• Tentang Kami
Friday, September 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Merajut Persaudaraan Kutaraja: Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

SAGOE TV by SAGOE TV
July 18, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Merajut Persaudaraan Kutaraja Membangun Banda Aceh yang Bersatu melalui Semangat Sportivitas

Muhammad Jais

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Jais, S.E., M.Sc.IBF
Warga Kota Banda Aceh dan pencinta olahraga sepak bola

Suasana di kawasan Jalan Tgk H Daud Beureueh, Banda Aceh, pada Minggu pagi lalu, 12 Juli 2026, memancarkan energi yang tak biasa. Ribuan warga tumpah ruah dalam gelaran Car Free Day (CFD). Di satu sudut, masyarakat sibuk berolahraga, sementara di sudut lain, geliat ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berdetak kencang. Puncak kemeriahannya bermuara pada satu titik, yaitu nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang di ikuti 48 negara yang menyatukan semua mata, tanpa sekat, tanpa perbedaan kasta.

Fenomena ini bukanlah sekadar kumpul-kumpul akhir pekan. Di balik sorak-sorai dan canda tawa warga, terbentang sebuah kanvas besar tentang bagaimana sebuah kota seharusnya dibangun. Ruang-ruang publik yang dihidupkan melalui olahraga dan hiburan rakyat sejatinya adalah instrumen paling efektif untuk meluruhkan polarisasi.

BACA JUGA

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

Dalam konteks inilah, visi yang diusung oleh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal menemukan relevansinya. Keduanya memahami betul bahwa membangun Kota Banda Aceh tidak cukup hanya dengan mendirikan infrastruktur fisik atau memutar roda birokrasi, tetapi juga harus menyentuh jiwa warganya. Olahraga dipilih sebagai jalan tengah, sebuah bahasa universal yang mampu menghapus perbedaan dan menyatukan langkah.

Olahraga Sebagai Medium Egaliter

Ketika Illiza membaur bersama warga di halaman Gedung Bank Syariah Nasional (BSN), membagikan kuis interaktif, dan menyapa anak-anak, batas antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi lebur. Momen ini merepresentasikan visi kepemimpinan Illiza dan Afdhal yang inklusif. Mereka ingin mengembalikan ruang publik kepada pemilik sahnya yaitu masyarakat.

Kolaborasi apik antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banda Aceh, TVRI Aceh, BSN, hingga ADABI Indonesia menunjukkan bahwa semangat kegotongroyongan itu masih menyala. Lebih jauh lagi, olahraga mengajarkan kita tentang fair play atau sportivitas. Di lapangan hijau, siapa pun yang bermain baik akan menang, terlepas dari latar belakangnya. Visi Illiza dan Afdhal berusaha mengejawantahkan nilai sportivitas ini ke dalam kehidupan sosial warga Banda Aceh. Jika masyarakat terbiasa menjunjung tinggi sportivitas, niscaya gesekan sosial, perbedaan pandangan politik, atau sentimen kelompok dapat diredam.

Inspirasi dari Lapangan Hijau untuk Pembangunan Kota

Pesan senada juga menggema dari Stadion Harapan Bangsa saat warga tumpah ruah menyaksikan laga perempat final antara Argentina melawan Swiss. Inisiasi Pemerintah Kecamatan Banda Raya yang berkolaborasi dengan berbagai elemen membuktikan bahwa kecintaan pada sepak bola bisa menjelma menjadi ajang silaturahmi yang masif.

Seperti yang ditegaskan oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, olahraga bukanlah sekadar tontonan banal. Ada nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah yang harus ditularkan. Banda Aceh, dalam visi Illiza dan Afdhal, diarahkan untuk mengadopsi etos kerja para atlet ini. Kota ini butuh warganya untuk bekerja keras tanpa kenal lelah, disiplin dalam menjaga ketertiban, dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan zaman. Mengarahkan generasi muda pada aktivitas produktif seperti ini juga menjadi tameng ampuh dari berbagai pengaruh negatif pergaulan modern.

Malam Puncak: Harmoni Duniawi dan Ukhrawi

Kini, warga Kutaraja bersiap menanti laga pamungkas. Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina yang akan digelar pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 23.00 WIB di Halaman Kantor Wali Kota Banda Aceh bukan sekadar perayaan penutup turnamen. Ada makna yang lebih dalam di balik susunan acaranya.

Kehadiran bazar UMKM, hiburan, dan pembagian doorprize akan menjadi katup pelepas penat sekaligus pendorong ekonomi lokal. Namun, yang paling esensial dan merepresentasikan identitas Banda Aceh seutuhnya adalah agenda penutupnya yaitu Salat Subuh berjamaah.

Di sinilah visi Illiza dan Afdhal terasa begitu membumi dan kultural. Euforia dan gegap gempita duniawi tidak lantas membuat warga melupakan Sang Pencipta. Menyatukan gemuruh semangat olahraga dengan kekhusyukan spiritual adalah keseimbangan yang ingin terus dirawat di Banda Aceh.

Pada akhirnya, entah Spanyol atau Argentina yang akan mengangkat trofi, pemenang sesungguhnya adalah warga Kota Banda Aceh. Melalui olahraga, kepemimpinan Illiza dan Afdhal telah membuka jalan bagi terciptanya masyarakat yang lebih sehat, suportif, dan bersatu padu membangun kota, berdiri sama tinggi tanpa memandang perbedaan.

Tags: Banda AcehOlahragaopiniPersaudaraan
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026
Opini

Sekolah Gratis, Bersekolah Tidak: Refleksi Hardikda 2026

by SAGOE TV
September 2, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK
Opini

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

by SAGOE TV
August 31, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

by SAGOE TV
August 23, 2026
Remaja Aceh di Persimpangan NKRI, Merdeka, dan Ruang Kosong Tokoh Idola_Irwandi
Opini

Remaja Aceh di Persimpangan: NKRI, “Merdeka”, dan Ruang Kosong Tokoh Idola

by SAGOE TV
August 21, 2026
Dek Din Syamsuddin
Opini

Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

by SAGOE TV
August 20, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

Lulus Tanpa Skripsi dan Tesis di USK, Publikasi Jurnal Jadi Jalan hingga Wisuda

August 28, 2026
Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

Kabar Baru untuk Calon Dokter di Aceh, UIN Ar-Raniry Resmi Buka Prodi Kedokteran

September 2, 2026
Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

Haji Uma Minta RUU Migas Tak Geser Kewenangan Aceh dalam Pengelolaan Migas

August 31, 2026
Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

Bank Aceh Syariah Rombak Direksi, Syahrul Diberhentikan dari Jabatan Direktur Operasional

September 3, 2026
9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

9 Ulama Terpilih Jadi AHWA Muktamar ke-35 NU, Ada Rais Syuriyah PWNU Aceh

August 31, 2026
Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

Merdeka Versi Wirausaha Muda, Hubbika House Creative Ajak Pelajar Banda Aceh Belajar Bisnis

August 31, 2026
SPS Revival Usung Meutaloe Ketika Bunyi, Manusia, dan Gagasan Saling Menaut

SPS Revival Diversifikasi Program lewat SPS Talk #1: Membaca Seni di Ruang Publik

August 31, 2026
Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

Bahasa Aceh Terancam Kehilangan Ruang di Kalangan Generasi Muda, Pemerintah Aceh Perkuat Pelestarian

August 12, 2026
Setelah Dislokasi Epistemik Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK

Setelah Dislokasi Epistemik: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pendidikan Seni USK?

August 31, 2026

EDITOR'S PICK

Sanger day Fest 2026 Aceh

Sangerday Fest 2026 Digelar di Museum Tsunami Aceh, Ini Jadwal dan Rangkaian Acaranya

August 8, 2026
Warga Aceh Perlu Tahu, Tol Fungsional Padang Tiji-Seulimeum Diperpanjang

Warga Aceh Perlu Tahu, Tol Fungsional Padang Tiji-Seulimeum Diperpanjang

February 6, 2026
KUR Bank Aceh Tahun Ini Rp1,5 Triliun, Diharapkan Bermanfaat bagi UMKM

Bank Aceh Imbau Nasabah Aktif Transaksi, Dukung Kebijakan Nasional Soal Rekening Dormant

August 1, 2025
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

Ingin Jadi Mitra Program MagangHub 2026? Kemnaker Wajibkan Perusahaan Terdaftar WLKP

July 10, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.