BANDA ACEH | SAGOE TV – Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Agama RI, Dr. Faisal Ali Hasyim, mengajak para sarjana Nahdliyin untuk lebih aktif mengisi ruang publik melalui gagasan, kajian ilmiah, dan pemikiran yang konstruktif.
Ajakan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Aceh di Banda Aceh, Rabu (1/7/2026), sebagai upaya memperkuat peran intelektual ISNU dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat di era digital.
Kunjungan Staf Ahli Menag itu disambut langsung oleh Sekretaris PW ISNU Aceh Rahmad Syah Putra bersama Bendahara PW ISNU Aceh Arkin. Pertemuan itu juga dihadiri Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat PW ISNU Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, Faisal Ali Hasyim menekankan pentingnya penguatan peran ISNU sebagai ruang diskusi, kajian, dan pengembangan pemikiran di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, ISNU perlu mengambil posisi strategis dengan mengisi ruang-ruang intelektual yang belum menjadi fokus badan otonom lainnya, seperti GP Ansor, Fatayat NU, maupun Muslimat NU.
“ISNU harus fokus pada diskusi dan kajian. Organisasi ini menjadi tempat berkumpulnya para sarjana dan intelektual untuk menghadirkan gagasan-gagasan yang konstruktif bagi masyarakat,” kata Faisal.
Wakil Bendahara PBNU itu juga mendorong ISNU untuk lebih aktif membangun tradisi intelektual dan tampil di ruang publik sebagaimana organisasi cendekiawan lainnya.
Ia menilai, ukuran sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas gagasan dan kontribusi yang dihasilkan.
“Organisasi dinilai dari apa yang diperbuat. Karena itu, ISNU harus menunjukkan citra positif melalui karya dan pemikiran yang membangun,” ujarnya.
Faisal menambahkan, sikap kritis yang dibangun ISNU harus bersifat konstruktif dan mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Di era digital, kata dia, penyebaran gagasan juga perlu diperkuat melalui berbagai platform, termasuk podcast dan media sosial.
Ia turut mendorong para pengurus dan tokoh yang telah dikenal publik untuk secara aktif memperkenalkan diri sebagai bagian dari ISNU. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat identitas organisasi sekaligus memperluas pengaruh intelektual kaum sarjana Nahdliyin di berbagai sektor.
Sekretaris PW ISNU Aceh Rahmad Syah Putra mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan kontribusi ISNU bagi masyarakat.
“Kami berharap silaturahmi ini semakin menguatkan peran ISNU Aceh sebagai wadah para sarjana Nahdliyin dalam melahirkan pemikiran-pemikiran kritis, inovatif, dan konstruktif untuk kemajuan Aceh dan Indonesia,” ujar Rahmad. [R]



















