PIDIE JAYA | SAGOE TV – Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus memprioritaskan pengurangan jumlah pengungsi akibat bencana alam hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Berdasarkan data Posko Satgas PRR per 5 Maret 2026, tercatat masih terdapat 6.873 pengungsi yang bertahan di tenda, dengan rincian 6.187 orang di Provinsi Aceh, 686 orang di Sumatera Utara, dan 0 di Sumatera Barat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan skema bantuan stimulan yang komprehensif bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tingkat kerusakan rumah (Rusak Ringan, Rusak Sedang, dan Rusak Berat) dengan nominal kompensasi yang bervariasi dari Rp15.000.000 hingga Rp60.000.000 per KK. Bantuan rehab rumah rusak ringan dan sedang tahap pertama telah diluncurkan selasa yang lalu di bireuen.
Hari ini bertempat di Pidie jaya mendagri yg juga kasatgas dan mensos kembali meluncurkan bantuan jatah hidup, batuan isi perabot hunian dan bantuan stimulan ekonomi. Bantuan jadup dihitung satu orang sebesar 15ribu/orang, sedangkan bantuan isi perabot hunian sebesar rp 3juta/Kk sedangkan bantuan stimulan ekonomi sebesar 5 juta/KK. Khusus untuk Provinsi Aceh, proses penyaluran menunjukkan angka yang sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru, total dana yang disalurkan untuk wilayah Aceh mencapai Rp450.765.150.000. Rincian penyaluran tersebut meliputi:
- Bantuan Isian Hunian (BIH) & Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE): Total mencapai Rp280.680.000.000 untuk 35.085 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
- BIH: 35.085 KK x Rp3.000.000 = Rp105.255.000.000.
- BSSE: 35.085 KK x Rp5.000.000 = Rp175.425.000.000.
- Jaminan Hidup (Jadup): Total mencapai Rp170.085.150.000.
- Bantuan ini diberikan kepada 125.989 Penerima Manfaat (PM) dengan indeks Rp450.000 per orang selama 3 bulan.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa validasi data dilakukan secara ketat melalui SK Kepala Daerah yang ditandatangani oleh tiga pihak (Kepala Daerah, Kapolres, dan Kajari) untuk menjamin transparansi. Hingga kini, tercatat total rumah rusak yang terverifikasi mencapai 77.849 unit.
Kepala Satuan Tugas Kewilayahan (Kasatgaswil) PRR Aceh yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, berharap penyerahan bantuan ini menjadi momentum kebangkitan masyarakat.
“Harapan kita bersama semoga penyerahan bantuan ini tidak hanya menjadi simbol hadirnya negara, tetapi juga menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk bangkit, menata kembali kehidupan, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Safrizal. []



















