• Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Membaca Ulang Patologi Sosial Aceh Pasca Konflik dan Tsunami

Anna Rizatil by Anna Rizatil
February 3, 2026
in Resensi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Membaca Ulang Patologi Sosial Aceh Pasca Konflik dan Tsunami
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN

Potret Baru Patologi Sosial ditulis oleh para akademisi Aceh yang memiliki kepedulian kuat terhadap dinamika dan perubahan sosial yang terus berlangsung di Aceh. Para penulis tidak hanya berangkat dari tradisi keilmuan lokal, tetapi juga dari pengalaman akademik yang beragam, termasuk latar pendidikan luar negeri. Perpaduan ini memperkaya sudut pandang analisis yang ditawarkan, sehingga pembacaan terhadap persoalan-persoalan sosial Aceh disajikan secara kritis, kontekstual dan relevan dengan tantangan kekinian.

Potret Baru Patologi Sosial ditulis sebagai ikhtiar menghadirkan pembacaan baru atas berbagai persoalan sosial di Aceh. Buku bersama ini mengulas patologi sosial secara komprehensif, mulai dari aspek konseptual, realitas empiris yang didukung data, hingga analisis kebijakan yang selama ini diterapkan. Melalui pendekatan multidisipliner, para penulis juga menawarkan berbagai gagasan dan alternatif penyelesaian sebagai upaya memahami sekaligus merespons masalah-masalah sosial Aceh secara lebih kritis dan kontekstual.

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Buku ini disusun secara komprehensif dalam 17 bab. Bab pertama berisi pendahuluan yang mengantarkan pembaca pada urgensi isu patologi sosial yang dibahas dalam buku ini. Bab kedua menjelaskan proses penulisan buku sejak awal hingga akhir, yang penting sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas karya kolektif ini.
Bab ketiga mempertanyakan mengapa “sakit sosial” terjadi di Aceh, sementara bab keempat menyoroti ketidaksinkronan antara wacana dan praktik pembangunan melalui bab berjudul Membangun Aceh dalam Paradoks dan Dilema. Bab kelima mengulas persoalan perlindungan anak yang berhadapan dengan realitas sosial yang kian menggelisahkan. Bab keenam menguraikan masifnya distorsi sosial yang tengah berlangsung, sedangkan bab ketujuh berupaya mengidentifikasi berbagai gejala patologi sosial yang berkembang dalam masyarakat Aceh.

Baca Juga:  Transformasi Pendidikan Aceh: Menjawab Tantangan Teknologi dan Perubahan Sosial

Bab kedelapan membahas potensi pendidikan agama dalam menangkal degradasi moral generasi milenial. Namun, pada bab kesembilan ditunjukkan sisi lain realitas pendidikan agama melalui pengungkapan fenomena perundungan dan kekerasan seksual yang juga terjadi di lingkungan tersebut. Bab kesepuluh menghadirkan tawaran mengenai potensi dayah di Aceh sebagai salah satu instrumen pencegahan patologi sosial.

Bab kesebelas mengulas peran strategis penyuluh agama dalam mencegah degradasi moral, yang kemudian dilanjutkan pada bab kedua belas dengan pembahasan mengenai peran media dan urgensi penyaringan informasi, khususnya terkait isu kekerasan seksual. Bab ketiga belas menyoroti bagaimana perempuan Aceh seharusnya dimaknai dalam relasi gender yang adil dan setara.

Selanjutnya, bab keempat belas mengulas konsep memerangi ujaran kebencian (hate speech) dalam konteks pemilihan umum. Bab kelima belas membahas posisi Gerakan SieBreuh sebagai gerakan sosial yang berpotensi mendorong perubahan dalam masyarakat. Bab keenam belas mengkaji pergeseran pola penyelesaian sengketa adat di Aceh yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.

Buku ini diakhiri dengan bab penutup yang secara khusus disusun oleh editor untuk membantu pembaca menangkap benang merah serta gagasan utama yang ingin disampaikan dalam keseluruhan isi buku. Buku ini berupaya menawarkan secuil harapan di tengah kompleksitas persoalan sosial yang membelit Aceh. Setidaknya, kehadirannya dapat menjadi setitik air bagi dahaga akan pemahaman yang jernih dan ikhtiar solusi yang membumi. Disusun dengan bahasa yang populer namun tetap bernas secara akademik, buku ini tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi dan pengambil kebijakan, tetapi juga dapat dibaca dan dipahami oleh masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Aceh.

Judul Buku : Aceh 2023 : potret Baru Patologi Sosial
Penulis : Amirul Haq RD, Apridar, Aufa Miranti, Fuad Mardhatillah UY. Tiba, Helmi, Iswadi, Juanda Djamal, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Mahmudi, Masrur, Maulana Iban Salda, Miswari, Muhammad Aminullah, Rahmad Syah Putra, Saiful Akmal, Sulaiman Tripa, Teuku Muttaqin Mansur, Yuda Alfitra
Editor : Mukhlisuddin Ilyas, Sulaiman Tripa & M. Adli Abdullah
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-151-7
Cetakan : 2022
Jumlah Halaman : viii + 262 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801

Baca Juga:  Musriadi: Hardikda 2025 Momentum Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa Aceh
Tags: acehBandar PublishingBukukonflikresensiTsunami
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Anna Rizatil

Anna Rizatil

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

April 10, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

April 12, 2026
Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

April 12, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026

EDITOR'S PICK

Kesalahan Umum Startup dan Perjalanan Bisnis Anak Muda

Kesalahan Umum Startup dan Perjalanan Bisnis Anak Muda

April 19, 2025
Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis, Wagub Aceh Bertemu Dirut Semen Indonesia

Bahas SIA Laweung dan Pelabuhan Strategis, Wagub Aceh Temui Dirut Semen Indonesia

July 31, 2025
Aceh Raih Dua Penghargaan di IMTI 2025, Masuk Lima Besar Destinasi Wisata Ramah Muslim

Aceh Raih Dua Penghargaan di IMTI 2025, Masuk Lima Besar Destinasi Wisata Ramah Muslim

October 10, 2025
Hadiah Kemerdekaan dari Presiden Prabowo: 18 Agustus Libur Nasional hingga Diskon Besar

Hadiah Kemerdekaan dari Presiden Prabowo: 18 Agustus Libur Nasional hingga Diskon Besar

August 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.