Oleh: ANDRI SAFRIZAL
Alumnus STIAPEN
Potret Baru Patologi Sosial ditulis oleh para akademisi Aceh yang memiliki kepedulian kuat terhadap dinamika dan perubahan sosial yang terus berlangsung di Aceh. Para penulis tidak hanya berangkat dari tradisi keilmuan lokal, tetapi juga dari pengalaman akademik yang beragam, termasuk latar pendidikan luar negeri. Perpaduan ini memperkaya sudut pandang analisis yang ditawarkan, sehingga pembacaan terhadap persoalan-persoalan sosial Aceh disajikan secara kritis, kontekstual dan relevan dengan tantangan kekinian.
Potret Baru Patologi Sosial ditulis sebagai ikhtiar menghadirkan pembacaan baru atas berbagai persoalan sosial di Aceh. Buku bersama ini mengulas patologi sosial secara komprehensif, mulai dari aspek konseptual, realitas empiris yang didukung data, hingga analisis kebijakan yang selama ini diterapkan. Melalui pendekatan multidisipliner, para penulis juga menawarkan berbagai gagasan dan alternatif penyelesaian sebagai upaya memahami sekaligus merespons masalah-masalah sosial Aceh secara lebih kritis dan kontekstual.
Buku ini disusun secara komprehensif dalam 17 bab. Bab pertama berisi pendahuluan yang mengantarkan pembaca pada urgensi isu patologi sosial yang dibahas dalam buku ini. Bab kedua menjelaskan proses penulisan buku sejak awal hingga akhir, yang penting sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah atas karya kolektif ini.
Bab ketiga mempertanyakan mengapa “sakit sosial” terjadi di Aceh, sementara bab keempat menyoroti ketidaksinkronan antara wacana dan praktik pembangunan melalui bab berjudul Membangun Aceh dalam Paradoks dan Dilema. Bab kelima mengulas persoalan perlindungan anak yang berhadapan dengan realitas sosial yang kian menggelisahkan. Bab keenam menguraikan masifnya distorsi sosial yang tengah berlangsung, sedangkan bab ketujuh berupaya mengidentifikasi berbagai gejala patologi sosial yang berkembang dalam masyarakat Aceh.
Bab kedelapan membahas potensi pendidikan agama dalam menangkal degradasi moral generasi milenial. Namun, pada bab kesembilan ditunjukkan sisi lain realitas pendidikan agama melalui pengungkapan fenomena perundungan dan kekerasan seksual yang juga terjadi di lingkungan tersebut. Bab kesepuluh menghadirkan tawaran mengenai potensi dayah di Aceh sebagai salah satu instrumen pencegahan patologi sosial.
Bab kesebelas mengulas peran strategis penyuluh agama dalam mencegah degradasi moral, yang kemudian dilanjutkan pada bab kedua belas dengan pembahasan mengenai peran media dan urgensi penyaringan informasi, khususnya terkait isu kekerasan seksual. Bab ketiga belas menyoroti bagaimana perempuan Aceh seharusnya dimaknai dalam relasi gender yang adil dan setara.
Selanjutnya, bab keempat belas mengulas konsep memerangi ujaran kebencian (hate speech) dalam konteks pemilihan umum. Bab kelima belas membahas posisi Gerakan SieBreuh sebagai gerakan sosial yang berpotensi mendorong perubahan dalam masyarakat. Bab keenam belas mengkaji pergeseran pola penyelesaian sengketa adat di Aceh yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial.
Buku ini diakhiri dengan bab penutup yang secara khusus disusun oleh editor untuk membantu pembaca menangkap benang merah serta gagasan utama yang ingin disampaikan dalam keseluruhan isi buku. Buku ini berupaya menawarkan secuil harapan di tengah kompleksitas persoalan sosial yang membelit Aceh. Setidaknya, kehadirannya dapat menjadi setitik air bagi dahaga akan pemahaman yang jernih dan ikhtiar solusi yang membumi. Disusun dengan bahasa yang populer namun tetap bernas secara akademik, buku ini tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi dan pengambil kebijakan, tetapi juga dapat dibaca dan dipahami oleh masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Aceh.
Judul Buku : Aceh 2023 : potret Baru Patologi Sosial
Penulis : Amirul Haq RD, Apridar, Aufa Miranti, Fuad Mardhatillah UY. Tiba, Helmi, Iswadi, Juanda Djamal, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Mahmudi, Masrur, Maulana Iban Salda, Miswari, Muhammad Aminullah, Rahmad Syah Putra, Saiful Akmal, Sulaiman Tripa, Teuku Muttaqin Mansur, Yuda Alfitra
Editor : Mukhlisuddin Ilyas, Sulaiman Tripa & M. Adli Abdullah
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-151-7
Cetakan : 2022
Jumlah Halaman : viii + 262 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801



















