• Tentang Kami
Thursday, September 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Horor Perjalanan Belum Berakhir

SAGOE TV by SAGOE TV
July 10, 2026
in KOLOM
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Horor Perjalanan Belum Berakhir

Horor Perjalanan Belum Berakhir. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Suasana penuh emosional sangat kentara saat jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, diresmikan. Peresmian penuh semangat dan haru menyatu bersama suasana pada Kamis, 2 Juli 2026, lalu. Jembatan hasil swadaya masyarakat ini merupakan sarana vital yang sudah lama ditunggu-tunggu. Proses pembangunannya pun penuh dinamika dan hambatan akibat berbagai kondisi dan kebijakan.

Ide membangun jembatan secara swadaya tercetus dari beberapa warga yang prihatin dan gerah dengan progres pemerintah. Bahkan pihak Badan Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PU sempat menutup akses hingga memicu kemarahan warga. Akibatnya pihak BPJN merevisi larangan seraya meminta maaf.

Pembangunan jembatan Enang-Enang berjalan selama lebih dari dua bulan. Langkah ini sebagai respons atas rasa jenuh, kecewa dan marah terhadap gerak cepat pemerintah memperbaiki akses utama Bener Meriah dengan Kabupaten Aceh Tengah. Apalagi selama ini warga dataran tinggi Gayo dan tamu yang akan menuju daerah itu harus memutar jauh melalui jalan alternatif yang berbahaya dan melelahkan serta menjengkelkan.

BACA JUGA

Ketika Lumpur Bencana Masih Terlihat

Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Sawit

Inisiatif membangun jembatan disambut luar biasa warga. Mereka menyumbang dengan segala kemampuan hingga terkumpul dana Rp 1 miliar. Kendati masih terbatas, paling tidak kendaraan ringan tidak mesti menempuh jarak yang jauh dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Pembangunan hingga peresmian jembatan Enang-Enang pun bikin viral hingga menarik perhatian pemerintah pusat sampai mengirimkan Mendagri dan Menteri PU. Hasilnya, pemerintah berjanji akan membangun dua jembatan lain yang bisa menahan beban berat dan layak dilintasi kendaraan bertonase tinggi.

Namun, horor perjalanan belum berakhir. Masih ada sejumlah jembatan yang belum tersambung secara permanen. Jembatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen sangat fenomenal. Sejak putus diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu, jembatan Bailey atau jembatan darurat masih menjadi andalan pengendara. Jembatan berkonstruksi baja yang menghubungkan jalan Lintas Sumatra satu-satunya pilihan pengendara khususnya mobil berbadan besar. Lebar badan jembatan yang hanya bisa dilalui satu mobil dengan beban maksimal 30 ton ini menyebabkan lintasan silih berganti. Akibatnya, antrean panjang hingga beberapa kilometer dari dua arah tak terhindarkan.

Bagi pengendara yang ingin masuk hingga waktu lebih dari dua jam bisa memilih jalur alternatif melalui Awe Geutah, Peusangan Selatan. Namun, jalan alternatif pedalaman membutuhkan waktu tempuh lama dan kondisi jalan yang tidak mulus. Akibatnya, pengendara dan penumpangnya harus menggerutu dan butuh fisik yang prima tidak ingin sampai tujuan.

Kondisi ini memaksa para pengendara masuk dalam barisan antrean. Antrean panjang dan nyaris permanen telah terjadi sejak jembatan Kuta Blang penghubung Krueng Peusangan putus. Lantaran jembatan darurat hanya mampu menampung satu arah dan bobot maksimal 30 ton menyebabkan arus lintas dibuka secara bergiliran. Kendaraan dari dua arah diberi kesempatan setiap satu jam. Namun Langkah ini tidak menelurkan solusi lantaran jumlah kenderaan yang sangat padat khususnya saat akhir pekan. Belum lagi kendaraan angkutan barang dari Sumatra Utara.

Lintas timur Sumatra khususnya kawasan Kuta Blang memang satu yang menjadi momok bagi pengendara termasuk musafir. Perjalanan seakan menjadi horor karena membayangkan antrean dan jarak tempuh perjalanan. Namun, warga tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi keterbatasan dana dan tenaga. Mereka hanya bisa berharap pemerintah tidak menambah penderitaan para korban banjir bandang dengan mempercepat perbaikan infrastruktur agar mereka bisa melanjutkan hidupnya untuk masa depan palin tidak untuk asa atau harapan.

Mukhtaruddin Yacob

Tags: AcehCatatanEditorialJalan RayaJembatanPascabencana SumateraPemulihanPerjalananRedaksi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Ketika Lumpur Bencana Masih Terlihat
BENCANA SUMATERA 2025

Ketika Lumpur Bencana Masih Terlihat

by SAGOE TV
December 9, 2025
Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Berubah Sawit
BENCANA SUMATERA 2025

Bencana Aceh; Tambang Ilegal dan Hutan Sawit

by SAGOE TV
November 29, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Jalur RoRo Aceh-Penang Dipercepat, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

August 28, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

Lebaran di Huntara Aceh Tamiang, Prabowo Shalat Idulfitri Bersama Warga Terdampak Bencana

March 21, 2026
Sektor Informal Masih Dominan, Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Era Digital

Sektor Informal Masih Dominan, Wamenaker Dorong Pemuda Ciptakan Lapangan Kerja Baru di Era Digital

May 3, 2026
USK Serahkan SK kepada 251 Pegawai Tetap PTNBH, Perkuat SDM Menuju Kampus Unggul

USK Serahkan SK kepada 251 Pegawai Tetap PTNBH, Perkuat SDM Menuju Kampus Unggul

March 14, 2026
Kabar Baik dari Aceh Tengah, Siswa SDN 10 Linge Mulai Belajar di Ruang Kelas Darurat

Siswa SDN 10 Linge Mulai Belajar di Ruang Kelas Darurat

July 26, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.