• Tentang Kami
Monday, October 12, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menyoroti Site Plan PSN yang Mengabaikan Aspel Sosial Masyarakat di Kawasan Kopelma Darussalam Banda Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
August 23, 2026
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dek Din Syamsuddin

Dek Din Syamsuddin. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dek Din Syamsuddin
Pemerhati Sosial

Perencanaan tata ruang dan pembangunan infrastruktur berskala besar kerap kali terjebak dalam orientasi teknokratis-ekonomis semata. Dokumen rencana tapak atau site plan dari sebuah Program Strategis Nasional (PSN) sering kali digambarkan secara kaku melalui garis-garis koordinat, volume beton, dan target efisiensi anggaran di atas kertas meja birokrasi pusat.

Ironisnya, pendekatan top-down ini kerap mengabaikan realitas di tingkat tapak—khususnya aspek sosial kemasyarakatan. Di wilayah khas seperti Gampong Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh, pengabaian dimensi sosiologis dalam site plan PSN tidak hanya berpotensi merusak tatanan ruang akademik, tetapi juga mengancam ruang hidup, pemukiman, serta denyut nadi ekonomi warga setempat.

BACA JUGA

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

Anatomi Site Plan yang Abai Sosial: Antara Garis Gambar dan Realitas Warga

Dalam proses penyusunan site plan proyek infrastruktur nasional, perencana kerap memandang suatu kawasan sebagai ruang kosong (blank space) yang siap dibentuk ulang demi kepentingan makro. Kegagalan fundamental dari sudut pandang ini mencakup beberapa hal:

  • Reduksi Ruang Hidup Menjadi Angka Koordinat: Pemukiman warga, pusat interaksi mahasiswa, hingga kantong-kantong UMKM lokal di Kopelma Darussalam sering kali hanya dilihat sebagai hambatan fisik (bottleneck) dalam peta perencanaan, bukan sebagai ekosistem sosial yang hidup dan bernyawa.
  • Minimnya Partisipasi Publik (Meaningful Participation): Site plan biasanya disusun tanpa melibatkan dialog bermakna dengan masyarakat terdampak. Warga gampong dan sivitas akademika baru dilibatkan pada tahap sosialisasi produk hukum yang sudah final, di mana ruang untuk merevisi tata letak atau menolak penggusuran sudah tertutup rapat.
  • Abaikan Karakter Khas Kawasan: Kopelma Darussalam bukan sekadar kawasan permukiman biasa, melainkan pusat peradaban intelektual di Serambi Mekkah. Desain site plan yang seragam (generik) tanpa penyesuaian sosio-kultural berisiko memicu alienasi budaya dan hilangnya identitas historis kawasan.

Benturan dengan Realitas Sosial di Lapangan

Ketika site plan yang mengabaikan aspek sosial dipaksakan turun ke Gampong Kopelma Darussalam, gesekan struktural langsung tak terhindarkan:

  1. Ancaman Dislokasi Pemukiman: Penggusuran atau pergeseran batas wilayah akibat proyek mercusuar memaksa warga kehilangan tempat tinggal yang telah mereka bangun dan tempati secara turun-temurun.
  2. Runtuhnya Ekosistem Ekonomi Mikro: Kehidupan sosial-ekonomi di Kopelma Darussalam sangat bergantung pada simbiosis mutualisme antara warga lokal dan mahasiswa (seperti penyedia rumah kos, warung kopi, dan jasa penunjang pendidikan). Site plan yang mengubah fungsi lahan secara drastis akan memutus rantai ekonomi kerakyatan ini secara sepihak.
  3. Krisis Kepercayaan terhadap Kebijakan Negara: Pembangunan yang mengabaikan aspirasi akar rumput menumbuhkan kecemasan kolektif dan resistensi psikologis dari masyarakat terhadap setiap kebijakan yang datang dari pemerintah pusat.

Korelasi dengan Koridor Hukum Pemerintahan Daerah

Kondisi di mana site plan nasional mengabaikan aspek sosial masyarakat lokal juga menyeret posisi dilematis bagi pemerintah daerah. Berdasarkan Pasal 67 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah memiliki kewajiban mutlak untuk menaati hukum, mewujudkan tata pemerintahan yang demokratis, serta melindungi kesejahteraan rakyatnya.

Ketika site plan pusat mengorbankan hak-hak sosial warga di daerah, kepala daerah dihadapkan pada ujian berat: apakah tunduk secara membabi buta pada instruksi makro-nasional, atau berdiri membela hak konstitusional masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang desentralisasi.

Kesimpulan dan Urgensi Perbaikan Site Plan

Pembangunan infrastruktur melalui Program Strategis Nasional seharusnya menjadi instrumen untuk menyejahterakan rakyat, bukan sebaliknya, menjadi ancaman bagi eksistensi sosial mereka.

Sudah saatnya paradigma penyusunan site plan direvisi secara total dengan menerapkan prinsip Inklusivitas Sosial dan Analisis Dampak Lingkungan-Sosial (AMDAL-Sosial) yang jujur. Pemerintah pusat dan eksekutor proyek wajib mendengar denyut nadi warga Gampong Kopelma Darussalam Banda Aceh, agar setiap jengkal beton yang ditanam tidak mengorbankan keadilan sosial dan martabat kemanusiaan di bumi Aceh.

Baca Juga: Menjaga Jiwa Kota: Dilema Tata Ruang Banda Aceh, Gampong Kopelma Darussalam, dan Bayang-Bayang Proyek Strategis Nasional

Tags: Banda AcehKopelma DarussalamopiniPermukimanProyek Strategis NasionalPSN
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Publik dalam Bayang Militerisme Urban
Opini

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

by SAGOE TV
October 5, 2026
Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit
Opini

Saman dan Ruang Hidup Negeri Seribu Bukit

by SAGOE TV
October 4, 2026
Hari Pancasila dan Harapan Rakyat
Opini

Hari Pancasila dan Harapan Rakyat

by SAGOE TV
October 1, 2026
Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK
Opini

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

by SAGOE TV
September 30, 2026
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK
Opini

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

by SAGOE TV
September 25, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

Mahasiswa KPI STAIN Meulaboh Tuntut Kejelasan Penanganan Dugaan Kekerasan Seksual

October 6, 2026
Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

Nasir Djamil: Warung Kopi di Aceh Bisa Jadi Ruang Diskusi Buku

October 10, 2026
Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

Mahasiswa UIA Juara 1 Lomba Melukis HUT ke-27 Bireuen

October 5, 2026
LPS bayar klaim nasabah BPRS Aceh

LPS Bayar Rp46,80 Miliar Klaim Nasabah 4 BPRS di Aceh

October 8, 2026
Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

Kisah Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dengan IPK 3,80 dan 3,78

October 6, 2026
Publik dalam Bayang Militerisme Urban

Bukan Antisains, Prabowo Justru Antisaintis

October 5, 2026
Musriadi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pemerintah, Awasi Kebijakan dan Anggaran

Musriadi Dorong Mahasiswa Jadi Mitra Kritis Pemerintah, Awasi Kebijakan dan Anggaran

October 6, 2026
Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

Dek Fadh Hadiri Peusijuek 3 Putra Aceh yang Mengemban Amanah di Tingkat Nasional

October 11, 2026
PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

PORA XV Aceh Jaya Diundur ke Mei 2027

October 8, 2026

EDITOR'S PICK

Bandar Publishing Terbitkan Buku Quran Terjemahan Bahasa Gayo

Bandar Publishing Terbitkan Buku Quran Terjemahan Bahasa Gayo

August 6, 2024
Penjabat Gubernur Aceh Lantik 3 Pj Bupati dan Serahkan SK Perpanjangan Pj Wali Kota Langsa

Gubernur Aceh Lantik 3 Pj Bupati dan Serahkan SK Perpanjangan Pj Wali Kota Langsa

August 12, 2024
140 Dosen Pemula di Aceh Ikuti PKDP 2026 di UIN Ar-Raniry, Perkuat Kompetensi di Era AI

140 Dosen Pemula di Aceh Ikuti PKDP 2026 di UIN Ar-Raniry, Perkuat Kompetensi di Era AI

June 18, 2026
Aceh Timur Miliki Pusat Pengembangan Kakao, Diresmikan Wagub Fadhlullah

Aceh Timur Miliki Pusat Pengembangan Kakao, Diresmikan Wagub Fadhlullah

May 17, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.