• Tentang Kami
Friday, July 31, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru

Anna Rizatil by Anna Rizatil
January 22, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gen Z Aceh Hadirkan Cara Merawat Perdamaian Lewat Buku Baru
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Andri Safrizal, S.AB

Cara Gen Z Merawat Damai Aceh

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Judul Buku : Cara Gen Z Merawat Damai Aceh
Penulis :Nurul Hidayati, Nasywa Difa Batuah, Quinsha Ayatul Husna, Alifa Humaira, Aliya Masthura, Aqil Mufazhal, Fajar Rasuna Said, Febi Safitri, Izad Ramadhan, Kayla Farasyifa, Khalizazia, Madingin Simanjuntak, Nirza Amirul Adli Zalda, Nurul Hasimah Rahmah Wahyuni, Raihan Al Fatih, Rania Cahaya, Ruslan Siti Hidayah, Sufardi, Syifa Ulchayra, Syifaul Husna, Vanisa Noura.
Editor : Sulaiman Tripa, Ihan Nurdin, Mukhlisuddin Ilyas
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-676-5
Cetak : Pertama, Desember 2025
Jumlah Halaman : viii, 146 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Para penulis buku, Cara Gen Z Merawat Damai Aceh adalah generasi Z asal Aceh yang tumbuh dan besar dalam suasana perdamaian pasca konflik. Mereka memang tidak mengalami langsung masa konflik bersenjata, tetapi kehidupan mereka tetap dibentuk oleh cerita, ingatan kolektif, dan dampak dari sejarah konflik Aceh. Dari posisi inilah mereka melihat perdamaian bukan sebagai sesuatu yang sudah selesai, melainkan sebagai kondisi yang perlu terus dijaga dan dirawat.

Sebagai anak muda Aceh, para penulis menghadirkan cara pandang yang segar dan dekat dengan realitas keseharian. Mereka berbicara tentang damai melalui pengalaman hidup, relasi sosial, serta peran media digital yang akrab dengan generasi mereka. Tulisan-tulisan dalam buku ini menjadi suara Gen Z Aceh yang menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab untuk memastikan perdamaian tetap hidup dan bermakna bagi masa depan.

Anak-anak muda penulis buku ini mengingatkan kembali apa yang secara hakikatnya pernah disampaikan Johan V. Galtung, melihat damai dalam konsep yang luas. Melihat damai yang tidak berhenti pada sekedar tidak meletus senjata. Damai harus masuk dalam semua lini kehidupan dan ruang keadilan sosial bagi suatu masyarakat di mana damai itu berlangsung(Sulaiman Tripa, Akademisi).

Saya optimistis, Gen Z yang kritis mampu menerjemahkan pesan-pesan perdamaian dengan sudut pandang mereka yang super kreatif. Gen Z adalah para digital native yang hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi yang super cepat (Ihan Nurdin, Jurnalis).

Buku ini memperlihatkan cara berpikir dan sudut pandang Generasi Z dalam memaknai serta merawat perdamaian Aceh. Melalui gagasan-gagasan yang disajikan, pembaca diajak melihat bagaimana Gen Z memahami damai Aceh yang telah berlangsung lebih dari dua dekade pasca konflik. Perdamaian dalam buku ini tidak diposisikan sebagai sesuatu yang selesai, melainkan sebagai proses yang terus dijaga dan diperkuat seiring perubahan zaman.

Upaya para penulis dalam menggali perspektif generasi muda ini menjadi sangat relevan. Generasi yang tidak lahir pada masa konflik Aceh perlu dipahami pandangannya terhadap sejarah konflik tersebut, sekaligus bagaimana mereka membangun kesadaran untuk menjaga dan merawat perdamaian. Dari sinilah buku ini menunjukkan pemikiran Gen Z dalam merumuskan harapan, sikap dan langkah konkrit agar perdamaian Aceh tetap terpelihara secara berkelanjutan.

Menariknya, buku ini tidak hanya berbicara tentang perdamaian sebagai konsep besar, tetapi juga menghadirkannya dalam kisah, gagasan, dan refleksi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda Aceh. Pembaca akan menemukan bagaimana damai dipahami melalui ruang kelas, pergaulan, komunitas, hingga media sosial. Dengan bahasa yang lugas dan jujur, buku ini mengajak pembaca, khususnya generasi muda, untuk ikut merenungkan peran mereka dalam menjaga Aceh tetap damai dan harmonis di masa depan. []

Tags: Bandar PublishingBukudamai acehGen ZMakin Tahu IndonesiaMerawatPerdamaian
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

Mengapa Semen dan BBM Langka di Aceh? Pemerintah Turun Tangan Telusuri Penyebabnya

July 30, 2026
LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

LGBT dan Cermin Penegakan Syariat di Aceh

July 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Putri Saleh ASN Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh Bidang perlindungan Khusus Anak.

Jangan Biarkan Masa Depan Anak Berjalan Sendiri

July 30, 2026
Setelah Panggung Dibongkar

Setelah Panggung Dibongkar

July 28, 2026
Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

Ajakan Terbuka Menulis untuk Rubrik Seni SagoeTV.com

July 6, 2025
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

Balai Bahasa Aceh Hadirkan Pojok Buku Profesor Sulaiman Tripa, Wujud Pelestarian Karya dan Penguatan Literasi

July 31, 2026
UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

UIA dan IKDAR Malaysia Resmi Jalin Kerja Sama, Gelar International Guest Lecture

July 28, 2026

EDITOR'S PICK

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 7, 2026
Pemangku Kepentingan Diajak untuk Jadikan Aceh Laboratorium Ekonomi Syariah di Indonesia

Pemangku Kepentingan Diajak untuk Jadikan Aceh Laboratorium Ekonomi Syariah di Indonesia

October 25, 2024
Rumah Rusak Akibat Bencana, Warga Aceh Tamiang Terima Bantuan hingga Rp30 Juta

Rumah Rusak Akibat Bencana, Warga Aceh Tamiang Terima Bantuan hingga Rp30 Juta dari Pemerintah

February 13, 2026
Universitas Syiah Kuala USK Aceh

3 Dosen USK Aceh Raih Hibah Riset Kedaireka

August 21, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.