• Tentang Kami
Monday, July 20, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Amnesty International Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra

SAGOE TV by SAGOE TV
December 2, 2025
in BENCANA SUMATERA 2025
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Amnesty International Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra

Operasi SAR bencana banjir dan longsor di Aceh. Foto: dok. Basarnas Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

Amnesty International Indonesia mendesak pemerintah Indonesia segera menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat upaya evakuasi dan penanganan korban banjir serta longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Desakan tersebut disampaikan menyusul data terbaru BNPB yang menyebutkan lebih dari 600 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa banjir besar yang terjadi bukan sekadar akibat cuaca ekstrem, melainkan bencana ekologis yang dipicu kebijakan ekstraktif pemerintah yang memicu deforestasi besar-besaran.

BACA JUGA

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

“Kami berbelasungkawa sedalam-dalamnya bagi korban banjir Sumatra. Ini jelas bencana ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif pemerintah sendiri. Pemerintah harus berhenti menyalahkan cuaca ekstrim sebagai penyebab banjir dan longsor. Faktanya deforestasi di wilayah Sumatra memang tinggi. Kerentanan ekologis terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/12/2025).

Ia merujuk catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) yang mengungkapkan adanya ada 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, PBPH, geotermal, izin PLTA dan PLTM. Laporan Amnesty International pada 2016 juga menunjukkan perkebunan kelapa sawit digarap dengan menggunduli hutan dan ini memicu masalah lingkungan hidup serius, termasuk hancurnya habitat orangutan dan harimau Sumatra.

“Kerusakan ekologis akibat kebijakan industri ekstraktif nyata adanya. Kami mendesak pemerintah untuk menetapkan status darurat nasional. Agar kekuatan dalam dan luar negeri bisa dikerahkan untuk menolong korban. Kami mempertanyakan keengganan menerapkan status darurat. Apa karena takut asing seperti retorika selama ini?,” kata Usman.

Ia menegaskan retorika itu kini semakin terbukti menyembunyikan relasi pemerintah dan asing dalam proyek yang merusak hutan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Menurutnya, asing yang harus ditakuti adalah asing yang merusak hutan. Bukan asing yang justru ingin menolong manusia tanpa membedakan asal usul kebangsaan. Indonesia didirikan oleh proklamator dan pejuang kemerdekaannya untuk menjadi warga dunia.

“Masyarakat dunia sangat diperlukan untuk mendukung penyelamatan nyawa dan bantuan bagi mereka yang kehilangan rumah dan mata pencaharian,” ujarnya.

Ia menembahkan, tragedi ini ialah pengingat akan kewajiban Indonesia untuk memastikan segala kebijakan harus konsisten dengan hak asasi manusia, hak satwa dan lingkungan hidup. Pemerhati lingkungan telah memperingatkan Indonesia akan meningkatnya bahaya deforestasi di berbagai wilayah seperti Sumatra. Namun itu sering kali diremehkan. Pemerintah menutup mata dan hati dengan memilih perluasan perkebunan sawit.

“Ini adalah krisis iklim yang disebabkan manusia, membuat peristiwa cuaca ekstrem lebih mematikan karena memicu banjir besar dan tanah longsor yang besar. Masyarakat yang terkena dampak bencana ini hampir tidak berkontribusi apapun – apa terhadap emisi gas rumah kaca, namun mereka yang harus membayar kelambanan pemerintah terhadap perubahan iklim dan mengatasi deforestasi,” sebutnya.

“Tidak ada solusi untuk kehancuran ini tanpa peta jalan keadilan iklim. Tidak ada keadilan iklim tanpa hak asasi manusia. Indonesia harus menghentikan pembabatan hutan. Legal atau ilegal hanya status formal yang tidak boleh mengabaikan pembabatan hutan, hak asasi manusia, dan juga hak hidup para satwa Indonesia yang indah dan beraneka ragam,” tutup Usman Hamid.

Berdasarkan catatan WALHI, bencana banjir ini disebabkan oleh kerentanan ekologis yang terus meningkat akibat perubahan bentang ekosistem penting seperti hutan, diperparah oleh krisis iklim. Periode 2016 hingga 2025, seluas 1,4 juta hektar hutan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdeforestasi akibat aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU sawit, PBPH, geotermal, izin PLTA dan PLTM.

Hingga Senin 1 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana hidrometerologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai 604 orang dan 464 jiwa masih dinyatakan hilang. []

Tags: acehAmnestyBanjirBencana Sumatera 2025Darurat BencanaIndonesiaInternasionalSumatera
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana
BENCANA SUMATERA 2025

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

by SAGOE TV
March 21, 2026
Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur
BENCANA SUMATERA 2025

Pemerintah Salurkan Santunan dan Bantuan Pemulihan untuk Korban Bencana Aceh Timur

by SAGOE TV
March 20, 2026
104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru
BENCANA SUMATERA 2025

104 Hunian Tetap untuk Korban Bencana Aceh Utara Diresmikan, Warga Kini Punya Rumah Baru

by SAGOE TV
March 20, 2026
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana untuk Ketiga Kalinya
BENCANA SUMATERA 2025

Aceh Tamiang Resmi Akhiri Tanggap Darurat Bencana, Masuk Masa Transisi Pemulihan 90 Hari

by SAGOE TV
February 27, 2026
Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
BENCANA SUMATERA 2025

Tito Karnavian: Aceh ‘Lautan Kayu’, SK Menhut Buka Jalan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

by SAGOE TV
February 27, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026

EDITOR'S PICK

Wagub Kumpulkan Pejabat: Kita Satu Perahu untuk Membawa Aceh ke Arah yang Lebih Baik

Wagub Kumpulkan Pejabat: Kita Satu Perahu untuk Membawa Aceh ke Arah yang Lebih Baik

February 18, 2025
RS Regional Meulaboh Mangkrak, Wali Nanggroe Siap Temui Presiden Perjuangkan Kelanjutannya

RS Regional Meulaboh Mangkrak, Wali Nanggroe Siap Temui Presiden Perjuangkan Kelanjutannya

May 18, 2026
Kemiskinan penyebab ujaran kebencian dan polarisasi tinggi di Aceh

Kemiskinan Dinilai Penyebab Ujaran Kebencian dan Polarisasi Tinggi di Aceh

December 19, 2024
Fathiya dan Cut Fadhilah, Dua Mahasiswi PBI UIN Ar-Raniry Terpilih Ikuti Summer School di NUS Singapura

Fathiya dan Cut Fadhilah, Dua Mahasiswi PBI UIN Ar-Raniry Terpilih Ikuti Summer School di NUS Singapura

June 24, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.