• Tentang Kami
Wednesday, July 15, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Memahami Kosmik Intelijen dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad by Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
March 14, 2025
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Memahami Kosmik Intelijen dalam Pertahanan dan Keamanan Negara
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad.
Dosen UIN Ar-Raniry, Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

Beberapa tahun yang lalu, saya mengisi agenda di Kodam Iskandar Muda, yakni Apel Dansat. Dalam acara itu, saya diminta untuk berbicara tentang ancaman non-militer (non-military threat). Intinya, melihat ancaman terhadap negara, bukan dari kekuatan militer. Dalam sesi presentasi, saya mengutip satu pandangan jenderal dari Pakistan yang mengatakan tentang manusia supra (supra individuals) yang mampu mengendalikan konflik di berbagai negara.  Nama jenderal tersebut adalah Raheel Sharif, Komandan Militer Pakistan. Dia menuturkan bahwa musuh itu bisa saja “lives within us and looks like us.”

Topik ini juga saya paparkan di hadapan Intelkam, Polda Aceh. Di samping itu, juga beberapa diskusi terbatas tentang strategis dan arah ancaman terhadap negara, terutama dengan perwakilan Kementerian Pertahanan di provinsi Aceh.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Diskusi manusia supra dalam operasi intelijen memang telah saya dalami sejak tahun 2008. Kelompok ini, sebagaimana dipaparkan oleh Raheel Sharif, mereka sangat berbahaya, karena kemampuan mengendalikan suatu kawasan. Mereka sangat boleh jadi bersama di dalam diri kita dan mirip seperti kita.

Sepintas tidak ada yang aneh dengan pernyataan di atas. Namun, ketika dikatakan musuh itu dapat menyelinap dalam diri kita, maka itu merupakan proses pembajakan jiwa dan badan seseorang. Mereka dapat melakukan apapun dengan mengontrol dari jarak jauh, tentang apapun yang ingin dilakukan oleh seseorang.

Kemampuan itu lantas bisa memunculkan kegaduhan di mana-mana. Kemampuan untuk membaca, membajak, dan mengendalikan tingkah laku, rupanya mendapatkan perhatian serius dari Michio Kaku, dalam beberapa karyanya.

Jiwa manusia merupakan mikro-kosmos, sedangkan alam semesta adalah makro-kosmos.

Beberapa negara memiliki direktorat khusus yang membidangi tentang Kosmik Intelijen. Kemampuan mengendalikan diri, merubah diri, dan berpikir serta berperilaku secara kedirian merupakan bagian dari intelijen kosmik.

Demikian pula, bidang kajian kemestaan juga merupakan bagian dari kajian intelijen kosmik. Di sini, gerak alam dan tubuh manusia yang memiliki energi kosmik, dapat dijadikan bahan kajian dalam dunia intelijen. Gerak alam sangat menentukan perilaku manusia. Demikian pula, gerak manusia juga sangat ditentukan oleh gerak alam itu sendiri. Siapapun yang memahami kedua gerakan ini, merekalah yang dikenal sebagai manusia supra.

Kemampuan untuk mengoleksi informasi alam memang bukan pekerjaan mudah. Saat ini, mereka yang memiliki kemampuan finansial astrologi, mampu digunakan dalam jual beli saham. Mereka yang piawai di dalam kemampuan ini, mampu memutuskan keputusan besar hanya berdasarkan pada gerak alam, termasuk bulu-bulu di tangan mereka sendiri.

Semua gerak alam yang penuh energi bukan sesuatu kebetulan. Ada pesan khusus bagi mereka yang mampu memahami dan menafsirkannya. Karena itu, mereka yang paham akan dunia “perkalian kosmik” ini tidak begitu sulit di dalam memutuskan hal-hal strategis.

Bayangkan, jika hal di atas diterapkan pada konteks pertahan dan keamanan negara, khususnya di dalam memproduksi perkiraan intelijen. Atau, mereka yang mampu melakukan produk intelijen, misalnya, analisa strategis berdasarkan pada kemampuan mikro dan makro kosmik intelijen.

Ditambah lagi, jika beberapa manusia supra mampu mengendalikan energi kosmik ini pada peperangan, kegaduhan, dan kerusuhan. Atau, mereka yang sangat paham bahwa suatu peristiwa besar harus terjadi di negeri mereka, karena gerak kosmik mengharuskan kejadian tersebut berlaku atau terjadi.

Ketika berjumpa dengan mereka yang menekuni intelijen strategis (strategic intelligence), kami berdiskusi bagaimana kekuatan “radar kosmik” yang memiliki wilayah teritorial secara telekinesis. Rupanya, setiap negara memiliki “manusia supra” yang memiliki kekuatan “radar kosmik” untuk melakukan penginderaan jarak jauh.

Mereka memiliki kemampuan membaca isi pikiran para pemimpin. Sehingga, untuk menghalangi “radar kosmik” biasanya, mereka yang memutuskan hal-hal yang bersifat strategis, memiliki kekuatan perisai intelijen (shield intelligence). Misalnya, agak sulit membaca isi pikiran atau kebatinan seorang, sebab sejak hari dia dilantik, maka perisai intelijen telah dikenakan pada dirinya, supaya tidak mudah dibaca dan dikontrol oleh musuh.

Untuk itu, presiden memiliki beberapa rahasia yang tidak pernah boleh dia bongkar ke publik. Selain itu, secara kosmik dia pun tidak boleh mengunjungi beberapa tempat, baik di dalam maupun luar negeri.

Di Indonesia, seorang Presiden paling tidak direkomendasikan untuk berkunjung ke Kediri, Jawa Timur. Sebab, secara “drama kosmik”, kalau nekat ke Kediri, diprediksi Presiden tersebut akan jatuh ketika dia berkuasa.

Demikian pula, tempat yang paling sering dikunjungi, kendati hanya beberapa saat, adalah provinsi Aceh. Karena energi kosmik provinsi ini sangat jauh berbeda dengan provinsi-provinsi lainnya di Indonesia. Tidak mengherankan nantinya beberapa tanah di Aceh, akan dikumpulkan untuk kekuatan kosmik, bagi mereka yang sedang berkuasa di Indonesia.

Semua hal di atas, mereka terkesan tidak ilmiah. Namun, ketika beberapa sarjana sains dan fisika mengkaji tentang kekuatan manusia dan alam semesta. Beberapa hal yang membuat kita penasaran tentang situasi kebangsaan, biasanya akan terjawab dengan kajian intelijen kosmik.

Kekuatan intelijen juga bisa dijadikan sebagai basis untuk menghancurkan sebuah negara, yang dikenal sebagai perang kosmik (cosmic war).

Dalam buku Terror in the Mind of God (2000), Mark Juergensmeyer memperkenalkan konsep Cosmic War, dimana alasan-alasan yang sangat metafisika atau abstrak, dapat diterjemahkan ke dalam realitas sosial, yang dapat memicu sebuah konflik atau perang.

Karena itu, ketika terjadi kegaduhan (dalam bahasa perwayanga, huru hara dan goro-goro), maka itu bukan hanya dari ambisi manusia durjana, tetapi juga ada peran alam yang merespon bagaimana tingkah laku manusia terhadapnya.

Karena itu, dataran Kosmologi Jawa, misalnya, sangat penting untuk hidup selaras antara alam dan manusia. Kalau terjadi ketidakseimbangan, maka potensi bencana tidak perlu dicari jawabannya dari peramal, sebab hal tersebut akan muncul dalam ilmu “matematika kosmik.”

Dalam konteks ini, manusia supra akan terus memonitor apa yang harus dilakukannya untuk menciptakan peperangan dan kerusahan, dalam perspektif “matematika kosmik” sebagai bagian dari intelijen kosmik []

Tags: acehintelijenKeamanan NegaraKosmik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

Kamaruzzaman Bustamam Ahmad adalah Antropolog. Berdomisili di Aceh.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Horor Perjalanan Belum Berakhir

Horor Perjalanan Belum Berakhir

July 10, 2026
BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

BPMA dan Polda Aceh Perkuat Pengamanan Blok A Medco E&P Malaka

July 10, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Risman Rachman.

Manajemen Solusi, Bagaimana Menerapkannnya?

March 15, 2025
Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

Pemerintah Luncurkan Gernas RANA, Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah

July 12, 2026
Jejak Pusaka (Heritage Trail) Sebagai Media Membaca Kembali Cita-Cita Darussalam

Jejak Pusaka (Heritage Trail) Sebagai Media Membaca Kembali Cita-Cita Darussalam

July 8, 2026

EDITOR'S PICK

Runtuhan Tebing Ketol Aceh Tengah, Ini Langkah Teknis Kementerian PU

Runtuhan Tebing Ketol Aceh Tengah, Ini Langkah Teknis Kementerian PU

February 8, 2026
UIN Ar-Raniry Terima 800 Mahasiswa Baru Jalur SNBP, Ini Jadwal dan Syarat Daftar Ulangnya

4 Jurnal UIN Ar-Raniry Tembus Q1, El-Usrah Terbaik di Bidang Antropologi versi SJR

April 9, 2025
Mualem Start Distribusi Logistik, Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Mualem Start Distribusi Logistik, Aceh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

November 19, 2025
Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

Dulu Melawan, Kini Membuktikan: Blok Andaman dan Ujian Generasi Pasca-Helsinki

June 16, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.