• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Zuhri Noviandi by Zuhri Noviandi
April 6, 2026
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rumah Penyintas Banjir di Pidie Jaya Belum Bersih dari Lumpur

Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur, Minggu (5/4/2026). Foto: Zuhri/Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

PIDIE JAYA | SAGOE TV – Rumah warga penyintas banjir di Kabupaten Pidie Jaya belum sepenuhnya bersih dari lumpur. Sebagian dari mereka ada yang sudah pasrah dan juga tetap berusaha melakukan pembersihan secara mandiri menggunakan alat seadanya.

Jurnalis Sagoe TV mengelilingi sejumlah desa terdampak parah akibat banjir bandang akhir November 2025 yang ada di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, selama dua hari 4-5 April 2026.

BACA JUGA

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh

UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi

Secara fasilitas umum (fasum) khususnya jalan sudah bisa diakses kembali. Jalanan permukiman warga sudah terbuka meski belum terlalu bersih dan juga berdebu. Di beberapa titik, alat berat eskavator juga terlihat tengah bekerja membersihkan lumpur dan material kayu di jalanan.

Namun, sisa lumpur di rumah warga masih belum tertangani. Sebagian warga membersihkan rumahnya secara mandiri menggunakan alat seadanya seperti sekop, cangkul, dan juga gerobak sorong. Lumpur yang mereka bersihkan itu kemudian ditumpukkan di depan rumah atau pinggir jalan.

Seperti halnya dilakukan oleh Nurdin warga Meunasah Mancang. Rumah panggung milik orang tuanya yang mereka tempati masih berlumpur baik di dalam maupun di halaman. Nurdin membersihkan rumah itu bersama adik dan abangnya.

“Kami bersihkan sedikit-sedikit. Lumpurnya sangat tebal, kami bersihkan dengan kemampuan dan alat seadanya. Seperti inilah walaupun sudah empat bulan pascabencana, lumpur di rumah kami belum bersih,” katanya.

Nurdin tidak berharap lebih, dirinya hanya menginginkan adanya eskavator untuk membersihkan lumpur dari halaman rumah dan juga mengangkut lumpur yang sudah menumpuk.

“Kalau di dalam rumah biarlah kami bersihkan pelan-pelan. Tapi yang di halaman ini terlalu tebal. Belum lagi kalau hujan, lumpur yang sudah menumpuk pasti turun lagi ke halaman,” tuturnya.

Nurdin mengakui, untuk kondisi jalan permukiman memang sudah terbuka kembali, sehingga warga bisa akses keluar-masuk seperti sediakala meski berdebu. Namun demikian, dia berharap pengerjaan bisa dilakukan secara maksimal agar ketika hujan jalanan mereka tidak lagi tergenang air.

“Jangan dua kali kerja, kami berharap pengerjaannya bisa fokus dikerjakan secara terstruktur dan terarah,” tegasnya.

Berbeda halnya dengan Munzir, sebelum memasuki Ramadhan dia sudah berhenti dan tidak lagi menyentuh atau membersihkan lumpur yang ada di halaman. Sementara kondisi di dalam rumah sudah bisa dibentangkan tikar atau alas untuk tempat tidur.

“Tidak sanggup lagi kalau kita bersihkan sendiri,” katanya pasrah.

Munzir juga menyampaikan harapan yang sama, dia meminta pemerintah atau pihak terkait agar bisa membersihkan sisa lumpur dari halaman dan lingkungan rumah mereka, serta lumpur yang menumpuk di pinggir jalan.

“Itu saja yang kami mohon,” ujarnya.

Sementara itu warga Desa Manyang Cut, Nasruddin, mengatakan sampai saat ini penyintas banjir di Pidie Jaya masih belum bisa bergerak untuk bekerja. Dia mengakui warga sudah menerima bantuan seperti dana tunggu hunian (DTH) dan juga menempati huntara, namun saban hari mereka resah lantaran tidak ada penghasilan yang masuk.

“Alhamdulillah permukiman kami sekarang memang sudah bersih dan warga sudah mulai menempati huntara, tapi kalau untuk bekerja atau pemulihan ekonomi itu belum,” katanya.

Karena itu Nasruddin menagih janji pemerintah akan bantuan stimulan modal usaha agar roda ekonomi warga yang selama ini lumpuh perlahan bisa bangkit kembali.

“Bagaimana kami bangkit, pekerjaan tidak ada lagi. Sawah dan kebun masih tertimbun lumpur,” ujarnya.[]

Tags: BanjirBencana AcehLumpurPenyintasPidie JayaRumah
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Zuhri Noviandi

Zuhri Noviandi

Related Posts

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh
News

Wagub Aceh Terima Silaturahmi Tim PPHD, Apresiasi Dedikasi Petugas Haji Aceh

by SAGOE TV
July 21, 2026
UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi
News

UKM PA Leuser USK Ikut Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Banda Aceh, Upaya Cegah Abrasi

by SAGOE TV
July 21, 2026
IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya
News

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

by SAGOE TV
July 21, 2026
Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke China Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi
News

Wagub Aceh: Empat Pelajar Penerima Beasiswa ke China Disiapkan Jadi Penggerak Hilirisasi

by SAGOE TV
July 21, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan
News

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

by SAGOE TV
July 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026

EDITOR'S PICK

Pj Gubernur Safrizal Buka Pertandingan Arung Jeram PON XXI di Aceh Tenggara

Pj Gubernur Safrizal Buka Pertandingan Arung Jeram PON XXI di Aceh Tenggara

September 12, 2024
Listrik di Aceh Kembali Padam

Listrik di Aceh Kembali Padam

May 25, 2026
Degradasi Identitas Kaum Muda

Perlu Mental Tangguh Menjadi Pendamping Sosial

September 11, 2021
Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Berburu Berkah Ramadhan

Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Berburu Berkah Ramadhan

March 5, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.