BANDA ACEH | SAGOE TV – Tim Universitas Syiah Kuala (USK) turun membantu korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 27-28 Agustus 2026, dengan memberikan layanan medis sekaligus pendampingan trauma. Bantuan tersebut dijukan untuk membantu pemulihan warga terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.
Mereka hadir di tenda darurat RSUD Ruteng untuk memberikan layanan medis serta pendampingan pasien korban gempa NTT, termasuk anak-anak dan lansia.
Misi kemanusiaan USK ini diperkuat oleh tujuh personel utama yang tercantum dalam surat tugas resmi. Mereka adalah T. Maulana selaku Dosen Fakultas Kedokteran sekaligus Ketua Tim, didampingi oleh T. Nanta Aulia sebagai tenaga pengajar Fakultas Kedokteran, serta Marlina selaku Guru Besar Fakultas Keperawatan.
Selain itu, turut bergabung Abul A’la Tarigan yang merupakan Dosen Fakultas Keperawatan, Ikhsanuddin Basili dan Alfisyahrin Kamil dari PPDS masing-masing di bidang Bedah serta Ortopedi dan Traumatologi, serta Shahibul Mighvar sebagai tenaga teknisi laboratorium.
Ketua Tim Penanggulangan Bencana NTT, Teuku Maulana, menyampaikan bahwa kehadiran tim USK di Ruteng bukan hanya untuk memberikan layanan medis, tetapi juga dukungan moral bagi masyarakat.
“Kami berupaya memastikan setiap pasien mendapat penanganan sesuai kebutuhan, sekaligus hadir untuk memberi semangat agar warga tetap kuat menghadapi masa pemulihan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Sagoe TV, Senin, 31 Agustus 2026.
Tujuh personel Tim USK itu bertugas di RSUD Ruteng, RS Lapangan Kementerian Kesehatan di Bandara Frans Sales Lega, Puskesmas Kota Ruteng, Puskesmas Reo, serta melakukan kunjungan rumah ke warga terdampak di Kecamatan Reok.
Tim menangani pasien trauma seperti Victoria Jeria (80) dengan fraktur humerus, Fransiskus A. Duhu (13) dengan patah tulang paha ganda, serta Uwais, bayi enam bulan dengan abses perianal dan diare akut. Mereka juga memantau pasien pascaoperasi dan mendukung tindakan operatif di ruang bedah darurat.
Selain pelayanan klinis, tim melakukan kunjungan rumah ke warga terdampak gempa di Kecamatan Reok dan membagikan makanan siap saji. Mereka mendaftar sebagai relawan di Posko HEOC Kabupaten Manggarai serta menghadiri peresmian RS Lapangan Kemenkes.
Dilaporkan, RSUD Ruteng masih menggunakan tenda darurat untuk poliklinik, ICU, ruang anak, farmasi, dan radiologi. RS Lapangan Kemenkes mulai difungsikan untuk operasi dan penanganan trauma. Tim mencatat kebutuhan orthosis TLSO/LSO untuk pasien tulang belakang, kesinambungan pelayanan medis, serta penguatan sistem rujukan.
Diberitakan sebelumnya, Rektor USK Mirza Tabrani melepas tim relawan kesehatan dari Banda Aceh menuju NTT sebagai bentuk dukungan universitas terhadap korban gempa. Pengiriman ini menjadi dasar kehadiran tim di Ruteng, memastikan bahwa misi kemanusiaan USK berjalan terkoordinasi sejak awal.




















