• Tentang Kami
Tuesday, November 3, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Blang Padang, Dana Otsus, dan Bendera Aceh Dibahas di Jakarta, Ini Solusi Yusril

SAGOE TV by SAGOE TV
November 3, 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Blang Padang, Dana Otsus, dan Bendera Aceh Dibahas di Jakarta, Ini Solusi Yusril
Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | SAGOE TV – Pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh membahas tiga persoalan strategis, yakni status Lapangan Blang Padang, keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), dan penyelesaian persoalan bendera Aceh dalam rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, Senin (2/11/2026). Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan sejumlah langkah penyelesaian, termasuk penetapan status Blang Padang sebagai tanah wakaf melalui mekanisme isbat wakaf.

Dalam rapat tersebut, Menko Yusril menekankan pentingnya mencari solusi bersama agar berbagai persoalan strategis Aceh yang telah berlangsung lama dapat segera diselesaikan. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut harus mengedepankan kepastian hukum, mempertimbangkan aspek sejarah, serta menghormati kekhususan Aceh.

BACA JUGA

UIN Ar-Raniry Gandeng Pijar Foundation, Perkuat Akses Kuliah bagi Mahasiswa Disabilitas

UIN Ar-Raniry Gandeng Indosat, Siapkan Talenta Aceh Hadapi Era AI

“Saya pikir, kita jangan menunda masalah lama-lama. Sedapat mungkin masalah yang kita hadapi itu segera kita pecahkan dan selesaikan agar tidak menjadi beban sejarah bagi kita semuanya,” ujar Yusril, dikutip dari laman resmi Kumham Imipas, Selasa (3/11).

Terkait status Lapangan Blang Padang, Yusril menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah lama menjadi perbedaan pandangan antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertahanan melalui Kodam Iskandar Muda. Ia menilai penyelesaiannya perlu mempertimbangkan hukum administrasi negara, hukum Islam, serta sejarah dan kekhususan Aceh.

Sebagai jalan penyelesaian, Yusril mengusulkan penetapan status tanah wakaf melalui Mahkamah Syar’iyah Aceh atau isbat wakaf. Permohonan penetapan tersebut dapat diajukan oleh pemerintah pusat atau Gubernur Aceh berdasarkan pelimpahan kewenangan Presiden.

Apabila status wakaf telah memperoleh penetapan pengadilan, Kementerian Keuangan dapat menindaklanjuti proses penghapusan status BMN sesuai ketentuan, sehingga lahan tersebut dapat dikelola sebagai tanah wakaf untuk kepentingan masjid dan masyarakat.

“Pak Presiden secara garis besar sebenarnya sudah menyetujui cara penyelesaian seperti ini. Tapi barangkali ada saran-saran lain yang lebih baik nanti didapat dari kesimpulan rapat kita ini,” ungkap Yusril.

Selain persoalan Blang Padang, Yusril turut menyoroti penyelesaian persoalan bendera Aceh yang telah berlangsung sejak 2013. Ia menekankan pentingnya mencari jalan kompromi melalui kesepahaman bersama dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum nasional dan menghormati kekhususan Aceh.

Yusril merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah yang mengatur penggunaan lambang daerah, termasuk larangan penggunaan lambang yang memiliki persamaan pada pokoknya dengan lambang tertentu. Menurutnya, diperlukan pemikiran bersama untuk menemukan solusi yang dapat diterima seluruh pihak sehingga persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menekankan pentingnya penyelesaian berbagai persoalan strategis Aceh secara terkoordinasi dengan tetap menjamin kepastian hukum, menghormati kekhususan daerah, serta menjaga keberlanjutan perdamaian.

“Perdamaian Aceh merupakan aset bangsa yang harus terus kita rawat. Penghormatan terhadap kekhususan Aceh perlu diwujudkan melalui pembangunan yang berkeadilan, pemerintahan yang akuntabel, dan penyelesaian permasalahan yang menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menjelaskan perkembangan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang merupakan inisiatif DPR RI.

Menurutnya, pemerintah telah mencapai kesepakatan terhadap sejumlah usulan, tetapi masih terdapat substansi yang memerlukan pembahasan lanjutan, khususnya kewenangan pengelolaan sumber daya alam, perizinan berusaha, pembagian pendapatan pusat dan daerah, serta besaran Dana Otsus Aceh.

Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyampaikan sejumlah persoalan terkait pelaksanaan otonomi khusus dan pemanfaatan Dana Otsus. Ia juga menyoroti penanganan dampak bencana banjir di Aceh yang masih memerlukan perhatian, khususnya penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak dan pemulihan infrastruktur.

Mengenai bendera dan lambang Aceh, Mualem berpandangan bahwa simbol yang telah ditetapkan tidak perlu diubah. Ia berharap pemerintah pusat segera mengambil keputusan untuk memberikan kepastian atas persoalan tersebut.

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh berupaya menyamakan pandangan serta merumuskan langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis Aceh. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum, menghormati kekhususan Aceh, memperkuat pembangunan daerah, serta menjaga perdamaian dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian/lembaga dan pejabat terkait. Gubernur Aceh Muzakir Manaf hadir didampingi Wakil Gubernur Fadhlullah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh.

Tags: Bendera AcehBlang PadangOtsus AcehYusril Ihza Mahendra
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

UIN Ar-Raniry Gandeng Pijar Foundation, Perkuat Akses Kuliah bagi Mahasiswa Disabilitas
News

UIN Ar-Raniry Gandeng Pijar Foundation, Perkuat Akses Kuliah bagi Mahasiswa Disabilitas

by SAGOE TV
November 3, 2026
UIN Ar-Raniry Gandeng Indosat, Siapkan Talenta Aceh Hadapi Era AI
News

UIN Ar-Raniry Gandeng Indosat, Siapkan Talenta Aceh Hadapi Era AI

by SAGOE TV
November 3, 2026
Mualem-Dek Fadh Minta Pusat Tuntaskan Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Blang Padang
News

Mualem-Dek Fadh Minta Pusat Tuntaskan Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Blang Padang

by SAGOE TV
November 2, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh
News

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

by SAGOE TV
November 3, 2026
Seluruh Peserta UKJ AJI Angkatan 110 di Banda Aceh Dinyatakan Kompeten
News

Seluruh Peserta UKJ AJI Angkatan 110 di Banda Aceh Dinyatakan Kompeten

by SAGOE TV
November 3, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

Bandar Publishing-IKAPI Aceh Gelar Diskusi Buku Dr Baun, Sekaligus Lepas Tugas ke Kepri

November 3, 2026
Operasi Patuh Seulawah 2026 Aceh

Operasi Patuh Seulawah 2026 Dimulai, Pengendara di Aceh Perlu Waspadai 3 Pelanggaran Ini

October 26, 2026
Tgk Faisal Ali Anggota Majelis Masyayikh

Tgk Faisal Ali Dikukuhkan Jadi Anggota Majelis Masyayikh

November 3, 2026
Kendaraan Listrik Makin Diminati

Kendaraan Listrik Makin Diminati

October 31, 2026
Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

Polres Lhokseumawe Sita 21 Motor, Warga yang Kehilangan Kendaraan Diminta Melapor

October 28, 2026
Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

Sebelum Punya Gedung, Fakultas Ini Sudah Punya Grup Percakapan

November 2, 2026
Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya

Kita Bangga pada Budaya Aceh–Seberapa Banyak Kita Memahaminya?

October 28, 2026
Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

Rizwan dan Nadia Jadi Duta Literasi UIN Ar-Raniry 2026, Rektor Soroti Budaya Membaca

October 29, 2026
Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

Pihak Swasta Ditantang Membangun SPKLU

November 2, 2026

EDITOR'S PICK

Omid Popalzay Jadi Amunisi Baru Persiraja Jelang Laga Lawan PSMS

Omid Popalzay Jadi Amunisi Baru Persiraja Jelang Laga Lawan PSMS

January 15, 2026
Seni Perang Kosmik Ala Sun Tzu

Seni Perang Kosmik Ala Sun Tzu

March 24, 2025
Pj Gubernur Aceh Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah yang Dibuka Presiden Prabowo

Pj Gubernur Aceh Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat-Daerah yang Dibuka Presiden Prabowo

November 8, 2024
Persiraja Kirim Surat Protes ke PSSI soal Perangkat Pertandingan saat Lawan PSPS

Persiraja Kirim Surat Protes ke PSSI soal Perangkat Pertandingan saat Lawan PSPS

February 13, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.