• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Husaini by Husaini
February 24, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Bangunan sekolah tertimbun lumpur sisa banjir bandang akhir November 2025, siswa SMAN 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, belajar lesehan di atas terpal pada Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Husaini/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Dua bulan lebih setelah banjir bandang menerjang Aceh, sejumlah sekolah belum benar-benar pulih. Kelas berpindah ke tenda darurat, ruang belajar masih berlumpur, sementara guru dan siswa berusaha menjaga satu hal yang belum ikut hanyut: semangat untuk terus belajar.

AKHIR Januari lalu, tim liputan Sagoe TV kembali turun ke lapangan. Pilihannya jatuh ke Kabupaten Pidie Jaya, salah satu wilayah yang pukulannya terasa paling keras setelah bencana yang melanda Aceh-Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Dua bulan berlalu, tapi bekasnya masih terlihat jelas: di jalan, di rumah warga, juga di sekolah-sekolah.

Fokus liputan kami kali ini sederhana tapi penting: bagaimana nasib pendidikan anak-anak di Aceh setelah banjir bandang dan longsor itu.

BACA JUGA

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Di SMA Negeri 2 Meureudu, sekolah yang dulu riuh oleh suara bel istirahat, kini masih dipenuhi lumpur. Ruang belajar belum bisa dipakai. Para siswa akhirnya belajar seadanya; lesehan, beralas terpal, di tenda darurat yang didirikan Kemendikdasmen.

Gambaran serupa terlihat di SMP Negeri 1 Meurah Dua. Ruang kelas belum benar-benar kembali, jadi pelajaran dipindahkan ke bawah tenda darurat. Anak-anak duduk di lantai, harus membungkuk saat mencatat, seolah berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang belum juga selesai.

Yang lebih menyayat justru terjadi di MIN Seunong. Banjir datang menyapu habis madrasah itu. Bangunan nyaris tak tersisa. Kini yang tampak hanya sisa pondasi pagar, seakan menjadi penanda bahwa di tempat itu pernah berdiri sebuah sekolah.

Namun di tengah semua keterbatasan itu, para guru memilih tidak ikut tenggelam bersama keadaan. Di SMA Negeri 2 Meureudu, salah satunya Cut Salmina, terus menjaga ritme belajar anak-anaknya. Mereka bahkan melahirkan semacam moto baru, kalimat sederhana yang terus diulang, juga untuk menguatkan diri sendiri.

“Walaupun sekolah penuh lumpur, semangat tidak boleh kendur. Walaupun sekolah penuh tanah, semangat tidak boleh punah.”

Kalimat itu kini seperti mantra kecil yang beredar di antara para siswa.

Baca Juga:  Meninjau Kembali Wewenang Pemerintahan Daerah dalam Bingkai Otonomi dan Efektivitas Pelayanan Publik

“Kita akan terus belajar, kita akan terus menyemangati siswa walaupun kondisi seperti ini. Moto itu akan terus kami gaungkan kepada siswa. Itu sebagai bentuk semangat untuk mereka,” kata Cut Salmina, sambil menyeka peluh di wajahnya siang itu.

Jika ingin melihat lebih dekat bagaimana anak-anak itu tetap belajar di tengah lumpur dan ruang kelas yang belum pulih, Anda dapat membaca laporan mendalam Sagoe TV dalam artikel “Pendidikan Aceh Pascabanjir: Siswa Belajar di Atas Lumpur.”

Kisah lain yang tak kalah menyentuh, tentang perjuangan Cut Salmina menjaga asa murid-murid korban banjir, juga bisa Anda temukan di Teras.id. Sebuah potret kecil tentang bagaimana harapan tetap dijaga, bahkan ketika ruang kelas masih dipenuhi lumpur. Selamat membaca. []

Tags: acehAnak AcehBanjirbencanaEditorialpendidikanPendidikan AcehSagoe TVTeaser
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Husaini

Husaini

Bergabung dengan Sagoe TV sejak awal 2025. Menulis soal isu-isu olahraga, sosial, budaya, kebijakan publik, ekonomi, serta politik.

Related Posts

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global
Opini

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

by Anna Rizatil
April 17, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz
Opini

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

by Anna Rizatil
April 10, 2026
Bagaimana Memahami Kemenangan Iran
Opini

Bagaimana Memahami Kemenangan Iran?

by Anna Rizatil
April 8, 2026
Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran
Opini

Zaman Batu dalam Perang Narasi AS-Iran

by SAGOE TV
April 5, 2026
Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia
Opini

Spiritualitas Iran Membentuk Masa Depan Dunia

by Anna Rizatil
April 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Masjid Cut Meutia Jakarta

Masjid Cut Meutia Jakarta

March 20, 2025
USK Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Ini Sosoknya

USK Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Ini Sosoknya

October 30, 2024
Dekan FDK Ucapkan Selamat atas Peresmian Laboratorium Prof. Ali Hasjmy Prodi Kesos

Prodi Kesejahteraan Sosial FDK UIN Ar-Raniry Kini Miliki Laboratorium Prof Ali Hasjmy

January 8, 2026
Mualem ke BKN: Aceh Butuh Birokrasi Lincah dan Responsif, Nasib Non-ASN Harus Jadi Prioritas

Mualem ke BKN: Aceh Butuh Birokrasi Lincah dan Responsif, Nasib Non-ASN Harus Jadi Prioritas

July 3, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.