• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Husaini by Husaini
February 24, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Bangunan sekolah tertimbun lumpur sisa banjir bandang akhir November 2025, siswa SMAN 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, belajar lesehan di atas terpal pada Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Husaini/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Dua bulan lebih setelah banjir bandang menerjang Aceh, sejumlah sekolah belum benar-benar pulih. Kelas berpindah ke tenda darurat, ruang belajar masih berlumpur, sementara guru dan siswa berusaha menjaga satu hal yang belum ikut hanyut: semangat untuk terus belajar.

AKHIR Januari lalu, tim liputan Sagoe TV kembali turun ke lapangan. Pilihannya jatuh ke Kabupaten Pidie Jaya, salah satu wilayah yang pukulannya terasa paling keras setelah bencana yang melanda Aceh-Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Dua bulan berlalu, tapi bekasnya masih terlihat jelas: di jalan, di rumah warga, juga di sekolah-sekolah.

Fokus liputan kami kali ini sederhana tapi penting: bagaimana nasib pendidikan anak-anak di Aceh setelah banjir bandang dan longsor itu.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Di SMA Negeri 2 Meureudu, sekolah yang dulu riuh oleh suara bel istirahat, kini masih dipenuhi lumpur. Ruang belajar belum bisa dipakai. Para siswa akhirnya belajar seadanya; lesehan, beralas terpal, di tenda darurat yang didirikan Kemendikdasmen.

Gambaran serupa terlihat di SMP Negeri 1 Meurah Dua. Ruang kelas belum benar-benar kembali, jadi pelajaran dipindahkan ke bawah tenda darurat. Anak-anak duduk di lantai, harus membungkuk saat mencatat, seolah berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang belum juga selesai.

Yang lebih menyayat justru terjadi di MIN Seunong. Banjir datang menyapu habis madrasah itu. Bangunan nyaris tak tersisa. Kini yang tampak hanya sisa pondasi pagar, seakan menjadi penanda bahwa di tempat itu pernah berdiri sebuah sekolah.

Namun di tengah semua keterbatasan itu, para guru memilih tidak ikut tenggelam bersama keadaan. Di SMA Negeri 2 Meureudu, salah satunya Cut Salmina, terus menjaga ritme belajar anak-anaknya. Mereka bahkan melahirkan semacam moto baru, kalimat sederhana yang terus diulang, juga untuk menguatkan diri sendiri.

“Walaupun sekolah penuh lumpur, semangat tidak boleh kendur. Walaupun sekolah penuh tanah, semangat tidak boleh punah.”

Kalimat itu kini seperti mantra kecil yang beredar di antara para siswa.

“Kita akan terus belajar, kita akan terus menyemangati siswa walaupun kondisi seperti ini. Moto itu akan terus kami gaungkan kepada siswa. Itu sebagai bentuk semangat untuk mereka,” kata Cut Salmina, sambil menyeka peluh di wajahnya siang itu.

Jika ingin melihat lebih dekat bagaimana anak-anak itu tetap belajar di tengah lumpur dan ruang kelas yang belum pulih, Anda dapat membaca laporan mendalam Sagoe TV dalam artikel “Pendidikan Aceh Pascabanjir: Siswa Belajar di Atas Lumpur.”

Kisah lain yang tak kalah menyentuh, tentang perjuangan Cut Salmina menjaga asa murid-murid korban banjir, juga bisa Anda temukan di Teras.id. Sebuah potret kecil tentang bagaimana harapan tetap dijaga, bahkan ketika ruang kelas masih dipenuhi lumpur. Selamat membaca. []

Tags: AcehAnak AcehBanjirbencanaEditorialpendidikanPendidikan AcehSagoe TVTeaser
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Husaini

Husaini

Bergabung dengan Sagoe TV sejak awal 2025. Menulis soal isu-isu olahraga, sosial, budaya, kebijakan publik, ekonomi, serta politik.

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Tim SAR Bireuen Fokus Evakuasi Warga Terjebak Banjir dan Cari Korban Hilang

Tim SAR Bireuen Fokus Evakuasi Warga Terjebak Banjir dan Cari Korban Hilang

November 29, 2025
Kemenag Aceh Targetkan Tanam 20 Ribu Pohon Produktif di Lahan Wakaf

Kemenag Aceh Targetkan Tanam 20 Ribu Pohon Produktif di Lahan Wakaf

December 14, 2024
Menag Nasaruddin Umar Aceh Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia

Menag Nasaruddin Umar: Aceh Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia

August 12, 2026
Sekolah Garuda Hadir di Aceh, Wamen Isyana Bagoes Oka Targetkan Generasi Berdaya Saing Global

Sekolah Garuda Hadir di Aceh, Wamen Isyana Bagoes Oka Targetkan Generasi Berdaya Saing Global

October 9, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.