• Tentang Kami
Sunday, October 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Popularitas Tiyo dan Fatimah: Bongkar Salah Urus Pendidikan Indonesia

SAGOE TV by SAGOE TV
June 28, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Tarmizi. Foto: Arsip Pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Tarmizi
Direktur Eksekutif The Aceh Institute

Fenomena melonjaknya kepercayaan publik kepada Tiyo Ardianto dan Fatimah Az-Zahra bukan sekadar tren sesaat yang datang dan pergi. Ia adalah cermin telanjang yang memperlihatkan kegagalan mendasar sistem pendidikan nasional yang telah berlangsung puluhan tahun.

Di tengah jutaan lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang tersebar di seluruh penjuru negeri, hanya segelintir orang yang mampu berpikir logis, menyusun argumen secara terstruktur, dan menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat. Kondisi inilah yang membuat keduanya terasa seperti “barang langka” yang hadir di tengah lingkaran kekuasaan yang kerap terjebak dalam pola pikir dan penalaran yang sesat serta terbalik.

BACA JUGA

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

Mereka dikagumi bukan karena memiliki kecerdasan luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, melainkan karena mampu membedakan mana penalaran yang benar dan mana yang hanya akal-akalan untuk membenarkan kepentingan kelompok.

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM, menegaskan dengan tegas: “Anggaran pendidikan seharusnya mencapai 20 persen dari APBN sesuai amanat konstitusi, namun justru Rp223 triliun dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis. Ini bukan kebijakan yang masuk akal, melainkan pelanggaran terhadap masa depan generasi. Jika tujuannya memperbaiki gizi, gunakanlah dana sektor kesehatan, bukan merampas sumber daya yang seharusnya dipakai untuk sekolah.” Ia menambahkan lagi, “Istilah ‘gratis’ itu menyesatkan karena dananya berasal dari pajak rakyat. Lebih ironis lagi, kuota bantuan pendidikan turun hampir 60 persen dan ada siswa di daerah terpencil yang meninggal dunia hanya karena tidak mampu membeli pulpen, sementara kita menggelontorkan lebih dari Rp1 triliun setiap harinya untuk program ini. Itu bukti nyata bahwa prioritas negara sudah terbalik.”

Sementara itu, Fatimah Az-Zahra, Wakil Ketua BEM UI, melengkapi kritik tersebut dengan pertanyaan yang menyentuh akal sehat seluruh rakyat: “Bagaimana mungkin anggaran pendidikan dipotong sebesar Rp223 triliun, namun di saat yang sama tunjangan anggota DPR naik 30 persen menjadi sekitar Rp120 juta per bulan? Di mana letak logikanya? Negara didirikan untuk memakmurkan rakyatnya, bukan untuk memperkaya para penguasanya sendiri.” Ia juga mengingatkan, “Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, bukan barang mewah yang bisa dikurangi sesuka hati. Jika sekolah kekurangan ruang kelas, buku ajar, dan guru yang layak, namun dananya dipindahkan ke tempat lain, itu berarti arah pembangunan bangsa sudah sesat pikir.”

Pernyataan mereka secara langsung membongkar berbagai bentuk logika sesat yang sering dipakai oleh pejabat untuk menutupi kebijakan yang tidak adil. Ketika keberhasilan program dinilai dari kemampuan petugas dapur membeli sepeda motor baru, padahal tujuannya adalah meningkatkan gizi anak, terjadi penyimpangan makna yang jelas. Ketika anggaran pendidikan dikurangi dengan alasan “dialihkan ke program yang lebih berdampak luas”, hal itu justru memutarbalikkan fakta, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang yang dampaknya paling mendasar bagi kemajuan suatu bangsa. Begitu juga ketika kritik dibungkam dengan alasan “mengganggu stabilitas”, sesungguhnya itu hanya menunjukkan ketidakmampuan sistem untuk menjawab pertanyaan rasional rakyat.

Mengapa hanya segelintir orang yang mampu melihat dan menyampaikan hal-hal sederhana ini? Jawabannya ada pada model pendidikan yang kita anut selama ini. Sesuai pandangan filsuf Paulo Freire, pendidikan Indonesia masih menerapkan “model bank”, di mana siswa dianggap sebagai wadah kosong yang hanya diisi dengan hafalan dan informasi, tanpa diajak untuk mempertanyakan, menganalisis, atau menguji kebenaran sesuatu. Mata pelajaran tentang logika, penalaran, dan cara menyusun argumen yang kuat tidak diajarkan secara sistematis dalam kurikulum. Hasilnya tercatat jelas dalam laporan PISA tahun 2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 81 negara, dengan hanya 18 persen siswa yang mampu mencapai kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Orientasi pendidikan pun bergeser menjadi sekadar mencetak ijazah, bukan membentuk akal budi dan cara pandang yang kritis. Jutaan orang lulus sekolah dengan membawa banyak teori di kepala, namun lemah dalam menghubungkan ilmu yang dipelajari dengan kenyataan hidup sehari-hari. Dalam kondisi seperti inilah, sosok seperti Tiyo Ardianto dan Fatimah Az-Zahra terasa sangat istimewa. Mereka bukan langka karena bakatnya, melainkan karena berhasil melatih diri sendiri untuk keluar dari pola pikir pasif yang dibentuk oleh sistem.

Kepopuleran mereka akhirnya mengingatkan kita pada satu kebenaran penting: jika sistem pendidikan berhasil melahirkan jutaan warga yang mampu berpikir kritis dan rasional, maka suara seperti mereka tidak akan terasa istimewa, melainkan menjadi hal yang biasa. Namun kenyataan yang ada justru membuktikan bahwa pendidikan kita selama ini cenderung melumpuhkan nalar mayoritas. Di tengah kekuasaan yang kerap memutarbalikkan fakta dan akal sehat, sosok yang membawa logika lurus dan argumen berdasar data bukan sekadar dikagumi—ia menjadi satu-satunya jembatan yang bisa dipercaya rakyat untuk mengembalikan arah bangsa ke jalur yang benar.[]

Tags: FatimahIndonesiaopinipendidikanTarmiziTiyo
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari
Opini

Aceh dan Krisis Jarak; Ketika Nilai Besar Semakin Jauh dari Kehidupan Sehari-hari

by SAGOE TV
September 15, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

September 28, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Pemerintah Aceh Targetkan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Rampung Sebelum Ramadhan

Pemerintah Aceh Targetkan Pemanfaatan Kayu Hanyutan Rampung Sebelum Ramadhan

January 27, 2026
Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Menjadi 6 Orang

Jemaah Haji Aceh yang Meninggal di Tanah Suci Bertambah Menjadi 6 Orang

June 16, 2025
Danrem Lilawangsa Pimpin Sertijab 5 Dandim, Letkol Inf Faisal Resmi Jabat Dandim Aceh Utara

Danrem Lilawangsa Pimpin Sertijab 5 Dandim, Letkol Inf Faisal Resmi Jabat Dandim Aceh Utara

July 19, 2026
USK dan WH Banda Aceh Gelar Sosialisasi Busana Syar’i di Lingkungan Kampus

USK dan WH Banda Aceh Gelar Sosialisasi Busana Syar’i di Lingkungan Kampus

October 1, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.