• Tentang Kami
Saturday, May 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Zuhri Noviandi by Zuhri Noviandi
April 6, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur, Minggu (5/4/2026). Foto: Zuhri/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

PIDIE JAYA | SAGOE TV – Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur. Sebagian dari mereka ada yang sudah pasrah dan juga tetap berusaha melakukan pembersihan secara mandiri menggunakan alat seadanya.

Jurnalis Sagoe TV mengelilingi sejumlah desa terdampak parah akibat banjir bandang akhir November 2025 yang ada di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, selama dua hari 4-5 April 2026.

BACA JUGA

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

Secara fasilitas umum (fasum) khususnya jalan sudah bisa diakses kembali. Jalanan permukiman warga sudah terbuka meski belum terlalu bersih dan juga berdebu. Di beberapa titik, alat berat eskavator juga terlihat tengah bekerja membersihkan lumpur dan material kayu di jalanan.

Namun, sisa lumpur di rumah warga masih belum tertangani. Sebagian warga membersihkan rumahnya secara mandiri menggunakan alat seadanya seperti sekop, cangkul, dan juga gerobak sorong. Lumpur yang mereka bersihkan itu kemudian ditumpukkan di depan rumah atau pinggir jalan.

Seperti halnya dilakukan oleh Nurdin warga Meunasah Mancang. Rumah panggung milik orang tuanya yang mereka tempati masih berlumpur baik di dalam maupun di halaman. Nurdin membersihkan rumah itu bersama adik dan abangnya.

“Kami bersihkan sedikit-sedikit. Lumpurnya sangat tebal, kami bersihkan dengan kemampuan dan alat seadanya. Seperti inilah walaupun sudah empat bulan pascabencana, lumpur di rumah kami belum bersih,” katanya.

Nurdin tidak berharap lebih, dirinya hanya menginginkan adanya eskavator untuk membersihkan lumpur dari halaman rumah dan juga mengangkut lumpur yang sudah menumpuk.

Baca Juga:  Pelaku Penganiayaan Jurnalis di Pidie Jaya Divonis 10 Bulan Penjara

“Kalau di dalam rumah biarlah kami bersihkan pelan-pelan. Tapi yang di halaman ini terlalu tebal. Belum lagi kalau hujan, lumpur yang sudah menumpuk pasti turun lagi ke halaman,” tuturnya.

Nurdin mengakui, untuk kondisi jalan permukiman memang sudah terbuka kembali, sehingga warga bisa akses keluar-masuk seperti sediakala meski berdebu. Namun demikian, dia berharap pengerjaan bisa dilakukan secara maksimal agar ketika hujan jalanan mereka tidak lagi tergenang air.

“Jangan dua kali kerja, kami berharap pengerjaannya bisa fokus dikerjakan secara terstruktur dan terarah,” tegasnya.

Berbeda halnya dengan Munzir, sebelum memasuki Ramadhan dia sudah berhenti dan tidak lagi menyentuh atau membersihkan lumpur yang ada di halaman. Sementara kondisi di dalam rumah sudah bisa dibentangkan tikar atau alas untuk tempat tidur.

“Tidak sanggup lagi kalau kita bersihkan sendiri,” katanya pasrah.

Munzir juga menyampaikan harapan yang sama, dia meminta pemerintah atau pihak terkait agar bisa membersihkan sisa lumpur dari halaman dan lingkungan rumah mereka, serta lumpur yang menumpuk di pinggir jalan.

“Itu saja yang kami mohon,” ujarnya.

Sementara itu warga Desa Manyang Cut, Nasruddin, mengatakan sampai saat ini penyintas banjir di Pidie Jaya masih belum bisa bergerak untuk bekerja. Dia mengakui warga sudah menerima bantuan seperti dana tunggu hunian (DTH) dan juga menempati huntara, namun saban hari mereka resah lantaran tidak ada penghasilan yang masuk.

“Alhamdulillah permukiman kami sekarang memang sudah bersih dan warga sudah mulai menempati huntara, tapi kalau untuk bekerja atau pemulihan ekonomi itu belum,” katanya.

Karena itu Nasruddin menagih janji pemerintah akan bantuan stimulan modal usaha agar roda ekonomi warga yang selama ini lumpuh perlahan bisa bangkit kembali.

Baca Juga:  Ketika Lumpur Bencana Masih Terlihat

“Bagaimana kami bangkit, pekerjaan tidak ada lagi. Sawah dan kebun masih tertimbun lumpur,” ujarnya.[]

Tags: BanjirBencana AcehLumpurPenyintasPidie JayaRumah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Zuhri Noviandi

Zuhri Noviandi

Related Posts

Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite
News

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

by SAGOE TV
May 1, 2026
Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis
News

Beasiswa PJJ Dibuka hingga 31 Mei 2026, Guru Pesantren dan LPQ Bisa Kuliah Gratis

by SAGOE TV
May 1, 2026
Realisasi APBA Capai Rp5,5 Triliun per Agustus 2025, Pemerintah Aceh Optimistis Target Tercapai
News

Rp2,7 Triliun Terserap! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen hingga April

by SAGOE TV
May 1, 2026
Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana
News

Pasar Kembali Ramai, Ekonomi Aceh Tamiang Bangkit Pascabencana

by SAGOE TV
May 1, 2026
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni
News

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

by SAGOE TV
May 1, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

Pendidikan untuk Pasar atau untuk Peradaban?

April 29, 2026
Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh

Apakah JKA Masih Program Prioritas Pemerintah Aceh?

April 26, 2026
Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dilatih Otomasi Berbasis Inlislite

May 1, 2026
Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

Majelis Pendidikan Aceh: Antara Struktur Elitis dan Aspirasi yang Terabaikan

April 25, 2026
94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

94 Anak TK/PAUD Ramaikan Lomba Mewarnai di MIN 29 Aceh Besar, Ajang Kreativitas Sejak Dini

April 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Hardiknas 2026 Universitas Syiah Kuala Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

Hardiknas 2026: USK Gelar Diskusi Nasional Pendidikan Seni

May 1, 2026
Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana hingga Juli 2026

April 28, 2026
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry Harus Jadi Kekuatan Strategis

Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Rektor UIN Ar-Raniry: Harus Jadi Kekuatan Strategis

April 26, 2026

EDITOR'S PICK

Amnesty International Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Nasional untuk Percepat Evakuasi Korban Banjir Sumatra

Bupati Aceh Selatan Klarifikasi Umrah di Tengah Bencana: Nazar Pribadi

December 5, 2025
Somuncu Baba Turki Bangun Fasilitas Air Minum Wakaf di UIN Ar-Raniry

Somuncu Baba Turki Bangun Fasilitas Air Minum Wakaf di UIN Ar-Raniry

January 19, 2026
Murizal Hamzah

Demo Habib Rizieq Berselimut Jaket

March 20, 2025
Wagub Fadhlullah Hadiri Wisuda ke-33 Dayah Jeumala Amal, Ajak Santri Jadi Pemimpin Masa Depan

Wagub Fadhlullah Hadiri Wisuda ke-33 Dayah Jeumala Amal, Ajak Santri Jadi Pemimpin Masa Depan

May 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.