• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Sabar Bukan Diam: Refleksi Etika dan Kebijakan dalam Penanggulangan Bencana Aceh

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 2, 2026
in Analisis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc. (Foto: Dokumen)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com

BACA JUGA

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

Sabar itu bukanlah pasif, tidak peduli atau diam saja. Sabar adalah sikap pengendalian diri ketika kita sedang belajar dari kegagalan dan melakukan suatu upaya perbaikan. Kita lihat pascabencana hidrometeorologi Aceh 2025, dampaknya sangat dahsyat dengan jumlah korban yang kian hari semakin meningkat. Kita harus mempelajari tentang bencana ini, mengapa terjadi, dan bagaimana cara pencegahannya di masa depan. Kita juga perlu strategi bagaimana menanggulangi segala kerusakan yang telah terjadi, dan bagaimana membantu saudara-saudara kita yang menjadi korban.

Mari kita merenungkan. Allah berfirman dalam Surah Al Ma’arij ayat 19, “Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan keluh kesah lagi kikir. Istilah yang Allah gunakan adalah “Halua’an”. Halu ini bermakna berkeluh kesah plus kikir. Dalam ayat 20 dilanjutkan: “Apabila ditimpa kesusahan ia akan berkeluh kesah (Jazuu’an)”. Dalam ayat 21: “Apabila diberikan kebaikan (harta) ia menjadi kikir (Manuu’an)”. Dalam ayat selanjutnya Allah menjelaskan bahwa keluh kesah itu dapat dihindari dengan shalat dan sabar, dan kikir dapat dihancurkan dengan budaya saling berbagi.

Berdasarkan definisinya, sabar tidak berarti melupakan dan memaafkan. Jadi konsep sabar tidak dapat digunakan untuk pasif dan melupakan atau memaafkan sesuatu. Melupakan atau memaafkan adalah konsep lain yang bersifat personal dan tidak dapat dilakukan dalam hal objek yang menjadi korban merupakan kelompok atau komunitas.

Oleh karena itu, dalam masa penanggulangan bencana, mari kita fokus pada usaha membantu para korban dengan bersabar dari melakukan berbagai hal yang akan memperparah keadaan. Misalnya, ketika kita menyebarkan berita yang mengandung unsur provokatif tentang tidak hadirnya Pemerintah dalam penanggulangan bencana. Segala narasi yang membawa kita pada perpecahan bangsa dan negara semestinya kita filter dengan baik. Adapun bagi kita yang menjadi korban, sekecil apapun bantuan yang diterima kita wajib bersyukut terlebih dahulu. Syukur ini juga merupakan strategi untuk mendapatkan tambahan rezeki sebagaimana janji Allah (QS. Ibrahim: 7).

Baca Juga:  Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

Mari kita saling menghargai setiap zarrah kebaikan berbagai pihak dalam penanggulangan bencana ini. Sebaliknya kita dapat memberikan masukan, saran atau kritikan kepada Pemerintah, sehingga kinerja Pemerintah dapat ditingkatkan. Apabila kita mendapatkan info adanya wilayah yang belum terjangkau bantuan, semestinya tugas kita adalah menghubungi pihak berwenang seperti BPBA, menyampaikan informasi ini untuk dapat ditindaklanjuti.

Prosedur penetapan status bencana nasional

Dalam UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, bencana dinyatakan suatu peristiwa atau serangkaian peristiwa yang mengancam serta mengganggu kehidupan masyarakat. Pada Pasal 7 ayat (2) menyebutkan status dan tingkat bencana nasional dan daerah memuat indikator meliputi; jumlah korban; kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana; cakupan luas wilayah yang terkena bencana; dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. Untuk penetapan menjadi bencana nasional, langkah pertama adalah gubernur wilayah terdampak bisa mengeluarkan surat pernyataan kepada presiden tentang pernyataan ketidakmampuan menyelenggarakan penanganan darurat bencana. Kemudian gubernur juga dapat mengajukan permohonan agar status keadaan darurat provinsi bisa ditingkatkan statusnya menjadi darurat bencana nasional.

Sekitar 1×24 jam setelah surat pernyataan keluar, maka BNPB dan Kementerian atau Lembaga terkait akan mengadakan koordinasi di tingkat nasional. Hasil rekomendasi tindak lanjut akan keluar yang menyatakan perlu atau tidaknya menaikkan status keadaan bencana menjadi tingkat nasional. Setelah adanya rekomendasi, maka presiden akan segera menetapkan status bencana nasional.

Kepala BNPB dan Kementerian atau Lembaga terkait bisa segera mengambil tindakan untuk menyelenggarakan penanganan darurat bencana lebih lanjut. Apabila rekomendasi menghasilkan bahwa wilayah terdampak belum bisa dikatakan sebagai darurat bencana nasional, maka gubernur akan menerima informasi, dan Pemerintah akan melakukan pendampingan dalam penyelenggaraan penanganan darurat bencana tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Kimia USK Ciptakan CASCAREV, Teknologi Pemurnian Air dari Limbah Kulit Kopi

Akhirul kalam, semua elemen masyarakat sangat membutuhkan konsep sabar yang kita lengkapi dengan segala upaya penanggulangan bencana yang cepat dan tepat. Selanjutnya upaya pengusutan kasus pembalakan liar dan eksploitasi hutan lindung secara ilegal juga harus kita selesaikan. Dan ingat kita tidak boleh haluu’an. []

Tags: Bencana Sumatera 2025EtikaMakin Tahu IndonesiaopiniPascabencana AcehSabar
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Hasan Tiro: Islam sebagai Identitas Perlawanan Bangsa
Analisis

Soekarno, Hasan Tiro, Ayatullah Khamenei, dan Islam Perlawanan

by SAGOE TV
March 8, 2026
Sulaiman Tripa
Analisis

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

by Anna Rizatil
February 2, 2026
Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala
Analisis

Nada Terakhir Negara di Ruang Ilmu: Membaca 35 Persen Suara Menteri di Universitas Syiah Kuala

by Anna Rizatil
January 2, 2026
Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan
Analisis

Ketika Kepemimpinan Diuji oleh Krisis dan Keterbukaan

by Anna Rizatil
December 30, 2025
Zulfikar Akbar
Analisis

Suara Pengajian di Pengungsian Bencana Aceh

by SAGOE TV
December 28, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

KWPSI Kembali Selenggarakan Kajian Islam, Angkat Tema Syariat Islam Melonggar, Prostitusi Beraksi?

KWPSI Kembali Selenggarakan Kajian Islam, Angkat Tema Syariat Islam Melonggar, Prostitusi Beraksi?

January 29, 2025
Paradoks Darussalam: Demokrasi yang Bising di Luar, tapi Bisu di Kampus

Paradoks Darussalam: Demokrasi yang Bising di Luar, tapi Bisu di Kampus

February 8, 2026
Jadi Apoteker Dadakan, Kak Na Layani Korban Banjir Baktiya

Jadi Apoteker Dadakan, Kak Na Layani Korban Banjir Baktiya

December 24, 2025
Kemenag Aceh Kerahkan 1.330 Relawan Pulihkan Madrasah dan KUA di 12 Kabupaten/Kota

Kemenag Aceh Kerahkan 1.330 Relawan Pulihkan Madrasah dan KUA di 12 Kabupaten/Kota

January 9, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.