• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Husaini by Husaini
February 24, 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pendidikan Aceh Setelah Banjir Bandang: Antara Lumpur dan Harapan

Bangunan sekolah tertimbun lumpur sisa banjir bandang akhir November 2025, siswa SMAN 2 Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, belajar lesehan di atas terpal pada Rabu, 28 Januari 2026. Foto: Husaini/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

Dua bulan lebih setelah banjir bandang menerjang Aceh, sejumlah sekolah belum benar-benar pulih. Kelas berpindah ke tenda darurat, ruang belajar masih berlumpur, sementara guru dan siswa berusaha menjaga satu hal yang belum ikut hanyut: semangat untuk terus belajar.

AKHIR Januari lalu, tim liputan Sagoe TV kembali turun ke lapangan. Pilihannya jatuh ke Kabupaten Pidie Jaya, salah satu wilayah yang pukulannya terasa paling keras setelah bencana yang melanda Aceh-Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Dua bulan berlalu, tapi bekasnya masih terlihat jelas: di jalan, di rumah warga, juga di sekolah-sekolah.

Fokus liputan kami kali ini sederhana tapi penting: bagaimana nasib pendidikan anak-anak di Aceh setelah banjir bandang dan longsor itu.

BACA JUGA

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Di SMA Negeri 2 Meureudu, sekolah yang dulu riuh oleh suara bel istirahat, kini masih dipenuhi lumpur. Ruang belajar belum bisa dipakai. Para siswa akhirnya belajar seadanya; lesehan, beralas terpal, di tenda darurat yang didirikan Kemendikdasmen.

Gambaran serupa terlihat di SMP Negeri 1 Meurah Dua. Ruang kelas belum benar-benar kembali, jadi pelajaran dipindahkan ke bawah tenda darurat. Anak-anak duduk di lantai, harus membungkuk saat mencatat, seolah berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang belum juga selesai.

Yang lebih menyayat justru terjadi di MIN Seunong. Banjir datang menyapu habis madrasah itu. Bangunan nyaris tak tersisa. Kini yang tampak hanya sisa pondasi pagar, seakan menjadi penanda bahwa di tempat itu pernah berdiri sebuah sekolah.

Namun di tengah semua keterbatasan itu, para guru memilih tidak ikut tenggelam bersama keadaan. Di SMA Negeri 2 Meureudu, salah satunya Cut Salmina, terus menjaga ritme belajar anak-anaknya. Mereka bahkan melahirkan semacam moto baru, kalimat sederhana yang terus diulang, juga untuk menguatkan diri sendiri.

“Walaupun sekolah penuh lumpur, semangat tidak boleh kendur. Walaupun sekolah penuh tanah, semangat tidak boleh punah.”

Kalimat itu kini seperti mantra kecil yang beredar di antara para siswa.

“Kita akan terus belajar, kita akan terus menyemangati siswa walaupun kondisi seperti ini. Moto itu akan terus kami gaungkan kepada siswa. Itu sebagai bentuk semangat untuk mereka,” kata Cut Salmina, sambil menyeka peluh di wajahnya siang itu.

Jika ingin melihat lebih dekat bagaimana anak-anak itu tetap belajar di tengah lumpur dan ruang kelas yang belum pulih, Anda dapat membaca laporan mendalam Sagoe TV dalam artikel “Pendidikan Aceh Pascabanjir: Siswa Belajar di Atas Lumpur.”

Kisah lain yang tak kalah menyentuh, tentang perjuangan Cut Salmina menjaga asa murid-murid korban banjir, juga bisa Anda temukan di Teras.id. Sebuah potret kecil tentang bagaimana harapan tetap dijaga, bahkan ketika ruang kelas masih dipenuhi lumpur. Selamat membaca. []

Tags: acehAnak AcehBanjirbencanaEditorialpendidikanPendidikan AcehSagoe TVTeaser
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Husaini

Husaini

Bergabung dengan Sagoe TV sejak awal 2025. Menulis soal isu-isu olahraga, sosial, budaya, kebijakan publik, ekonomi, serta politik.

Related Posts

Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti
Opini

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

by SAGOE TV
July 13, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
Kardo National Qualifier Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

Kardo National Qualifier: Dari Arena Kompetisi Menuju Ruang Baru Kreativitas Anak Muda Aceh

July 19, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

July 17, 2026

EDITOR'S PICK

Dukung Regenerasi Petani, Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR untuk Pertanian Berkelanjutan

Dukung Regenerasi Petani, Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR untuk Pertanian Berkelanjutan

September 25, 2024
Arus Wisatawan ke Sabang Melonjak Selama Libur Isra Mi’raj dan Imlek

Arus Wisatawan ke Sabang Melonjak Selama Libur Isra Mi’raj dan Imlek

January 29, 2025
Ketika Puisi Bertanya: Untuk Apa Kau Datang?

Ketika Puisi Bertanya: Untuk Apa Kau Datang?

December 23, 2025
Gubernur Tetapkan Lima Anggota Baitul Mal Aceh Periode 2025-2030, Ini Nama-Namanya

Gubernur Tetapkan Lima Anggota Baitul Mal Aceh Periode 2025-2030, Ini Nama-Namanya

November 7, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.