• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Chelsea, Frank Lampard, dan Aceh

Sahlan Hanafiah by Sahlan Hanafiah
May 17, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah. Foto: dok. SagoeTV

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sahlan Hanafiah
Staf Pengajar Program Studi Sosiologi Agama UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Baru baru ini, Chelsea, klub sepak bola Inggris yang bermarkas di kota London memecat Frank Lampard dari kursi pelatih. Banyak pihak terkejut dengan pemecatan itu mengingat Lampard merupakan pemain bintang pada eranya dan telah dianggap sebagai the legend. Selain itu, ia baru menjabat 18 bulan, waktu yang sangat singkat untuk membesut tim sepak bola.

Namun yang menarik perhatian saya adalah alasan pemecatan Frank Lampard dari kursi pelatih, yaitu karena perjalanan klub dianggap tidak jelas arah dan tujuan di tangannya.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Ibarat sopir bus, Chelsea yang dikemudikan Lampard dengan tujuan menuju puncak prestasi dinilai berjalan sangat lambat, bahkan sesekali berjalan mundur kebelakang. Jalan yang dipilih Lampard juga bukan jalan tol bebas hambatan, melainkan jalan berliku yang tidak jelas kapan akan sampai ke tujuan. Situasi ini membuat penumpang (pemain) gundah, sanak famili (supporter) yang menunggu di terminal menjadi panik, dan pemilik bus (pemilik klub) kehilangan kesabaran dan kepercayaan.

Padahal pemilik perusahaan telah menyiapkan bus dalam kondisi sempurna. Semua infrastruktur (pemain) dibeli dalam kondisi baru dari bursa jendela transfer musim panas lalu dengan dana fantastis mencapai 220 milyar poundsterling.

Chelsea bahkan merupakan satu satunya klub sepak bola di Eropa musim ini yang berbelanja pemain dalam jumlah sebesar itu. Infrastruktur (pemain) yang dibeli juga bukan kualitas KW, tiruan atau produk gagal. Mereka adalah pemain top, kombinasi pemain muda dan senior penuh talenta dan sarat pengalaman. Sehingga tidak ada alasan bagi Frank Lampard menyalahkan kualitas pemain yang baru dibelinya.

Baca Juga:  Wagub Aceh Pimpin Upacara Hari Jadi ke-63 Kota Subulussalam: Kobarkan Semangat Sada Kata

Karena itu, wajar jika pemilik klub dan supporter menaruh harapan tinggi terhadap Frank Lampard agar klub yang dikemudikannya menempuh perjalanan dengan menyakinkan menuju puncak prestasi dan terminal juara.

Namun kenyataannya, setelah bermain 20 kali, Chelsea berada diurutan ke 9 klasemen sementara, dengan 30 raihan poin, terpaut 11 poin dari Manchester City yang berada di puncak klasemen dan baru bermain 19 kali. Jika Chelsea tetap berada di posisi tersebut hingga akhir musim, maka klub kaya raya itu akan kehilangan peluang bermain di Liga Champion musim depan.

Lalu apa hubungannya mengaitkan klub Chelsea dan pemecatan Frank Lampard dengan Aceh? Tidak ada hubungan apapun. Dalam tulisan saya hanya ingin menggunakan situasi klub sepak bola yang terkenal dengan julukan The Blues sebagai bahan refleksi untuk Aceh. Sebab, salah satu kemiripan Chelsea dan Aceh adalah sama-sama kaya.

Terutama sejak 2008 Aceh menerima dana Otonomi Khusus setiap tahun dalam jumlah cukup besar. Tahun 2008 misalnya Aceh menerima hampir 4 triliun rupiah dan setiap tahun hingga sekarang angka tersebut mengalami peningkatan berlibat ganda menjadi puluhan triliun rupiah. Penerimaan dana tersebut akan berakhir 2028 sesuai amanat UUPA.

Kekayaan Aceh tidak hanya dana yang datang dari berbagai sumber anggaran, tapi Aceh juga memiliki sumber daya alam melimpah yang belum terkelola dengan baik. Namun yang membedakan Chelsea dengan Aceh adalah ambisi, target, capaian dan ekspektasi.

Sebagai klub sepak bola, dengan kekayaan yang mereka miliki, Chelsea mempunyai visi dan ambisi yang jelas, yaitu menjuarai setiap kompetisi. Lalu apa visi dan ambisi Aceh dengan kekayaan yang dimiliki saat ini? Dengan kata lain, kemana arah dan tujuan pembangunan Aceh kedepan, apa saja target selama dana Otonomi Khusus masih dalam genggaman tangan? Silakan pembaca mencari jawaban dengan cara, pengetahuan dan kenyakinan masing-masing.

Baca Juga:  Mahasiswa USK Raih Best Innovation di FertInnovation Challenge 2025

Chelsea menaruh ekspektasi yang jelas terhadap pelatih dan manajernya, minimal tim bermain konsisten setiap pertandingan dan dapat bermain di Liga Champion musim depan. Lalu apa ekspektasi anggota dewan yang mewakili rakyat Aceh di parlemen sebagai ’pemilik Aceh’ terhadap manajernya (gubernur, bupati dan wali kota)?

Sejuah ini kita belum mendengar adanya visi dan ambisi yang jelas dari ’pemilik Aceh’ yang sedang duduk di kursi empuk parlemen, seperti ambisi menjadikan Aceh sebagai provinsi juara dalam bidang pendidikan berkualitas, juara pelayanan publik, juara menurunkan angka kemiskinan , juara meningkatkan jumlah lapangan kerja, juara menurunkan kasus korupsi, juara memperbaiki citra provinsi intoleran.

Disisi lain kita juga belum pernah mendengar adanya ekspektasi yang ditaruk di atas pundak ’manajer’ (gubernur, bupati, wali kota) oleh ’perwakilan pemilik Aceh (wakil rakyat) terhadap target yang harus dicapai selama lima tahun menjabat, seperti yang Roman Abrahamovic lakukan terhadap pelatih Chelsea yang ditunjuknya selama ini.

Meski Aceh kaya anggaran dan sumber daya alam, tapi pemiliknya tidak memiliki visi, ambisi dan ekspektasi, maka kekayaan Aceh hanya akan menjadi petaka dan bencana sekarang dan dikemudian hari.

Seumpama klub sepak bola, jika pemilik daerah (wakil rakyat) tidak memiliki visi dan ambisi dalam menjadikan daerahnya maju dan berkembang, kepala daerah tidak mendapat tekanan dan ekspektasi apapun dari pemilik daerah (wakil rakyat), maka daerah tersebut dipastikan lambat laun akan terjun bebas ke zona degradasi, menjadi daerah tertinggal.

Disinilah kadangkala kita membanyangkan, andai semua anggota dewan di Aceh seperti Roman Abrahamovic, dan andai kepala daerah seperti Pep Guardiola, maka Aceh dengan kekayaan yang dimiliknya sekarang dapat dipastikan akan selalu berada di puncak klasemen, meraih prestasi setiap tahun, mengalahkan provinsi lain di Indonesia.[]

Baca Juga:  4 Atlet Mahasiswa UIN Ar-Raniry Siap Berlaga di POMNAS XIX Jawa Tengah 2025
Tags: acehChelseaFrank Lampardpolitik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah

Sahlan Hanafiah adalah Penggerak "Rumoh NekNyah" di Ulee Glee Pidie Jaya, Aceh.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Menaker Yassierli Kunjungi Museum Tsunami Aceh, Tekankan Pentingnya Edukasi Kebencanaan

Menaker Yassierli Kunjungi Museum Tsunami Aceh, Tekankan Pentingnya Edukasi Kebencanaan

September 26, 2025
Jelang Persiraja vs PSPS, Panpel Pastikan Persiapan Sudah Matang

Persiraja Ajukan Banding Terkait Sanksi 4 Laga Tanpa Penonton dari Komdis PSSI

March 20, 2025
Wali Nanggroe dan Disdik Aceh Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Singapura

Wali Nanggroe dan Disdik Aceh Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Singapura

March 2, 2025
Miftahul Hamdi Harap Pemain Baru Persiraja Cepat Adaptasi Jelang Championship 2025/26

Miftahul Hamdi Harap Pemain Baru Persiraja Cepat Adaptasi Jelang Championship 2025/26

August 8, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.