• Tentang Kami
Friday, June 5, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Mitigasi Bencana adalah Cara Orang Beriman

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 6, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Artificial Intelligence dan Krisis Akal Manusia: Antara Alat Bantu dan Ancaman Peradaban

Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Prof. Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc
Profesor bidang teknologi pascapanen, Dosen Prodi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Email: rkhathir79@gmail.com

Di tengah arus sekularisasi, membicarakan tentang keimanan dan ketaqwaan dianggap sebagai suatu hal yang ketinggalan zaman dan tidak modern. Hal keimanan dan ketaqwaan seolah-olah hanya pantas dibicarakan di mimbar jumat atau pun di dalam masjid. Pembaca yang budiman, apakah anda merasakan hal yang demikian? Semoga tidak tentunya.

Kita berada di Propinsi Aceh yang telah menerapkan syariat Islam. Payung hukumnya meliputi Peraturan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh No. 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam, Undang-undang No. 18 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Aceh, Qanun No. 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam, Undang-undang No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, Qanun Aceh No. 10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal, Qanun Aceh No. 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, Qanun Aceh No. 8 Tahun 2014 tentang Pokok-pokok Syariat Islam, Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah, dan Qanun Aceh No. 4 Tahun 2025 tentang Perlindungan Hak Perempuan.

BACA JUGA

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

Pada saat ini, kita telah melewati kurun 25 tahun sejak payung hukum pertama tentang penegakan syariat Islam disahkan. Saya pernah menuliskan sebuah artikel berjudul “Membumikan Syariat Islam” dan telah diterbitkan pada harian Serambi Indonesia pada 11/04/2007. Allah berfirman dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 18 yang bermakna “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang orang yang tidak mengetahui”. Oleh karena itu, semestinya kita tidak ragu untuk mengimplementasikan syariat Islam dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat Aceh, menghapuskan sekularisme di bumi Aceh.

Data dan fakta selalu berbicara dan tidak bisa ditutupi. Di Aceh, telah terjadi dekadensi moral yang signifikan akibat kehidupan masyarakat yang menyimpang dari syariat Islam. Nilai-nilai Islam gagal diintegrasikan dalam berbagai sistem kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator seperti, kenaikan angka perceraian akibat perselingkuhan, kenaikan angka penderita human immunodeficiency virus (HIV), maraknya lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), peningkatan kejahatan sosial, peningkatan kemiskinan, dan masih banyak lagi.

Di sisi lain, Aceh mempunyai potensi yang luar biasa seperti adanya dana otonomi khusus dan kekayaan alam yang berlimpah. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan antara sumber daya yang ada dan pemanfaatannya untuk pembangunan masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa di Aceh telah terjadi pengelolaan dana secara korup dilengkapi dengan tingginya angka eksploitasi sumberdaya alam yang membawa kerusakan.

Bencana banjir longsor dahsyat di akhir November 2025 menjadi hal yang sangat relevan untuk kita pikirkan bersama. Bencana ini telah menghasilkan korban yang banyak dan tersebar dalam cakupan wilayah yang begitu luas disertai kerusakan masif meliputi pemukiman, jalur transportasi dan telekomunikasi. Sekalipun proses tanggap darurat telah berlalu, kita tahu bahwa proses rehabilitas dan rekonstruksi (rehab-rekon) akan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Mitigasi bencana

Mitigasi bencana adalah solusi bagi kita. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko dan dampak bencana melalui pembangunan fisik (struktural) dan peningkatan kesadaran serta kemampuan masyarakat (non-struktural), yang mencakup identifikasi bahaya, perencanaan, penyadaran, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga pengembangan kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap ancaman bencana alam, non-alam, dan sosial. Upaya rehab-rekon sangat perlu diintegrasikan dengan upaya mitigasi bencana tersebut sehingga proses pembangunan yang dihasilkan lebih baik dari sebelumnya dan tangguh untuk menghadapi bencana selanjutnya.

Mari kita renungkan, bagaimana upaya mitigasi dapat diaplikasikan? Upaya mitigasi dapat dilaksanakan apabila kita menanamkan keimanan (faith) terhadap kedatangan suatu bencana sebelum kedatangannya. Di sinilah poin pentingnya. Analogi dapat kita ambil dari rukun iman ke-5 yaitu percaya kepada hari kiamat (hari kehancuran dunia dan seluruh kehidupan) sehingga kita memasuki alam akhirat. Setiap orang yang beriman tentu percaya kepada datangnya hari kiamat, lalu sebagai buktinya mereka akan mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapinya. Adapun ketika hari kiamat datang, maka semua orang yang melihatnya akan secara otomatis mempercayainya. Hanya saja, saat itu sudah terlambat di mana keimanan mereka sudah tidak diterima oleh Allah SWT (keimanan yang sia-sia).

Rukun iman yang enam terdiri dari kepercayaan kepada yang abstrak dan yang nyata. Semuanya dapat diperkuat dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman. Menumbuhkan keimanan kepada dampak dari pengrusakan alam dan lingkungan sangat penting. Keimanan ini dapat dibangun melalui kegiatan edukasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Integrasi syariat Islam sangat strategis dalam upaya edukasi ini. Allah berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 41: “Sungguh telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan-tangan manusia, untuk menyadarkan manusia atas sebagian perbuatannya dan agar manusia kembali ke jalan yang benar (kepada Allah)”.

Setelah keimanan dibentuk dengan pengetahuan dan pemahaman, selanjutnya keimanan harus dibuktikan dengan perbuatan. Pembuktian keimanan kita kepada risiko bencana alam dan sosial adalah dengan melakukan berbagai upaya perbaikan dan pencegahan (wujudnya upaya mitigasi bencana). Kalau sebelum ini kita terlibat dalam penebangan hutan atau alih fungsi lahan secara ilegal, maka kita akan menghentikannya, dan sebaliknya melakukan berbagai upaya perbaikan seperti penanaman pohon. Kalau sebelumnya kita membuang sampah sembarangan, maka selanjutnya kita akan bertanggungjawab membuang sampah pada tempatnya, dan seterusnya. Kalau sebelumnya kita hidup bebas merdeka tanpa aturan, maka kita harus kembali kepada ajaran Islam yang merupakan panduan hidup (guidelines) untuk manusia.

Keimanan masyarakat terhadap bencana akan melahirkan upaya mitigasi yang sinergis. Setiap orang dapat bertindak sesuai dengan kapasitas dan peranannya. Tidak diragukan lagi, mitigasi bencana dapat dilakukan dengan integrasi syariat Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh. Metode ini dapat dilakukan untuk akselerasi perubahan budaya masyarakat. Menurut ilmu sosial, perubahan suatu kebudayaan dalam kemasyarakatan membutuhkan waktu yang menahun. Namun, dengan konsep hijrah dalam Islam, perubahan kebudayaan lama yang jahiliah menjadi kebudayaan baru yang ilmiah dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah di balik bencana banjir longsor senyar 2025 dengan kembali kepada Allah, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Nya. Semoga Aceh dapat menjadi negeri yang sejahtera dan diampuni oleh Allah SWT. (baldathun thayyibatun wa rabbun ghafur). Amin ya rabbal ‘alamin. []

Tags: BerimanCaraMitigasi Bencanaopini
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan
Opini

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

by SAGOE TV
June 3, 2026
Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi
Opini

Aceh dan Paradoks Kemakmuran: Mengapa Bantuan Sosial Tidak Akan Pernah Cukup Tanpa Industrialisasi

by SAGOE TV
May 25, 2026
Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta
Opini

Ketika Niat Baik Berjalan Tanpa Peta

by Anna Rizatil
May 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (1)

June 3, 2026
Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

Bahasa dan Jiwa Pancasila di Aceh: Empat Paradoks Kebudayaan yang Terabaikan

June 3, 2026
IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

IKAPI Aceh Tawarkan Aceh Book Fair di Konkernas

June 4, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup (2)

June 3, 2026
Dari Meja yang Sama

Dari Meja yang Sama

June 3, 2026
Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

Muniru (Kehangatan dan Keakraban) Masyarakat Gayo

September 12, 2025
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Skate Park Stage Volume 1-8 Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

Skate Park Stage Volume 1-8: Tentang Kampus, Seni, dan Ruang Bertemu

May 25, 2026
12.648 Peserta UTBK SNBT 2026 Ikuti Ujian di USK, Rektor Ingatkan Jangan Salah Lokasi

3.886 Peserta Lulus SNBT 2026 di USK, Ini Daftar Prodi Paling Diminati

May 26, 2026

EDITOR'S PICK

Sulaiman Tripa

Apa Pentingnya Cara Pandang Bencana?

February 2, 2026
Wakil Rektor IAIN Lhokseumawe Iskandar sebagai Ketua PC ISNU Kota Lhokseumawe

Wakil Rektor IAIN Lhokseumawe Iskandar Terpilih sebagai Ketua PC ISNU Kota Lhokseumawe

April 19, 2025
BNPT: Perempuan dan Orang Muda Kota Rentan Disusupi Pengaruh Teroris

BNPT: Perempuan dan Orang Muda Kota Rentan Disusupi Pengaruh Teroris

March 14, 2025
Bertemu Sekjen Kemenkeu, Mualem Bahas Tambahan Anggaran untuk Aceh

Bertemu Sekjen Kemenkeu, Mualem Bahas Tambahan Anggaran untuk Aceh

May 15, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.