• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 9, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

Diskusi publik membongkar politik transisi energi dan dampak proyek panas bumi terhadap warga. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA | SAGOE TV – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) membongkar praktik transisi energi panas bumi yang dinilai menyimpang dari prinsip keadilan sosial dan ekologis. Transisi energi yang selama ini dipromosikan sebagai solusi krisis iklim justru disebut mereproduksi model pembangunan ekstraktif dengan kemasan hijau.

Pembongkaran tersebut disampaikan dalam peluncuran laporan bertajuk “Ekstraktivisme Hijau: Panas Bumi dan Kolonialisme Energi Global”. Acara ini dirangkaikan dengan diskusi publik, pameran foto, dan temu komunitas yang menghadirkan suara warga terdampak proyek panas bumi, Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

Koordinator JATAM, Melky Nahar, menegaskan bahwa panas bumi secara sistematis diposisikan sebagai energi bersih dan rendah karbon, meskipun memiliki daya rusak sosial dan ekologis yang signifikan. Hingga kini, tercatat sedikitnya 64 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan luas mencapai sekitar 3,9 juta hektar, yang sebagian besar berada di kawasan hutan, wilayah adat, ruang hidup masyarakat, serta daerah rawan bencana.

“Energi tidak pernah netral. Dalam transisi energi, yang berubah hanya komoditas dan narasinya, tetapi daya rusaknya justru meluas. Melabeli energi sebagai ‘bersih’ hanya berdasarkan hitungan emisi adalah penyederhanaan yang berbahaya,” kata Melky.

JATAM menilai proyek panas bumi saat ini tidak mengubah watak pembangunan ekstraktif, melainkan memperkuatnya. Dalam kerangka kolonialisme energi global, Indonesia diposisikan sebagai pemasok energi hijau bagi pasar internasional. Risiko sosial dan ekologis ditanggung masyarakat lokal, sementara manfaat ekonomi dan klaim keberhasilan transisi energi dinikmati negara dan pasar global.

Diskusi tersebut juga menyoroti peran negara yang dinilai tidak netral. Negara disebut aktif memuluskan ekspansi proyek panas bumi melalui perubahan regulasi, pelemahan perlindungan kawasan hutan, hingga kriminalisasi warga yang menolak proyek. Panas bumi bahkan tidak lagi dikategorikan sebagai kegiatan pertambangan, sehingga pengawasan dan perlindungan lingkungan dinilai semakin lemah.

Dampak nyata proyek panas bumi tercatat di sejumlah wilayah. Di Sorik Marapi, Mandailing Natal, kebocoran gas hidrogen sulfida menyebabkan kematian warga dan puluhan korban gangguan kesehatan. Kasus serupa terjadi di Mataloko dan Ulumbu, Flores, berupa semburan lumpur panas, pencemaran air, serta paparan logam berat yang mengancam kesehatan dan penghidupan masyarakat.

Sekolah Ekonomika Demokratik, Hendro Sangkoyo, menyebut masyarakat Indonesia seperti dijadikan objek percobaan industri energi global. “Kenyamanan energi yang kita nikmati berdiri di atas derita dan darah orang lain,” ujarnya.

Selain itu, dampak proyek panas bumi juga dinilai memperparah ketidakadilan gender. Perwakilan Perempuan Mahardhika, Vivi Widyawati, menegaskan bahwa politik transisi energi bersifat maskulin karena dikendalikan elit teknokrat dan mengabaikan pengalaman serta pengetahuan perempuan.

“Perempuan menghadapi beban berlapis akibat rusaknya sumber air, menurunnya produksi pangan, hingga kriminalisasi saat berada di garis depan perlawanan,” kata Vivi.

JATAM menyimpulkan bahwa selama paradigma pembangunan ekstraktif dan orientasi pasar global tidak diubah, proyek transisi energi panas bumi hanya akan menciptakan korban baru. Transisi energi, menurut mereka, tidak boleh semata dipahami sebagai persoalan teknologi dan investasi, melainkan sebagai arena politik yang menentukan keselamatan rakyat dan masa depan ruang hidup masyarakat. []

Tags: JATAMlingkunganPanas BumipolitikTransisi Energi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen
News

Wagub Aceh Bahas Masa Depan PTS, Beasiswa hingga Peningkatan Kualitas Dosen

by SAGOE TV
July 21, 2026
Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya
News

Warga Isi BBM di Aceh Tenggara Kini Wajib Tunjukkan STNK, Ini Aturan Lengkapnya

by Zuhri Noviandi
July 21, 2026
Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh
News

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh

by SAGOE TV
July 21, 2026
UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi
News

UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi

by SAGOE TV
July 21, 2026
IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya
News

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

by SAGOE TV
July 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Aceh Besar Gelar Pertemuan Awal Rencana Musrenbang RKPD 2026

Aceh Besar Gelar Pertemuan Awal Rencana Musrenbang RKPD 2026

January 8, 2025
Etnomatematika, Sang Penyelamat Siswa dari Miskonsepsi Matematika

Etnomatematika, Sang Penyelamat Siswa dari Miskonsepsi Matematika

March 25, 2025
Illiza Dorong Kolaborasi Banda Aceh–Jepang Menuju Kota Tangguh Bencana

Illiza Dorong Kolaborasi Banda Aceh–Jepang Menuju Kota Tangguh Bencana

July 25, 2025
Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Batch 2, Gratis untuk 30 Ribu Peserta

May 18, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.