• Tentang Kami
Tuesday, June 30, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Kota Kolaborasi, tetapi Belum dengan Tetangga

SAGOE TV by SAGOE TV
June 30, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Asrul Sidiq

Asrul Sidiq. Foto: dok. Sagoe TV

Share on FacebookShare on Twitter

BACA JUGA

Syariat, Otonomi, dan Kemiskinan: Dua Dekade yang Terbuang di Aceh

Di Balik Sekolah Unggul: Antara Ijazah, Koneksi, dan Jurang Kesempatan

Oleh: Asrul Sidiq
Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota-Universitas Syiah Kuala

Pada 12 Juni 2009, Pemerintah Kota Banda Aceh, Pemerintah Kota Sabang, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menandatangani Deklarasi Kerja Sama Regional BASAJAN. BASAJAN merupakan akronim dari Banda Aceh–Sabang–Jantho. Dalam bahasa Aceh, basajan bermakna selalu dibawa bersama, sebuah filosofi yang menegaskan bahwa pembangunan kawasan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

Enam belas tahun kemudian, Pemerintah Kota Banda Aceh mengusung visi sebagai Kota Kolaborasi. Berbagai kerja sama terus dibangun, termasuk dengan mitra internasional. Terbaru, Banda Aceh menandatangani Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan kehendak dengan Kota Grasse, Prancis, untuk pengembangan industri parfum serta dengan mitra di Korea Selatan dalam bidang kesehatan masyarakat. LoI merupakan pernyataan niat atau komitmen awal untuk menjajaki kerja sama. Berbeda dengan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, yang umumnya memuat kesepakatan yang lebih konkret mengenai ruang lingkup kerja sama. Langkah ini tentu patut diapresiasi sebagai upaya memperluas jejaring global.

Namun, sebelum berbicara lebih jauh tentang kolaborasi internasional yang masih berada pada tahap penjajakan tersebut, ada satu pertanyaan yang layak diajukan: sejauh mana kolaborasi regional BASAJAN telah diwujudkan? Sebab persoalan-persoalan yang paling dekat dengan kehidupan warga justru merupakan persoalan lintas batas administratif antara Banda Aceh dan Aceh Besar.

Persoalan pertama adalah air bersih. Warga Banda Aceh masih kerap menghadapi kondisi air yang kadang mengalir, kadang tidak; kadang jernih, kadang keruh. Padahal sumber air baku berasal dari wilayah Aceh Besar, demikian pula lokasi dua Water Treatment Plant (WTP) PDAM Tirta Daroy berada di Aceh Besar. Belum lama ini kedua pemerintah daerah bahkan dikabarkan sedang menjajaki pembangunan WTP baru di Beurayeun.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa persoalan air bersih tidak mungkin diselesaikan oleh satu pemerintah daerah saja. Pengelolaan daerah tangkapan air di hulu, kualitas lingkungan, kapasitas instalasi pengolahan, hingga investasi infrastruktur melibatkan banyak aktor dan kewenangan, termasuk pemerintah pusat. Dalam obrolan dengan petugas PDAM, penyebab air keruh sering dikaitkan dengan aktivitas di kawasan hulu, sementara peningkatan kapasitas instalasi terkendala kewenangan dan pendanaan. Dengan kata lain, air bersih merupakan contoh nyata bahwa kolaborasi horizontal antardaerah dan kolaborasi vertikal dengan pemerintah pusat sama-sama diperlukan.

Persoalan kedua adalah pengelolaan sampah. Sebagai warga Banda Aceh yang rutin membayar retribusi sampah, saya melihat ironi ketika masih terdapat titik pembuangan sampah “liar” di kawasan perbatasan, seperti di TPS yang tumbuh organik tanpa perencanaan, baik secara lokasi maupun bentuk di Dusun Lamnyong, Gampong Rukoh. Lokasi ini berkembang menjadi semacam “TPS regional” karena digunakan oleh warga dari Banda Aceh maupun Aceh Besar.

Dalam berbagai diskusi dengan masyarakat, muncul alasan yang sederhana tetapi penting: sebagian warga Aceh Besar di perbatasan tidak memiliki akses terhadap layanan pengangkutan sampah secara rutin. “Kami tidak tahu harus membayar ke mana atau membuang ke mana. Daripada dibuang sembarangan, akhirnya dibuang di sini,” demikian pengakuan yang sering terdengar. Artinya, persoalan utama bukan sekadar rendahnya kesadaran masyarakat, tetapi juga keterbatasan layanan publik.

Di sisi lain, Banda Aceh pun tidak dapat sepenuhnya melepaskan diri dari persoalan tersebut. Pada akhirnya, sampah yang dikumpulkan dari Banda Aceh juga bermuara ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Blang Bintang yang berada di Aceh Besar. Karena itu, penyelesaian persoalan persampahan tidak cukup dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi regional dalam perencanaan, pembiayaan, sistem pengangkutan, hingga pengurangan sampah dari sumbernya.

Banda Aceh sebenarnya telah memiliki pengalaman yang dapat dibagikan. Sejak 2015, beberapa gampong mulai menerapkan sistem Waste Collecting Point (WCP) yang mengadopsi praktik dari Jepang. Meskipun implementasinya masih terbatas dan menghadapi berbagai tantangan, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang belajar bersama bagi pemerintah daerah lain. Kolaborasi seharusnya tidak hanya berarti berbagi beban, tetapi juga berbagi praktik baik.

Persoalan ketiga adalah transportasi publik. Trans Kutaradja merupakan layanan yang menghubungkan Banda Aceh dan Aceh Besar. Di banyak koridor, moda ini telah menggantikan peran labi-labi yang semakin berkurang.

Ironisnya, ketika kota-kota lain berlomba mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi melalui investasi besar-besaran pada transportasi publik, Banda Aceh dan Aceh Besar justru berisiko bergerak ke arah sebaliknya. Jumlah pengguna transportasi publik per jumlah penduduk jauh di bawah daerah lain. Ketergantungan terhadap kendaraan pribadi terus meningkat, sementara transportasi publik belum menjadi pilihan utama masyarakat.

Ketiga contoh tersebut menunjukkan satu hal yang sama. Air bersih, sampah, dan transportasi adalah persoalan metropolitan yang tidak mengenal batas kabupaten maupun kota. Selama kebijakan masih disusun secara sektoral dan administratif, persoalan yang muncul akan terus berulang.

Karena itu, makna “Kota Kolaborasi” seharusnya dimulai dari tetangga terdekat. Kolaborasi internasional tentu penting untuk membuka peluang investasi, pertukaran pengetahuan, dan inovasi. Namun, keberhasilan sebuah kota pertama-tama diukur dari kemampuannya bekerja sama dengan wilayah yang setiap hari berbagi sumber daya, berbagi persoalan, dan berbagi masa depan.

Deklarasi BASAJAN yang ditandatangani tujuh belas tahun lalu tidak seharusnya berhenti sebagai dokumen seremonial. Sebab bagi warga, yang terpenting bukanlah seberapa banyak dokumen kerja sama yang ditandatangani, melainkan persoalan seperti apakah air bersih mengalir dengan kulitas yang baik, sampah terkelola, dan transportasi publik benar-benar memudahkan kehidupan sehari-hari.

Tags: Asrul SidiqBanda AcehKolaborasiKotaopinipelayanan publik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Calvin Ho
Opini

Syariat, Otonomi, dan Kemiskinan: Dua Dekade yang Terbuang di Aceh

by SAGOE TV
June 30, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Di Balik Sekolah Unggul: Antara Ijazah, Koneksi, dan Jurang Kesempatan

by SAGOE TV
June 29, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup
Opini

Popularitas Tiyo dan Fatimah: Bongkar Salah Urus Pendidikan Indonesia

by SAGOE TV
June 28, 2026
Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh
Opini

Mengantar Si Perantau Cilik: Sebuah Perjalanan Melepaskan, Sebuah Pelajaran Mengikhlaskan

by SAGOE TV
June 26, 2026
Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun
Opini

Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun

by SAGOE TV
June 26, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Risnawati Ridwan ASN Pada Dinas Sosial Kota Banda Aceh

Mengantar Si Perantau Cilik: Sebuah Perjalanan Melepaskan, Sebuah Pelajaran Mengikhlaskan

June 26, 2026
SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh

SPS Revival dan Darud Dunia Jajaki Kemitraan Bersama Disbudpar Aceh

June 26, 2026
Calvin Ho

Syariat, Otonomi, dan Kemiskinan: Dua Dekade yang Terbuang di Aceh

June 30, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Popularitas Tiyo dan Fatimah: Bongkar Salah Urus Pendidikan Indonesia

June 28, 2026
Kraton Darussalam: Ketika Kampus Berbiaya Triliunan Hanya Menjadi Istana Tertutup

Di Balik Sekolah Unggul: Antara Ijazah, Koneksi, dan Jurang Kesempatan

June 29, 2026
Asrul Sidiq

Kota Kolaborasi, tetapi Belum dengan Tetangga

June 30, 2026
Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun

Blok Andaman Harus Segera Jalan; Revisi POD Berisiko Tunda Investasi Bertahun-Tahun

June 26, 2026
STIS Ummul Ayman Resmi Berubah Jadi IAI, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Islam di Aceh

STIS Ummul Ayman Resmi Berubah Jadi IAI, Tonggak Baru Pendidikan Tinggi Islam di Aceh

June 29, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025

EDITOR'S PICK

Pengendalian Nafsu Jadi Tujuan Utama Puasa

Pengendalian Nafsu Jadi Tujuan Utama Puasa

April 20, 2025
Skate Park Stage Hadirkan Eksplorasi Seni Bunyi Sederhana di Banda Aceh

Skate Park Stage Hadirkan Eksplorasi Seni Bunyi Sederhana di Banda Aceh

April 23, 2026
Kadis Pendidikan Dayah Aceh Besar Hadiri Kick Off Aksi Bergizi

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Besar Hadiri Kick Off Aksi Bergizi

January 25, 2025
Gol Dianulir dan Keputusan Wasit Diprotes, Persiraja Hanya Imbang Lawan Adhyaksa FC Banten

Gol Dianulir dan Keputusan Wasit Diprotes, Persiraja Hanya Imbang Lawan Adhyaksa FC Banten

November 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.