Oleh : Andri Safrizal
Alumnus STIAPEN
Para penulis buku ini merupakan akademisi dengan latar belakang keilmuan yang kuat. Di antara mereka terdapat profesor dan doktor yang aktif mengabdi di dunia pendidikan tinggi. Tidak hanya berkutat pada kegiatan mengajar dan penelitian, para penulis juga dikenal giat menulis dan mempublikasikan gagasan mereka dalam berbagai bentuk karya ilmiah, seperti jurnal akademik, artikel populer, maupun buku.
Abdi Abdul Wahab, yang lebih dikenal dengan Prof. Abdi, merupakan anak bungsu dari pasangan Abdul Wahab bin T. Johan dan Sri Kala binti Aman Arun. Ia lahir pada 9 April 1994 di Paya Tumpin, Aceh Tengah. Latar belakang keluarganya memiliki jejak historis yang kuat dalam perjalanan pemerintahan Aceh. Sang ayah, Abdul Wahab, dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Aceh karena pernah menjabat sebagai Bupati Aceh Tengah pertama. Karier kepemimpinannya kemudian berlanjut sebagai Bupati Aceh Besar, Wali Kota Kutaraja, dan Bupati Aceh Barat, sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Gubernur Aceh keenam. Latar sejarah dan tradisi kepemimpinan inilah yang turut membentuk perspektif intelektual Prof. Abdi dalam karya-karyanya.
Prof. Abdi merupakan sosok akademisi yang perjalanan kariernya sarat dengan nilai inspiratif. Meski lahir dari keluarga dengan latar politik yang kuat, ia memilih menapaki jalan kesuksesan melalui prinsip kemandirian yang ditanamkan sejak dini. Kemandirian tersebut tidak hanya tercermin dalam pencapaian akademik, tetapi juga dalam kemampuannya mengelola kehidupan secara mandiri, termasuk bekerja paruh waktu selama masa studi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada masa studinya, Prof. Abdi menjalani pekerjaan-pekerjaan sederhana seperti menjadi tukang kebun dan petugas kebersihan di rumah penginapan. Pengalaman ini membentuk ketangguhan, kerendahan hati, dan etos kerja yang kuat. Bahkan ketika menghadapi perlakuan tidak menyenangkan dari pengunjung penginapan, ia memilih bersikap tenang dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga, alih-alih larut dalam kekecewaan.
Sikap dewasa dalam menghadapi tekanan dan kritik tersebut menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter Prof. Abdi. Ia menunjukkan bahwa kesuksesan tidak semata ditentukan oleh latar belakang sosial atau kemudahan akses, melainkan oleh ketekunan, keberanian, serta kemampuan untuk belajar dari setiap rintangan.
Nilai-nilai inilah yang kemudian mengantarkannya pada capaian-capaian signifikan dalam dunia akademik.Pengalaman hidup yang ditempuh dengan penuh kesederhanaan itu turut memengaruhi gaya kepemimpinan Prof. Abdi di Universitas Syiah Kuala. Ia dikenal sebagai pemimpin yang menekankan pentingnya proses, pengembangan diri, dan kemajuan kolektif. Kisah hidupnya menjadi pengingat bahwa integritas, kerja keras, dan kekuatan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun kesuksesan yang bermakna, baik bagi diri sendiri maupun bagi masyarakat luas.
Secara keseluruhan, buku ini tidak hanya menghadirkan gagasan dan refleksi akademik yang bernas, tetapi juga menawarkan keteladanan nilai-nilai kehidupan yang membumi. Melalui uraian yang jujur dan inspiratif, pembaca diajak memahami bahwa pengetahuan, integritas, dan kerja keras merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban dan kepemimpinan yang bermakna. Karena itu, buku ini layak dibaca tidak hanya oleh kalangan akademisi, tetapi juga oleh siapa pun yang ingin belajar tentang proses, keteguhan, dan makna kesuksesan yang sesungguhnya.
Judul Buku : Mereka Bicara Frofesor Abdi; Refleksi Usia 80 Tahun
Penulis : Alyasa’ Abubakar, Ajidar Matsyah, Bakti Siahaan, Eka Srimulyani, Husni Husin, Ismail, Mukhlisuddin Ilyas, Nazamuddin, Rinaldi Idroes, Sulastri, Sugiarto, Syahrizal Abbas, Syamsul Rizal
Penerbit : Bandar Publishing
ISBN : 978-623-449-415-0
Cetakan : 2024
Jumlah Halaman : xviii + 179 Halaman
Pemesanan Buku : +62811-688-801



















