• Tentang Kami
Monday, November 2, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

SAGOE TV by SAGOE TV
November 2, 2026
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah. (Ilustrasi AI)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Fajri, S.Pd.I., M.Ag., Gr
Guru dan Alumnus Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Saya mulai curiga kepada diri sendiri. Uang semakin cepat habis, padahal rasanya saya tidak sedang hidup mewah. Saya tidak tiba-tiba gemar membeli barang mahal. Saya hanya menjalani kehidupan sebagaimana biasanya: bekerja, memenuhi kebutuhan rumah tangga, membiayai anak-anak, dan berharap ada sedikit uang tersisa untuk ditabung.

Lalu, mengapa setiap bulan saya seperti berlomba dengan uang sendiri?

BACA JUGA

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

Mula-mula saya mengira pengelolaan keuangan saya yang bermasalah. Barangkali terlalu banyak pengeluaran kecil yang tidak tercatat. Barangkali saya kurang disiplin membedakan kebutuhan dan keinginan. Saya mencoba berhemat, mengurangi pengeluaran yang tidak penting, dan menunda beberapa rencana.

Namun, ada sesuatu yang terasa janggal. Penghasilan relatif tetap, sedangkan kebutuhan sehari-hari terasa semakin mahal. Saya sudah berusaha mengencangkan ikat pinggang, tetapi ikat pinggang itu seolah harus terus dilubangi.

Jangan-jangan saya bukan semakin boros. Jangan-jangan uang saya saja yang semakin kehilangan daya beli.

Bagi orang berpenghasilan terbatas, inflasi bukan sekadar istilah dalam laporan ekonomi. Ia hadir ketika uang belanja yang dibawa ke pasar tidak cukup untuk membeli sebanyak biasanya. Ia terasa ketika kita harus mengurangi jumlah belanjaan, memilih barang yang lebih murah, atau menunda kebutuhan yang sebenarnya sudah waktunya dipenuhi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada September 2026 mencapai 3,28 persen. Sementara itu, kelompok pangan bergejolak atau volatile food mengalami inflasi tahunan sebesar 5,03 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya tekanan harga, meskipun tentu tidak berarti daya beli setiap rumah tangga pasti menurun.

Angka nasional itu terasa lebih dekat ketika kita melihat kehidupan di pasar. Pada 19 Januari 2026, Bithe.co memberitakan keluhan pedagang di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh. Seorang pedagang menyebut konsumsi masyarakat merosot hampir 50 persen, meskipun mayoritas bahan pokok di pasar tersebut sedang mengalami penurunan harga. Para pedagang menduga sebagian warga menahan pengeluaran untuk persiapan Ramadan.

Laporan itu menarik karena mengingatkan kita bahwa persoalan ekonomi tidak selalu sesederhana harga naik, lalu pembeli berkurang. Ketika harga turun pun, pembelian belum tentu meningkat. Ada kemungkinan masyarakat sedang berjaga-jaga karena uang yang tersedia harus dibagi untuk semakin banyak kebutuhan. Tentu, kesaksian pedagang tersebut bukan survei yang mewakili seluruh masyarakat Banda Aceh. Namun, pengalaman itu layak diperhatikan.

Persoalan harga juga perlu dilihat dari cara pemerintah menjalankan program berskala besar. Dalam laporan Kompas.com pada 20 Oktober 2025, sejumlah ekonom menyoroti kemungkinan pengaruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap harga telur dan ayam. Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyebut peningkatan permintaan dari MBG sebagai salah satu faktor yang memengaruhi harga telur. Ia juga menyoroti kenaikan harga jagung sebagai bahan pakan ternak.

Kekhawatiran serupa disampaikan Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, yang mengingatkan risiko persaingan pasokan antara kebutuhan dapur MBG dan pasar tradisional. Sementara itu, pada November 2025, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa meningkatnya permintaan telur untuk menu MBG turut mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.

Ini bukan berarti MBG menjadi penyebab tunggal kenaikan seluruh bahan pokok. Harga pangan juga dipengaruhi produksi, cuaca, biaya pakan, dan distribusi. Namun, pemerintah perlu memastikan bahwa tambahan permintaan dalam program berskala besar diimbangi pasokan yang memadai. Program yang bertujuan memperbaiki gizi anak tidak boleh mengabaikan kemungkinan tekanan harga yang turut dirasakan masyarakat di luar program tersebut.

Pada September 2026, KPPU Medan melaporkan kenaikan harga ayam di Sumatera Utara. Harga di tingkat produsen meningkat dari sekitar Rp22.450 per kilogram pada awal Juli menjadi Rp30.200 pada akhir Agustus. Di pasar tradisional, harganya naik dari sekitar Rp37.850 menjadi Rp53.175 per kilogram. KPPU menyebut meningkatnya aktivitas MBG berpotensi menambah tekanan permintaan, tetapi menegaskan bahwa kenaikan harga tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan MBG saja. Kondisi pasokan, biaya produksi, harga pakan, dan struktur distribusi juga harus diperiksa.

Di Banda Aceh, saya juga memperhatikan sejumlah influencer kuliner mengajak pengikutnya meramaikan gerai makanan yang dikabarkan mengalami penurunan penjualan. Pengamatan ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat merupakan penyebab utama sepinya gerai-gerai tersebut. Namun, fenomena itu menyisakan pertanyaan: mengapa usaha makanan sampai perlu mengandalkan ajakan di media sosial agar pembeli kembali berdatangan?

Di balik semangkuk bakso yang tidak terjual, ada biaya bahan baku, sewa tempat, upah pekerja, dan kebutuhan keluarga pemilik usaha yang tetap harus dibayar. Jika penjualan terus menurun, persoalannya bukan lagi sekadar gerai yang sepi. Ada mata pencaharian yang ikut dipertaruhkan.

Saya teringat janji Prabowo Subianto ketika masih menjadi calon presiden pada Februari 2019. Ia berjanji memperjuangkan penurunan harga sejumlah bahan pokok, termasuk beras, telur, ayam, dan daging, dalam 100 hari pertama jika terpilih. Janji itu tercatat dalam pemberitaan Detik.com pada 9 Februari 2019.

Harga pangan memang tidak bisa dikendalikan hanya dengan pernyataan politik. Namun, janji tentang keterjangkauan kebutuhan pokok tetap layak diperiksa melalui pengalaman masyarakat. Keberhasilan ekonomi bukan semata-mata soal pertumbuhan, investasi, atau angka inflasi yang berada dalam sasaran. Ia juga menyangkut kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan tanpa terus-menerus mengorbankan satu hal untuk membayar hal lainnya.

Saya tidak berharap pemerintah menjamin semua barang selalu murah. Saya sendiri masih harus belajar mengelola pengeluaran dengan lebih baik. Berhemat tetap penting, tetapi berhemat bukan jawaban untuk semua persoalan. Kita bisa menunda membeli pakaian atau membatalkan rencana berlibur. Kita tidak bisa terus-menerus mengurangi kebutuhan pokok tanpa memengaruhi kehidupan keluarga.

Karena itu, pemerintah perlu sesekali melihat ekonomi dari meja makan keluarga berpenghasilan pas-pasan, dari pasar yang kehilangan pembeli, dan dari warung yang menunggu pelanggan. Indeks, survei, dan laporan pertumbuhan tetap diperlukan, tetapi tidak selalu mampu menceritakan seluruh kenyataan yang dialami masyarakat paling bawah.

Rakyat tidak berbelanja menggunakan grafik. Mereka membayar beras dengan uang sungguhan dan menghadapi akhir bulan dengan kecemasan yang sungguhan. Pedagang juga tidak bisa membayar sewa kios dengan angka pertumbuhan ekonomi.

Jika suatu hari laporan menyebut ekonomi semakin baik, tak ada salahnya pemerintah sesekali memeriksa dompet rakyat. Jangan-jangan yang tumbuh memang ekonominya, sementara isi dompetnya justru semakin kurus.

Tags: AcehEkonomiIndonesiaMasalahopiniPemerintahUang
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan
Opini

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

by SAGOE TV
November 2, 2026
Ari J. Palawi
Opini

Banda Aceh, Kota yang Bisa Dicari Orang untuk Belajar

by SAGOE TV
October 23, 2026
Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam
Opini

Menyiapkan Technofinancepreneur Syariah: Ketika Teknologi Harus Berjalan Seiring dengan Nilai Islam

by SAGOE TV
October 21, 2026
Negeri Hahaha Hihihi
Opini

Negeri Hahaha Hihihi

by SAGOE TV
October 20, 2026
Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa
Opini

Mengapa Pelajaran Biologi Jauh dari Kehidupan Siswa?

by SAGOE TV
October 19, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Operasi Patuh Seulawah 2026 Aceh

Operasi Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Pengendara di Aceh Perlu Waspadai 3 Pelanggaran Ini

October 26, 2026
Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

October 31, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

October 28, 2026
Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya

Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya?

October 28, 2026
Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

October 29, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

Saat Berhemat Tak Lagi Menyelesaikan Masalah

November 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026

EDITOR'S PICK

UIN Ar-Raniry Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

UIN Ar-Raniry Resmi Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

March 3, 2026
KKJ Aceh Resmi Dibentuk

KKJ Aceh Kutuk Kekerasan terhadap Jurnalis saat Meliput Aksi Penolakan Pergub JKA

May 14, 2026
Sekda Aceh dan Wali Kota Illiza Bahas Penataan Akses Jalan untuk Dukung Integrasi Pelayanan RSUDZA

Sekda Aceh dan Wali Kota Illiza Bahas Penataan Akses Jalan untuk Dukung Integrasi Pelayanan RSUDZA

August 21, 2025
Blok Andaman Jadi Pembahasan Mualem dan Hashim, Aceh Dorong Hilirisasi Gas

Blok Andaman Jadi Pembahasan Mualem dan Hashim, Aceh Dorong Hilirisasi Gas

July 30, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.