• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Milad Partai Aceh ke-14; Momentum Kebangkitan Politik Aceh

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rahasia Allah Dibalik Tsunami Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Juanda Djamal
Ketua Fraksi Partai Aceh, DPRK Aceh Besar (2019-2024).

Kureung Reumbang Tapeupah,
Pat njang salah tapeubeuna,
Tameusaboh Tapuwoe marwah bansa.

Tema diatas menjadi pesan yang dalam mengenai  14 tahun perjalanan perjuangan Partai Aceh (PA). Dimana PA bukan saja partai politik sebagaimana keberadaan partai lainnya. Namun, PA merupakan alat perjungan rakyat Aceh setelah transformasi strategi perjuangannya dari bersenjata ke politik dan diplomasi.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Dasarnya adalah perundingan perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Negara Republik Indonesia (NRI) telah menghasilkan perjanjian politik “damai” antara keduanya. Selanjutnya bersepakat menjalankan perjanjian dalam kerangka konstitusi Negara Republik Indonesia, Undang-undang No.11/2006 tentang penyelenggaraan Pemerintahan Aceh.

Perjanjian damai Helsinki dan UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, juga mengatur transformasi GAM dari gerakan bersenjata ke gerakan politik, yaitu BAB XI, Pasal 75 – Pasal 95. Maka, atas transformasi GAM ke politik diatur secara sah dalam konstitusi Negara Republik Indonesia. Maka petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) mendirikan Partai Aceh pada 7 Juli 2007 di Banda Aceh dan disahkan oleh Menkumham secara resmi.

Kapital Perjuangan Aceh
Kearajaan Aceh Darussalam (KAD) memberikan pembelajaran penting pada generasi kita hari ini, 400 tahun (1496-1903) keberadaan kesultanan Aceh telah menunjukkan nilai-nilai perjuangannya. Setidaknya kebangkitan KAD saat kesultanan Pasai meredup setelah perang panjang menghadapi Portugis, kebangkitannya mencapai puncak kejayaannya setelah 11 sultan memimpin Aceh yaitu era Sultan Iskandar muda (1607 – 1636), setidaknya butuh waktu 110 tahun atau lima generasi.

Meskipun kemudian secara perlahan mengalami penurunan, tentu banyak sekali faktornya. Namun salah satunya “konflik internal” atau perang saudara dalam memperebutkan kekuasaan, begitu pula mulai menghadapi bentuk-bentuk imperialisme dan kolonialisme, sampai perang Belanda dan Jepang, serta ketidakadilan republik sampai mengharuskan rakyat Aceh memberontak dua kali, kepemimpinan Tgk Daud Beureueh dan Tgk Muhammad Hasan di Tiro dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Baca Juga:  USK dan ANRI Peringati Dua Dekade Tsunami Aceh

Perang sepanjang masa, dimulai saat maklumat perang Belanda 26 Maret 1873, dan berakhir saat perjanjian damai Helsinki (2005) telah meruntuhkan peradaban Aceh. Kesempatan kita untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Aceh yang kuat agar mampu mengelola semua potensi Sumber Daya Alam (SDA) mengalami hambatan. Sebaliknya, energi kita terlalu banyak dihabiskan untuk berperang karena kedaulatan Aceh menjadi utama.

Energi Perang Kemandirian dan kemakmuran.
Kapital utama orang Aceh adalah jiwa berperang. Pantang menyerah untuk melawan, tentunya jiwa tersebut dibentuk oleh kuatnya identitas “Islam dan Aceh” yang menyatu. Sehingga dikenal “hukom ngon adat lagee zat and sifeut”. Maka, Snouck Hurgronje menyatakan selain ideologi jihad yang sudah tertanam dalam masyarakat Aceh, hal yang cukup berpengaruh bagi semangat pasukan Aceh adalah hikayat yang di dalamnya terdapat syair-syair yang mengandung ajakan berjihad.

Mengenai jihad orang Aceh banyak ditulis oleh para tokoh agama Aceh. Kekuatan inilah yang menjadi spirit dan energi untuk terus berperang. Namun setelah perjanjian damai Helsinki, spirit dan energi berperang telah bertransformasi dalam area politik dan diplomasi. Tentunya ini tangan berat, karena strategi “politik dan diplomasi” membutuhkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan persatuan.

Namun demikian, setelah 16 tahun damai MoU Helsinki dan 14 tahun berdirinya Partai Aceh (PA). Masih adakah jiwa perjuangan dalam diri kita?

Jawabannya tentu hanya bisa di jawab oleh pribadi-pribadi orang Aceh.  Karena, transformasi aktor perjuangan atas generasi DI/TII, generasi GAM, dan “generasi intelektual 98” sudah menyebar ke dalam beragam sektor. Mulai menjadi kaum akademisi, pengusaha, kontraktor, aparatur sipil negara, petani dan bahkan politisi.

Kondisi demikian, seharusnya menjadi  kekuatan, karena kesempatan untuk mengkreasikan gagasan sedemikian terbuka. Namun, sejauh ini kita masih terus berproses menemukan kerangka dan strategi yang lebih tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Baca Juga:  Gubernur Mualem Bertemu Ketua MPR Ahmad Muzani Bahas Pembangunan Aceh

Pada sisi lain, kita pun jangan terlena dengan kekuasaan dan terus terjebak dalam kontradiksi internal Aceh. Snouck Hurgronje pernah mengatakan bahwa Perang Aceh bukan suatu perang antar kelas, melainkan perang rakyat. Karena itu perang Aceh tidak akan selesai jika masih ada rakyat yang melakukan perlawanan dan semua rakyat yang melakukan perlawanan harus dimusnahkan sampai tuntas.

Salah satu faktor yang memperlemah perjuangan Aceh hari ini adalah kontradiksi internal Aceh. Lebih fokus misalnya antara pejuang yang masih bertahan di luar Aceh dengan di dalam. Saling menyerang dan beradu argumen. Khususnya di dalam, karena mengikuti sistem politik demokrasi, maka perebutan kekuasaan “saling cah gateh” saat pemilu dan Pilkada, dan perebutan paket proyek untuk kepentingan personal.  maka kian memperburuk keharmonisan dan menciptakan disorientasi atas agenda bersama “Aceh National Interest”.

Jadi, dengan momentum milad Partai Aceh ke-14. Hendaknya menjadi titik baru kebangkitan politik Aceh. Selain  Kureung Reumbang Tapeupah, Pat njang salah tapeubeuna, kita juga dituntut untuk melakukan rekonsolidasi politik para pejuang Aceh.

“Tameusaboh Tapuwoe marwah bansa” Karena hanya kekuatan inilah yang dapat melakukan lompatan jauh kedepan. Mewujudkan “Kemandirian dan Kemakmuran”

Tags: acehKebangkitan AcehMilad Partai Aceh
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026
6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

6 Universitas Sepakat Kembangkan Riset Konservasi Gajah Sumatra di Lansekap Peusangan

April 17, 2026

EDITOR'S PICK

Dukung Regenerasi Petani, Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR untuk Pertanian Berkelanjutan

Dukung Regenerasi Petani, Pupuk Indonesia Gelar Jambore MAKMUR untuk Pertanian Berkelanjutan

September 25, 2024
Kemenag Aceh Besar Sosialisasikan Gerakan ASRI: Wujud Ekoteologi di Lingkungan Kerja

Kemenag Aceh Besar Sosialisasikan Gerakan ASRI: Wujud Ekoteologi di Lingkungan Kerja

September 25, 2025
USK Aceh Perkuat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Swiss

USK Aceh Perkuat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Swiss

September 23, 2024
Pj Sekda Aceh Lantik Lima Pejabat Eselon II, Akkar Arafat Jadi Karo Adpim

Pj Sekda Aceh Lantik Lima Pejabat Eselon II, Akkar Arafat Jadi Karo Adpim

August 16, 2024
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.