ACEH BESAR | SAGOE TV – Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) memberikan edukasi tentang pornografi dan aspek hukumnya kepada siswa SMA Modal Bangsa, Aceh Besar. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran sekolah dan keluarga dalam memperkuat pengawasan serta mencegah dampak buruk pornografi terhadap generasi muda.
Sekolah dan keluarga diharapkan memberikan edukasi secara intens terhadap siswa dan anak terkait pornografi yang kini menyebar di berbagai ruang sosial. Beragam ruang berpotensi menjadi media penyebaran pornografi yang dapat berdampak buruk terhadap generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan Naqia Annisa Fadhilla saat menjadi pemateri dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan FH USK dalam rangka Milad USK ke-65. Dosen Pidana FH USK itu menyampaikan materi dalam kegiatan yang berlangsung di SMA Modal Bangsa, Rabu, 23 September 2026.
Menurut Naqia, pornografi bukan hal sederhana. Apalagi dengan masifnya para pelaku media sosial menjadikan isu ini untuk memperbanyak pengaruh.
“Semua pihak harus turut menanggulangi ruang pronografi di semua lini, tidak hanya sekolah,” katanya.
Ia menilai sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk melakukan upaya penanggulangan karena memiliki sistem pengawasan dan pembinaan terhadap siswa.
Lebih lanjut, Naqia mengatakan aspek hukum bisa digunakan dalam upaya menertibkan pornografi. Hal itu penting mengingat dampak buruknya yang dapat dialami generasi muda, termasuk perubahan perilaku mereka.
Sebelumnya, Dekan FH USK Prof Zahratul Idami saat memberi pengantar menyebutkan pentingnya sekolah menjadi tempat strategis dalam memberantas pornografi, termasuk LGBT, bullying, maupun kesusilaan lainnya.
“Apalagi untuk sekolah berasrama, jika pengawasan dilakukan dengan ketat, pasti penanggulangan ini akan dapat berjalan dengan baik. Saya yakin sekolah ini memiliki pengawasan dan pembinaan yang baik,” ujar Zahratul.
Rombongan FH USK disambut Wakil Kepala SMA Modal Bangsa, Mawardi M.S., bersama dewan guru. Dalam sambutannya, Mawardi berterima kasih atas edukasi yang dilakukan terhadap siswa-siswinya, termasuk aspek hukum.
“Kami selalu mengingatkan para siswa di sekolah ini, bahwa apapun perbuatan buruk yang dilakukan, akibatnya tidak hanya bagi mereka sendiri, melainkan juga bagi orang tua, keluarga, termasuk nama baik sekolah. Makanya kami sangat menaruh perhatian penuh dengan melakukan pencegahan maksimal untuk hal ini,” kata Mawardi.
Rombongan FH USK dipimpin Prof Sulaiman Tripa. Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Milad USK ke-65.
Kegiatan itu turut diikuti sejumlah dosen dan mahasiswa International Class Program (ICP), yakni Eka Kurniasari LLM dan Anta Rini Utami MH.
Selain melakukan edukasi hukum pornografi, tim FH USK juga menjelaskan salah satu program unggulan FH USK yakni ICP dan berharap para siswa dari Aceh maupun daerah dan negara lain memilih FH USK sebagai tempat kuliahnya.




















