag Dorong Beasiswa Dokter bagi Putra Daerah

by SAGOE TV
November 5, 2026
Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie, Dengarkan Aspirasi Keluarga
News

Wagub Aceh dan Kapolda Jenguk Korban Insiden Bendera di Pidie

by SAGOE TV
November 5, 2026
Yusril Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UIN Ar-Raniry, Wagub Aceh Singgung Revisi UUPA
News

Yusril Terima Gelar Doktor Kehormatan dari UIN Ar-Raniry, Wagub Aceh Singgung Revisi UUPA

by SAGOE TV
November 5, 2026
Mualem-Dek Fadh Minta Pusat Tuntaskan Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Blang Padang
News

Warga Meninggal dalam Insiden di Tiro Pidie, Ini Respons Mualem-Dek Fadh

by SAGOE TV
November 5, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas
News

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

by SAGOE TV
November 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

Komite MIN 13 Aceh Besar Diminta Hadirkan Generasi Sehat

November 4, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Melihat Indigenous Knowledge Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

Melihat Indigenous Knowledge: Menjelajah Jejak Keuneunong Aceh dan Kalender Aborigin Australia

November 4, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

Mualem Temui Prabowo, Dana Otsus hingga Persoalan Bendera Aceh Dibahas

November 4, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026
Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

Seungue Lam Kayee, Film Sineas Aceh tentang Ingatan dan Kehilangan Pascabanjir

November 5, 2026

EDITOR'S PICK

1 Muharram 1447 H Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Kemenag Aceh

Aceh Peringati 21 Tahun Tsunami, Doa Bersama Juga Dipanjatkan untuk Korban Banjir dan Longsor

December 25, 2025
Satgas: 16.294 Huntara di Aceh Dikebut, 3.248 Unit Telah Selesai

Satgas: 16.294 Huntara di Aceh Dikebut, 3.248 Unit Telah Selesai

January 28, 2026
Kajati Aceh yang Baru Silaturahmi dengan Gubernur dan Wagub

Kajati Aceh yang Baru Silaturahmi dengan Gubernur dan Wagub

April 25, 2025
USK Dukung Penuh Program Magang Nasional 2026, Siap Bantu Tekan Pengangguran di Aceh

USK Dukung Penuh Program Magang Nasional 2026, Siap Bantu Tekan Pengangguran di Aceh

July 2, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.