BANDA ACEH | SAGOETV – Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi digital kearsipan melalui penyusunan grand design sistem informatika kearsipan nasional. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan, Dr. Fairuzzabadi, dalam diskusi strategis yang digelar di VIP Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa, 30 Juni 2026.
Fairuzzabadi menekankan bahwa grand design ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan langkah strategis membangun knowledge hub yang dapat diakses publik. “Kami berkomitmen penuh untuk menyumbangkan data riset dan ekosistem pengetahuan kampus agar bermanfaat luas bagi masyarakat dan bangsa. Ini bagian dari upaya mewujudkan Satu Data Indonesia,” ujarnya.
Diskusi tersebut menghadirkan dua pakar nasional, yakni Riko Priyatmo Ramudin dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan Novi Savarianti Fahrani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Riko menekankan pentingnya integrasi sistem kearsipan sebagai implementasi Perpres Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Ia juga menyebut Aceh akan menjadi pusat referensi arsip kebencanaan nasional.
Kepala Arsip dan Museum USK, Husni Friady, M.M., menambahkan bahwa USK memiliki 41 SDM kearsipan dengan berbagai jenjang keahlian, serta mengelola 108 unit kearsipan dari total 302 unit kerja. “Kami siap bersinergi untuk memastikan sistem kearsipan USK semakin adaptif dan terstandarisasi,” katanya.
Penyusunan grand design ini diharapkan menjadi pedoman baku bagi instansi pusat, daerah, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan tertib administrasi kearsipan sesuai amanat UU Nomor 43 Tahun 2009. Sinergi antara ANRI, BRIN, dan perguruan tinggi diyakini akan menciptakan sistem yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu menjaga memori kolektif bangsa bagi generasi mendatang. []



















