• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 9, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
JATAM Bongkar “Politik Sesat” Transisi Energi Panas Bumi, Dinilai Rugikan Warga

Diskusi publik membongkar politik transisi energi dan dampak proyek panas bumi terhadap warga. Foto: for Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA | SAGOE TV – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) membongkar praktik transisi energi panas bumi yang dinilai menyimpang dari prinsip keadilan sosial dan ekologis. Transisi energi yang selama ini dipromosikan sebagai solusi krisis iklim justru disebut mereproduksi model pembangunan ekstraktif dengan kemasan hijau.

Pembongkaran tersebut disampaikan dalam peluncuran laporan bertajuk “Ekstraktivisme Hijau: Panas Bumi dan Kolonialisme Energi Global”. Acara ini dirangkaikan dengan diskusi publik, pameran foto, dan temu komunitas yang menghadirkan suara warga terdampak proyek panas bumi, Kamis (29/1/2026).

BACA JUGA

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa: Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI

Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Koordinator JATAM, Melky Nahar, menegaskan bahwa panas bumi secara sistematis diposisikan sebagai energi bersih dan rendah karbon, meskipun memiliki daya rusak sosial dan ekologis yang signifikan. Hingga kini, tercatat sedikitnya 64 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan luas mencapai sekitar 3,9 juta hektar, yang sebagian besar berada di kawasan hutan, wilayah adat, ruang hidup masyarakat, serta daerah rawan bencana.

“Energi tidak pernah netral. Dalam transisi energi, yang berubah hanya komoditas dan narasinya, tetapi daya rusaknya justru meluas. Melabeli energi sebagai ‘bersih’ hanya berdasarkan hitungan emisi adalah penyederhanaan yang berbahaya,” kata Melky.

JATAM menilai proyek panas bumi saat ini tidak mengubah watak pembangunan ekstraktif, melainkan memperkuatnya. Dalam kerangka kolonialisme energi global, Indonesia diposisikan sebagai pemasok energi hijau bagi pasar internasional. Risiko sosial dan ekologis ditanggung masyarakat lokal, sementara manfaat ekonomi dan klaim keberhasilan transisi energi dinikmati negara dan pasar global.

Diskusi tersebut juga menyoroti peran negara yang dinilai tidak netral. Negara disebut aktif memuluskan ekspansi proyek panas bumi melalui perubahan regulasi, pelemahan perlindungan kawasan hutan, hingga kriminalisasi warga yang menolak proyek. Panas bumi bahkan tidak lagi dikategorikan sebagai kegiatan pertambangan, sehingga pengawasan dan perlindungan lingkungan dinilai semakin lemah.

Baca Juga:  Prodi S3 Studi Islam UIN Ar-Raniry Terima Mahasiswa Baru

Dampak nyata proyek panas bumi tercatat di sejumlah wilayah. Di Sorik Marapi, Mandailing Natal, kebocoran gas hidrogen sulfida menyebabkan kematian warga dan puluhan korban gangguan kesehatan. Kasus serupa terjadi di Mataloko dan Ulumbu, Flores, berupa semburan lumpur panas, pencemaran air, serta paparan logam berat yang mengancam kesehatan dan penghidupan masyarakat.

Sekolah Ekonomika Demokratik, Hendro Sangkoyo, menyebut masyarakat Indonesia seperti dijadikan objek percobaan industri energi global. “Kenyamanan energi yang kita nikmati berdiri di atas derita dan darah orang lain,” ujarnya.

Selain itu, dampak proyek panas bumi juga dinilai memperparah ketidakadilan gender. Perwakilan Perempuan Mahardhika, Vivi Widyawati, menegaskan bahwa politik transisi energi bersifat maskulin karena dikendalikan elit teknokrat dan mengabaikan pengalaman serta pengetahuan perempuan.

“Perempuan menghadapi beban berlapis akibat rusaknya sumber air, menurunnya produksi pangan, hingga kriminalisasi saat berada di garis depan perlawanan,” kata Vivi.

JATAM menyimpulkan bahwa selama paradigma pembangunan ekstraktif dan orientasi pasar global tidak diubah, proyek transisi energi panas bumi hanya akan menciptakan korban baru. Transisi energi, menurut mereka, tidak boleh semata dipahami sebagai persoalan teknologi dan investasi, melainkan sebagai arena politik yang menentukan keselamatan rakyat dan masa depan ruang hidup masyarakat. []

Tags: JATAMlingkunganPanas BumipolitikTransisi Energi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI
News

Kolaborasi UIN Ar-Raniry dan Badan Bahasa: Dorong Literasi, BIPA, hingga UKBI

by SAGOE TV
April 21, 2026
Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri
News

Banda Aceh Experience City Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

by SAGOE TV
April 21, 2026
Apa yang Berubah di JKA? Ini Penjelasan Mualem soal Penyesuaian dan Nilai Keadilan Sosial
News

Apa yang Berubah di JKA? Ini Penjelasan Mualem soal Penyesuaian dan Nilai Keadilan Sosial

by SAGOE TV
April 21, 2026
26 Jamaah Calon Haji UIN Ar-Raniry Dilepas dengan Peusijuek, Ini Pesan Rektor
News

26 Jamaah Calon Haji UIN Ar-Raniry Dilepas dengan Peusijuek, Ini Pesan Rektor

by SAGOE TV
April 21, 2026
USK Teken MoU dengan Badan Bahasa, Dorong UKBI dan Program BIPA untuk Mahasiswa
News

USK Teken MoU dengan Badan Bahasa, Dorong UKBI dan Program BIPA untuk Mahasiswa

by SAGOE TV
April 21, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Pegawai Kontrak Tuntut Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Pemerintah Aceh Janji Perjuangkan

Pegawai Kontrak Tuntut Diangkat Jadi PPPK Penuh Waktu, Pemerintah Aceh Janji Perjuangkan

January 14, 2025
Pangdam IM Ajak Warga Aceh Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Tingkatkan Iman

Pangdam IM Ajak Warga Aceh Jadikan Isra Mi’raj Sebagai Momentum Tingkatkan Iman

January 27, 2025
Pentingnya Penilaian Dan Evaluasi Koleksi Perpustakaan

Pentingnya Penilaian Dan Evaluasi Koleksi Perpustakaan

April 11, 2023
Turnamen Voli UIA Cup II Diikuti 16 Tim

Turnamen Voli UIA Cup II Diikuti 16 Tim

February 12, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.