• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh

Mustafa Marwidin by Mustafa Marwidin
June 29, 2025
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ngopi Bareng Tokoh GAM dan Intel, Kisah di Tengah Konflik Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

SAGOETV| BANDA ACEH  – Masa konflik Aceh bukan hanya dipenuhi ketegangan dan kecurigaan. Di sela bayang-bayang operasi militer dan patroli aparat, secangkir kopi sering menjadi jembatan antara dua pihak yang saling mengamati. Hal itu dirasakan langsung oleh Muhammad Awal , tokoh penggerak komunitas sepeda Aceh Basic Community (ABC), yang kini menjabat Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam.

“Waktu itu kita sering ngumpul di warung kopi, baik di Ulee Kareng maupun Canai Mama. Sering juga duduk satu meja sama aparat, bahkan intel. Kita ngopi bareng sambil diskusi. Mereka tahu kita anak-anak muda yang aktif dan punya semangat positif, bukan bagian dari gerakan apa-apa,” kata Muhammad Awal dalam Podcast Sagoetv, ditayangkan Jum’at (27/06/2025) dipandu langsung Dr Mukhlisuddin Ilyas, M.Pd, CEO Sagoetv.

BACA JUGA

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

Di tengah masa konflik Aceh yang belum sepenuhnya reda pascatsunami 2004, Muhammad Awal atau yang akrab disapa Bang Awal, mengalami momen tak terlupakan: duduk ngopi semeja dengan aparat intelijen di sebuah warung kopi kecil di Aceh Jaya.

“Waktu itu saya masih relawan. Datang ke desa bawa data, bawa semangat, bukan bawa misi politik. Tapi tetap saja setiap gerak-gerik kami diawasi,” kenang Bang Awal.

Suatu sore, setelah seharian mengumpulkan data titik pengungsian, ia mampir ke sebuah warung untuk melepas penat. Di meja sebelah, duduk dua orang tak dikenal yang tampak mengamati gerak-geriknya. Tak lama, salah satu dari mereka memanggilnya.

“Duduk sini, Dek. Ngopi bareng kami,” kata salah satu pria tersebut, yang belakangan diketahui adalah intel.

Baca Juga:  Delegasi Kedubes Selandia Baru Kunjungi Aceh

Dengan sedikit canggung namun tetap tenang, Bang Awal duduk dan menerima ajakan itu. Ia paham betul bahwa saat itu, setiap pendatang—apalagi yang membawa peta, GPS, dan kamera—pasti dianggap mencurigakan.

“Saya jujur saja. Saya relawan dari UI, bukan LSM asing, bukan wartawan. Cuma anak Mapala yang ingin bantu masyarakat,” tuturnya.

Obrolan mereka awalnya kaku, penuh tanya. Tapi secangkir kopi mampu mencairkan suasana. Mereka akhirnya berbicara soal kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, dan bahkan soal keluarga. Tak disangka, kedua intel itu justru memberinya info penting tentang desa-desa yang masih terisolasi.

“Yang menarik, mereka ternyata juga prihatin. Mereka bilang: ‘Kami juga lelah, Bang. Tapi tugas tetap tugas’. Di situlah saya sadar, kadang di balik seragam dan kecurigaan, ada juga kemanusiaan,” ujarnya.

Momen itu menjadi titik balik bagi Bang Awal dalam memaknai kerja kemanusiaan di wilayah konflik. Ia belajar bahwa kadang, perjuangan tak melulu harus lewat aksi besar—tapi cukup lewat secangkir kopi, dan hati yang terbuka.

Hadirkan Komunitas 

Komunitas sepeda ini awalnya hanya beranggotakan anak-anak muda perantauan yang tinggal di Banda Aceh, seperti dari Jakarta, Bandung, Medan, hingga beberapa aktivis lokal. Mereka rutin bersepeda setiap akhir pekan, menyusuri jalur-jalur eksotis seperti Mata Ie, Lambade, hingga Pucok Krueng.

“Waktu itu kita sepakat membentuk komunitas. Namanya Aceh Basic Community. Misi awalnya sederhana—mensepedakan Banda Aceh. Dulu belum banyak orang bersepeda. Kebanyakan cuma bapak-bapak naik sepeda ontel ke kebun,” ujarnya.

Seiring waktu, komunitas ini berkembang dan dilibatkan dalam banyak kegiatan, termasuk kerja sama dengan NGO dan instansi pemerintah. Bahkan, ABC pernah menggelar event besar funbike siaga bencana bersama BRR dan TDRMC. Salah satu yang berkesan, kata Bang Awal, adalah keikutsertaan mantan Kepala BRR, Kuntoro Mangkusubroto.

Baca Juga:  Dishub Aceh Perketat Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan Umum Jelang Mudik Lebaran

Tak berhenti di situ, komunitas ini juga melahirkan atlet-atlet sepeda downhill berbakat dari daerah, salah satunya dari Takengon yang sempat masuk peringkat delapan nasional.

“Sempat kami diminta ISI (Ikatan Sepeda Indonesia) untuk mengirim atlet ke PON. Sayangnya, karena keterbatasan anggaran dan miskomunikasi, pembinaan kurang maksimal. Akhirnya banyak talenta Aceh diambil provinsi lain,” ungkapnya.

Kini, Bang Awal mengabdikan diri sebagai Direktur Yayasan IDEP Selaras Alam yang berbasis di Bali. Yayasan ini memperkenalkan konsep permakultur atau pertanian berkelanjutan dan budaya lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kami punya prinsip peduli bumi, peduli sesama, dan berbagi secara adil. Aceh punya potensi luar biasa. Dari kopi, padi, jagung, sampai sumber daya manusia. Kalau semua dikelola dengan benar dan tak bergantung dari luar, saya yakin Aceh bisa jadi provinsi mandiri dan maju,” katanya.

Meski kini menetap di Bali, Bang Awal tetap menyimpan harapan besar untuk Aceh. “Saya ingin kembali membawa program IDEP ke Aceh. Ini tanah yang subur dan kaya budaya. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan bijak dan lestari.” []

Untuk lebih lengkap simak link berikut ini :

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Mustafa Marwidin

Mustafa Marwidin

Sarjana Komunikasi UIN Ar-Raniry dan Jurnalis sagoetv.com

Related Posts

Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite
News

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

by SAGOE TV
May 1, 2026
Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis
News

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

by SAGOE TV
May 1, 2026
Realisasi APBA Capai Rp5,5 Triliun per Agustus 2025, Pemerintah Aceh Optimistis Target Tercapai
News

Rp2,7 Triliun Terserap! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen hingga April

by SAGOE TV
May 1, 2026
Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana
News

Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

by SAGOE TV
May 1, 2026
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni
News

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

by SAGOE TV
May 1, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

137 Santri Dayah Insan Qurani Diwisuda: 39 Orang Khatam 30 Juz, 4 Raih Syahadah Tahfiz

137 Santri Dayah Insan Qurani Diwisuda: 39 Orang Khatam 30 Juz, 4 Raih Syahadah Tahfiz

April 11, 2025
Upacara Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024 di Aceh Dipimpin Plt Sekda

Upacara Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024 di Aceh Dipimpin Plt Sekda

October 22, 2024
Safrizal ZA: PON Belum Berakhir, Aceh Gelar Kenduri Selama 100 Hari

Safrizal ZA: PON Belum Berakhir, Aceh Gelar Kenduri Selama 100 Hari

September 16, 2024
Jemaah Haji Aceh Kloter 2 Tiba di Makkah

Jemaah Haji Aceh Kloter 2 Tiba di Makkah

June 2, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.