• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Suara Pengajian di Pengungsian Bencana Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
December 28, 2025
in Analisis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Zulfikar Akbar

Zulfikar Akbar. Foto Dokumen pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zulfikar Akbar
Praktisi Komunikasi, Domisili di Jakarta.

Di tenda seadanya, seorang pengungsi mengaji sendiri. Hanya berpenerangan “panyoet” alias lampu darurat dari kaleng yang diberi sumbu berupa kain bekas.

Ini adalah pemandangan di Langkahan, Aceh Utara. Seperti pengungsi lainnya yang kehilangan rumah, ia tidur di tenda berbahan terpal biru. Biasanya, terpal ini digunakan untuk menjemur padi. Kali ini, terpal itulah yang menjadi atap sekaligus dinding tempat tinggal mereka.

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Langkahan adalah salah satu desa yang layak ditempatkan di antara desa paling hancur saat banjir bandang datang, November lalu. Seperti suasana desanya, suasana perasaan mereka pun kurang lebih sama; hancur.

Dalam kehancuran itu mereka merakit lagi semangatnya sebisanya. “Beuet” alias mengaji adalah salah satu cara mereka memulihkan perasaan, suasana batin, dan juga menjaga kewarasan. Mereka berusaha tidak marah.

Padahal, kalaupun mereka marah pun tentu sangat pantas. Bagaimanapun mereka sebagai rakyat, saat tak punya apa-apa lagi, masih ada negara dan pemerintah. Merekalah yang perlu didesak untuk memikirkan orang-orang desa yang sudah luluh lantak kehidupannya dan kehidupan desanya.

Seperti peribahasa Aceh sendiri, “Harap keu pageu, pageu pajoh padee. Harap keu jantong, jantong jithok hatee.” Berharap pada pagar, malah pagar yang makan padi. Berharap pada jantung tapi justru itu juga yang menohok hati. Tamsilan tentang keadaan yang jauh dari ideal. Satu-satunya yang mereka percaya hanya penciptanya, di tengah tidak ada lainnya lagi yang bisa dipercaya.

Kepercayaan diri pun nyaris hilang, apalagi percaya pada sesama manusia. Inilah kenapa dari rasa percaya tersisa hanya diserahkan kepada pemilik hidup semata.

Keadilan. Kalaupun itu menjadi kata yang kerap jadi dagangan orang-orang berburu kekuasaan, namun ini pun tak lagi diharapkan dari mereka yang sudah mendapatkan kekuasaan. Meskipun benar, sangat tidak adil jika orang-orang luar ingin membantu, dicegah justru oleh penguasa yang tak sepenuhnya kuasa menjawab keresahan rakyat seperti mereka di tenda pengungsi.

Mereka berusaha tidak marah. Selain berusaha sendiri apa saja yang memungkinkan. Menyapa langit lewat “beuet” (mengaji) yang sangat mereka imani sebagai kalam pemilik hidup. Apalagi, marah yang dituruti justru melemahkan pikiran, mengendurkan kewarasan.

Mereka butuh pikiran dan kewarasan yang mesti tetap terawat. Hanya itu yang tersisa untuk melanjutkan sisa hidup. Itu juga yang menuntun mereka untuk tetap berlaku pantas kendati mereka harus tidur di tempat yang jauh dari pantas.

Bahwa mereka masih punya negara, punya pemerintah, tapi mereka cukup tahu seperti apa orang-orang di lingkaran kekuasaan. Sangat sedikit orang mengejar kekuasaan benar-benar karena dorongan keinginan sepenuhnya bekerja untuk rakyat. Kalaupun dalam pidato berbusa-busa mereka menyebut rakyat, ketika sudah menjabat tetap saja cacing di perutnya yang jauh lebih dipentingkan.

Maka dari itu juga, di tenda yang hanya berpenerangan terbatas itu, seorang korban banjir yang tak lagi memiliki apa-apa, akhirnya suaranya pun lebih dipercaya untuk melantunkan nama Tuhan saja. Tak lagi meneriakkan apa-apa di luar itu, meski dalam dingin malam tanpa selimut dan hanya beralas tikar, mereka butuh itu.

Bahkan untuk selimut saja akhirnya mereka lebih mengadu kepada pemilik hidup saja. Lewat lantunan ayat suci, dengan lampu kaleng bersumbu kain bekas. Mata penguasa mungkin tak mampu melihatnya. Namun mata sang Mahakuasa pasti selalu melihatnya.

Howard Zinn, sejarawan sekaligus veteran Perang Dunia Kedua, setelah meresapi kisah kehancuran di masanya, memberi satu pesan, “The cry of the poor is not always just, but if you don’t listen to it, you will never know what justice is.”

Siapa pun, jika tak benar-benar mendengar seperti apa tangis mereka yang tak lagi punya apa pun, maka ia belum benar-benar mengenal keadilan.[]

Tags: Bencana AcehMakin Tahu AcehMengajiPengungsi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas
Analisis

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026

EDITOR'S PICK

USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

USK Juara Umum POMDA Aceh XIX UTU 2025, UIN Ar-Raniry Peringkat Keempat

June 19, 2025
Qurbani Akbar, Menghidupkan Kenangan Melalui Seni

Qurbani Akbar, Menghidupkan Kenangan Melalui Seni

March 15, 2025
Mualem Pimpin Rapat Validasi Data JKA, Fokus Perbaiki Akses Layanan Kesehatan Aceh

Mualem Pimpin Rapat Validasi Data JKA, Fokus Perbaiki Akses Layanan Kesehatan Aceh

April 24, 2026
Tempuh Jalur Perahu dan Makan di Tenda Pengungsian, Mendagri Tito Temui Warga Terdampak Bencana Aceh

Tempuh Jalur Perahu dan Makan di Tenda Pengungsian, Mendagri Tito Temui Warga Terdampak Bencana Aceh

January 26, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.