• Tentang Kami
Monday, September 14, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 22, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andri Safrizal, S.AB

Cara Gen Z Merawat Damai Aceh

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Judul Buku : Cara Gen Z Merawat Damai Aceh
Penulis :Nurul Hidayati, Nasywa Difa Batuah, Quinsha Ayatul Husna, Alifa Humaira, Aliya Masthura, Aqil Mufazhal, Fajar Rasuna Said, Febi Safitri, Izad Ramadhan, Kayla Farasyifa, Khalizazia, Madingin Simanjuntak, Nirza Amirul Adli Zalda, Nurul Hasimah Rahmah Wahyuni, Raihan Al Fatih, Rania Cahaya, Ruslan Siti Hidayah, Sufardi, Syifa Ulchayra, Syifaul Husna, Vanisa Noura.
Editor : Sulaiman Tripa, Ihan Nurdin, Mukhlisuddin Ilyas
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-676-5
Cetak : Pertama, Desember 2025
Jumlah Halaman : viii, 146 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Para penulis buku, Cara Gen Z Merawat Damai Aceh adalah generasi Z asal Aceh yang tumbuh dan besar dalam suasana perdamaian pasca konflik. Mereka memang tidak mengalami langsung masa konflik bersenjata, tetapi kehidupan mereka tetap dibentuk oleh cerita, ingatan kolektif, dan dampak dari sejarah konflik Aceh. Dari posisi inilah mereka melihat perdamaian bukan sebagai sesuatu yang sudah selesai, melainkan sebagai kondisi yang perlu terus dijaga dan dirawat.

Sebagai anak muda Aceh, para penulis menghadirkan cara pandang yang segar dan dekat dengan realitas keseharian. Mereka berbicara tentang damai melalui pengalaman hidup, relasi sosial, serta peran media digital yang akrab dengan generasi mereka. Tulisan-tulisan dalam buku ini menjadi suara Gen Z Aceh yang menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan perdamaian tetap hidup dan bermakna bagi masa depan.

Anak-anak muda penulis buku ini mengingatkan kembali apa yang secara hakikatnya pernah disampaikan Johan V. Galtung, melihat damai dalam konsep yang luas. Melihat damai yang tidak berhenti pada sekedar tidak meletus senjata. Damai harus masuk dalam semua lini kehidupan dan ruang keadilan sosial bagi suatu masyarakat di mana damai itu berlangsung(Sulaiman Tripa, Akademisi).

Saya optimistis, Gen Z yang kritis mampu menerjemahkan pesan-pesan perdamaian dengan sudut pandang mereka yang super kreatif. Gen Z adalah para digital native yang hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi yang super cepat (Ihan Nurdin, Jurnalis).

Buku ini memperlihatkan cara berpikir dan sudut pandang Generasi Z dalam memaknai serta merawat perdamaian Aceh. Melalui gagasan-gagasan yang disajikan, pembaca diajak melihat bagaimana Gen Z memahami damai Aceh yang telah berlangsung lebih dari dua dekade pasca konflik. Perdamaian dalam buku ini tidak diposisikan sebagai sesuatu yang selesai, melainkan sebagai proses yang terus dijaga dan diperkuat seiring perubahan zaman.

Upaya para penulis dalam menggali perspektif generasi muda ini menjadi sangat relevan. Generasi yang tidak lahir pada masa konflik Aceh perlu dipahami pandangannya terhadap sejarah konflik tersebut, sekaligus bagaimana mereka membangun kesadaran untuk menjaga dan merawat perdamaian. Dari sinilah buku ini menunjukkan pemikiran Gen Z dalam merumuskan harapan, sikap dan langkah konkrit agar perdamaian Aceh tetap terpelihara secara berkelanjutan.

Menariknya, buku ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian sebagai konsep besar, tetapi juga menghadirkannya dalam kisah, gagasan, dan refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda Aceh. Pembaca akan menemukan bagaimana damai dipahami melalui ruang kelas, pergaulan, komunitas, hingga media sosial. Dengan bahasa yang lugas dan jujur, buku ini mengajak pembaca, khususnya generasi muda, untuk ikut merenungkan peran mereka dalam menjaga Aceh tetap damai dan harmonis di masa depan. []

Tags: Bandar PublishingBukudamai acehGen ZMakin Tahu IndonesiaMerawatPerdamaian
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

67 Pejabat UIN Ar-Raniry Dilantik, Reza Idria Jadi Wakil Rektor dan Hendra Kurniawan Plt Dekan Kedokteran

September 11, 2026
Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

Dari Harvard ke UIN Ar-Raniry, Reza Idria Kini Jadi Wakil Rektor

September 11, 2026
Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

Kenapa Tol Padang Tiji-Seulimeum Ditutup Sementara? Ini Alasan dan Jadwal Dibuka Kembali

September 10, 2026
Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

Mahasiswa PKK USK Belajar Pendidikan Kuliner dan Pariwisata dari Akademisi Malaysia

September 12, 2026
Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

Prof Teuku Zulfikar Jadi Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Ini Fokus yang Akan Diperkuat

September 12, 2026
Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

Mahasiswa USK Soroti Pemulihan Pascabencana Aceh, Plt Sekda Buka Ruang Dialog

September 11, 2026
Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh, Unggul 13 Suara dalam Muswil VIII

September 12, 2026
Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

Dua Kampus Besar Aceh Kembali Perkuat Kerja Sama untuk Majukan Pendidikan

September 11, 2026
Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

Pengurus ICMI Orda Aceh Besar Periode 2026-2031 Resmi Dilantik

September 7, 2026

EDITOR'S PICK

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Teliti Peran Aktor dalam Revisi Qanun Jinayat

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Teliti Peran Aktor dalam Revisi Qanun Jinayat

February 14, 2025
Akademisi: BPMA Harus Jadi Motor Pengelolaan Gas Aceh

Akademisi: BPMA Harus Jadi Motor Pengelolaan Gas Aceh

March 6, 2025
Rencana Pembangunan Venue PORA 2026 di Aceh Jaya, Pj Gubernur Cek Lokasi

Rencana Pembangunan Venue PORA 2026 di Aceh Jaya, Pj Gubernur Cek Lokasi

January 20, 2025
FKPT Aceh Gelar FGD Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

FKPT Aceh Gelar FGD Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

May 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.