• Tentang Kami
Tuesday, July 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bukan Tentang SK

SAGOE TV by SAGOE TV
June 6, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bukan Tentang SK
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ari J. Palawi

Beberapa hari terakhir saya membaca ulang banyak percakapan yang muncul setelah sebuah ikhtiar yang kami jalani bersama akhirnya berhenti pada titik yang tidak pernah benar-benar kami rencanakan.

Menariknya, hampir tidak ada yang bertanya tentang struktur.
Tidak banyak yang memperdebatkan bentuk organisasi.
Tidak pula banyak yang membicarakan soal kedudukan, nomenklatur, atau status kelembagaan.

BACA JUGA

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Yang muncul justru cerita-cerita manusia.

Ada yang merasa menemukan teman baru.
Ada yang merasa mendapatkan energi baru.
Ada yang mengenang masa kecilnya.
Ada yang teringat orang tuanya yang pernah hidup dalam dunia seni.
Ada yang bercerita bagaimana melukis pernah menolongnya melewati masa-masa sulit.

Ada yang mengatakan bahwa yang terpenting bukanlah SK, melainkan kesempatan untuk bertemu orang-orang baik dan kreatif yang membuat hidup terasa lebih hidup.

Di situlah saya mulai menyadari sesuatu.

Mungkin selama ini kita terlalu sering mengira bahwa yang sedang dibangun adalah sebuah organisasi. Sementara, yang sesungguhnya tumbuh adalah sesuatu yang jauh lebih sederhana sekaligus jauh lebih penting: rasa terhubung.

Sebab jika dipikir-pikir, Aceh sebenarnya tidak kekurangan orang-orang yang bekerja dengan tulus di bidangnya masing-masing.

Ada seniman.
Ada musisi.
Ada penulis.
Ada fotografer.
Ada videografer.
Ada skater.
Ada pegiat budaya.
Ada aktivis lingkungan.
Ada pelaku industri rumah kreatif.
Ada pekerja kemanusiaan.
Ada anak-anak muda yang terus mencoba berkarya dengan segala keterbatasannya.

Mereka ada.
Mereka nyata.
Mereka bekerja setiap hari.
Tetapi sering kali berjalan sendiri-sendiri.

Sesekali bertemu.
Sesekali berkolaborasi.

Lalu kembali ke lingkarannya masing-masing.

Akibatnya, banyak energi baik yang sebenarnya besar menjadi cepat habis karena harus terus-menerus memikul beban yang sama secara sendiri.

Mencari ruang.
Mencari dukungan.
Mencari teman seperjalanan.
Mencari cara agar karya dan gagasan dapat bertahan lebih lama daripada semangat sesaat.

Karena itu, semakin hari saya justru semakin yakin bahwa yang paling dibutuhkan bukanlah bangunan kelembagaan yang megah.

Yang lebih mendesak adalah memperbanyak ruang perjumpaan yang jujur.
Ruang di mana orang bisa datang tanpa harus menjadi siapa-siapa.

Tanpa harus membawa jabatan.
Tanpa harus mewakili institusi.
Tanpa harus sedang mengajukan proposal apa pun.

Cukup datang.
Berkenalan.
Bercerita.
Berkarya.
Bermain musik.
Membaca puisi.
Melukis.
Membuat film.
Berdiskusi.

Atau sekadar duduk mendengarkan.
Karena dari perjumpaan-perjumpaan seperti itulah biasanya sesuatu yang lebih besar lahir.

Bukan karena direncanakan secara sempurna.
Tetapi karena manusia menemukan manusia lainnya.

Beberapa hari terakhir, misalnya, muncul obrolan spontan dengan teman-teman skater, pegiat hiphop, pekerja kreatif, dan aktivis budaya yang selama ini bergerak di ruangnya masing-masing.

Tidak ada rapat resmi.
Tidak ada struktur.
Tidak ada target besar.
Tetapi justru di sana terasa sesuatu yang segar.

Ada kemungkinan-kemungkinan baru.
Ada kebebasan untuk mencoba.
Ada ruang yang terasa lebih cair.

Lebih organik.
Lebih dekat dengan kenyataan hidup sehari-hari.

Dan mungkin memang begitulah cara banyak hal baik tumbuh.
Tidak selalu dari meja rapat.

Kadang dari trotoar.
Kadang dari taman kota.
Kadang dari skate park.
Kadang dari secangkir kopi.
Kadang dari percakapan yang tidak direncanakan.

Saya juga sampai pada satu kesimpulan yang mungkin sederhana.

Tidak semua hal harus diperjuangkan melalui jalur yang sama.
Ada gagasan yang memang lebih sehat ketika tumbuh dari bawah.

Dari kebutuhan nyata.
Dari hubungan antarmanusia.
Dari kepercayaan yang dibangun perlahan.

Bukan dari keputusan administratif.
Karena keputusan dapat berubah.
Kebijakan dapat berganti.
Struktur dapat dibentuk lalu dibubarkan.

Tetapi persahabatan, pengetahuan, pengalaman, dan semangat berkarya memiliki cara hidupnya sendiri.
Ia sering kali menemukan jalan bahkan ketika tidak ada yang menyediakannya.
Mungkin karena itu saya tidak melihat beberapa bulan terakhir sebagai sesuatu yang gagal.

Justru sebaliknya.

Saya melihatnya sebagai cara hidup memperlihatkan sesuatu yang sebelumnya tidak terlalu terlihat.

Bahwa yang paling berharga ternyata bukan tujuan akhirnya.
Melainkan orang-orang yang ditemukan sepanjang perjalanan.

Bahwa yang paling penting bukanlah nama sebuah wadah.
Melainkan kehidupan yang tumbuh di dalamnya.

Dan bahwa kreativitas, seni, pengetahuan, olahraga, budaya, serta berbagai bentuk ekspresi manusia lainnya sesungguhnya selalu mencari hal yang sama: ruang untuk bertemu.
Ruang untuk tumbuh.
Ruang untuk merasa bahwa apa yang mereka kerjakan tidak sendirian.

Karena itu, mungkin untuk sementara kita tidak perlu terlalu sibuk memikirkan bentuk akhirnya.
Tidak perlu tergesa-gesa membangun sesuatu yang besar.

Tidak perlu pula merasa harus segera mengganti apa yang telah berakhir.
Mungkin cukup dengan menjaga agar perjumpaan tetap terjadi.

Agar percakapan tetap hidup.
Agar karya tetap lahir.
Agar semakin banyak orang menemukan alasan untuk kembali datang.
Sisanya, biarlah waktu yang bekerja.

Sebab sering kali masa depan tidak lahir dari rencana yang paling sempurna.
Ia lahir dari orang-orang yang tetap memilih hadir, bahkan ketika tidak ada lagi alasan formal yang mengharuskan mereka hadir.

Dan bagi saya, itu lebih dari cukup untuk membuat optimisme tetap menyala.

Dari Banda Aceh.

Untuk siapa saja yang masih percaya bahwa perjumpaan adalah awal dari banyak kemungkinan baik.

Tags: Ari J. PalawiopiniSeni
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Film Teach You a Lesson: Sebab yang Perlu Dididik Kadang Bukan Anak, tetapi Orang Dewasa

by SAGOE TV
July 21, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas
Opini

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

by SAGOE TV
July 18, 2026
Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang
Opini

Biaya yang Tak Pernah Masuk APBN: Ketika Negara Membiarkan Waktu Rakyat Terbuang

by SAGOE TV
July 17, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh
Opini

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

by SAGOE TV
July 16, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi
Opini

Tentang Media dan Perhatian Publik

by SAGOE TV
July 14, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

IPI Aceh Resmi Terima SK Kepengurusan Baru, Ini Agenda yang Akan Dilaksanakan Selanjutnya

July 21, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

July 18, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

ACTION Dukung Pergantian 9 Nama Jalan di Blangpidie, Minta Penulisan Nama Tokoh Diluruskan

July 20, 2026

EDITOR'S PICK

Perempuan dan Ruang Sempit

Perempuan dan Ruang Sempit

March 30, 2025
USK Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Tangguh: Sehat, Beretika, dan Berakhlak Mulia

USK Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Tangguh: Sehat, Beretika, dan Berakhlak Mulia

November 4, 2025
Operasi Militer Amerika Serikat di Venezuela: Nicolás Maduro Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat

Operasi Militer Amerika Serikat di Venezuela: Nicolás Maduro Ditangkap, Ketegangan Global Meningkat

January 6, 2026
Kekayaan Kuliner Kuah Beulangong dalam Tradisi Nuzulul Qur'an

Kekayaan Kuliner Kuah Beulangong dalam Tradisi Nuzulul Qur’an

March 26, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.