• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Amnesty International Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra

SAGOE TV by SAGOE TV
December 2, 2025
in BENCANA SUMATERA 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Amnesty International Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra

Operasi SAR bencana banjir dan longsor di Aceh. Foto: dok. Basarnas Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah Indonesia segera menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat upaya evakuasi dan penanganan korban banjir serta longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Desakan tersebut disampaikan menyusul data terbaru BNPB yang menyebutkan lebih dari 600 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa banjir besar yang terjadi bukan sekadar akibat cuaca ekstrem, melainkan bencana ekologis yang dipicu kebijakan ekstraktif pemerintah yang memicu deforestasi besar-besaran.

BACA JUGA

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

“Kami berbelasungkawa sedalam-dalamnya bagi korban banjir Sumatra. Ini jelas bencana ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif pemerintah sendiri. Pemerintah harus berhenti menyalahkan cuaca ekstrim sebagai penyebab banjir dan longsor. Faktanya deforestasi di wilayah Sumatra memang tinggi. Kerentanan ekologis terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Ia merujuk catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang mengungkapkan adanya ada 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, PBPH, geotermal, izin PLTA dan PLTM. Laporan Amnesty International pada 2016 juga menunjukkan perkebunan kelapa sawit digarap dengan menggunduli hutan dan ini memicu masalah lingkungan hidup serius, termasuk hancurnya habitat orangutan dan harimau Sumatra.

“Kerusakan ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif nyata adanya. Kami mendesak pemerintah untuk menetapkan status darurat nasional. Agar kekuatan dalam dan luar negeri bisa dikerahkan untuk menolong korban. Kami mempertanyakan keengganan menerapkan status darurat. Apa karena takut asing seperti retorika selama ini?,” kata Usman.

Ia menegaskan retorika itu kini semakin terbukti menyembunyikan relasi pemerintah dan asing dalam proyek yang merusak hutan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Menurutnya, asing yang harus ditakuti adalah asing yang merusak hutan. Bukan asing yang justru ingin menolong manusia tanpa membedakan asal usul kebangsaan. Indonesia didirikan oleh proklamator dan pejuang kemerdekaannya untuk menjadi warga dunia.

“Masyarakat dunia sangat diperlukan untuk mendukung penyelamatan nyawa dan bantuan bagi mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian,” ujarnya.

Ia menembahkan, tragedi ini ialah pengingat akan kewajiban Indonesia untuk memastikan segala kebijakan harus konsisten dengan hak asasi manusia, hak satwa dan lingkungan hidup. Pemerhati lingkungan telah memperingatkan Indonesia akan meningkatnya bahaya deforestasi di berbagai wilayah seperti Sumatra. Namun itu sering kali diremehkan. Pemerintah menutup mata dan hati dengan memilih perluasan perkebunan sawit.

“Ini adalah krisis iklim yang disebabkan manusia, membuat peristiwa cuaca ekstrem lebih mematikan karena memicu banjir besar dan tanah longsor yang besar. Masyarakat yang terkena dampak bencana ini hampir tidak berkontribusi apapun – apa terhadap emisi gas rumah kaca, namun mereka yang harus membayar kelambanan pemerintah terhadap perubahan iklim dan mengatasi deforestasi,” sebutnya.

“Tidak ada solusi untuk kehancuran ini tanpa peta jalan keadilan iklim. Tidak ada keadilan iklim tanpa hak asasi manusia. Indonesia harus menghentikan pembabatan hutan. Legal atau ilegal hanya status formal yang tidak boleh mengabaikan pembabatan hutan, hak asasi manusia, dan juga hak hidup para satwa Indonesia yang indah dan beraneka ragam,” tutup Usman Hamid.

Berdasarkan catatan WALHI, bencana banjir ini disebabkan oleh kerentanan ekologis yang terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan, diperparah oleh krisis iklim. Periode 2016 hingga 2025, seluas 1,4 juta hektar hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdeforestasi akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, PBPH, geotermal, izin PLTA dan PLTM.

Hingga Senin 1 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometerologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 604 orang dan 464 jiwa masih dinyatakan hilang. []

Tags: AcehAmnestyBanjirBencana Sumatera 2025Darurat BencanaIndonesiaInternasionalSumatera
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana
BENCANA SUMATERA 2025

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

by SAGOE TV
March 21, 2026
Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur
BENCANA SUMATERA 2025

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

by SAGOE TV
March 20, 2026
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru
BENCANA SUMATERA 2025

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

by SAGOE TV
March 20, 2026
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

by SAGOE TV
February 27, 2026
Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
BENCANA SUMATERA 2025

Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

by SAGOE TV
February 27, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Mualem Terima Kunjungan SKK Migas Kami Ingin Aceh Bangkit dari Kemiskinan

Mualem Terima Kunjungan SKK Migas: Kami Ingin Aceh Bangkit dari Kemiskinan

July 16, 2025
Prajurit TNI AD Gugur Usai Tugas Kemanusiaan di Aceh

Prajurit TNI AD Gugur Usai Tugas Kemanusiaan di Aceh

January 22, 2026
Agar Ramadhan Lebih Berkah

Agar Ramadhan Lebih Berkah, Simak Tips Cerdas Mengelola Keuangan

February 20, 2025
Wali Dukung Penetapan Hutan Adat Mukim di Aceh

Wali Dukung Penetapan Hutan Adat Mukim di Aceh

March 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.