• Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ketika Orang Baik Mudah Diadu Domba, Kenapa?

SAGOE TV by SAGOE TV
March 20, 2025
in Resensi
Reading Time: 6 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
Antropolog UIN Ar-Raniry.

Dalam artikel ini, saya tertarik untuk mengupas dua tema penting yaitu mengapa orang baik selalu muda diadu domba. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya mencoba menjelaskannya melalui alasan-alasan orang saleh/taat yang selalu dapat diadu domba. Di sini, juga menarik untuk dijelaskan tentang psikologi kebodohan ( the psychology of stupidity).

BACA JUGA

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

Dalam hal ini, ada dua buku yang menarik perhatian saya, yaitu The Righteous Mind: Why Good People Are Divided by Politics and Religion, karya Jonathan Haidt dan The Psychology of Stupidity, diedit oleh Jean-Francois Marmion. Dua buku ini terbit pada tahun yang berbeda. Buku pertama berisi hasil riset mendalam Jonathan Haidt (2013). Sementara buku kedua merupakan kumpulan tulisan yang berasal dari bahasa Perancis, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (2020).

Saya menemukan korelasi yang menarik antara kedua buku ini. Paling tidak, ketika ditemukan beberapa hal menarik dalam buku Psikologi Kebodohan. Misalnya, bagaimana seorang yang cukup pintar masih memercayai sesuatu yang tidak masuk akal. Demikian pula, bahwa internet rupanya lebih banyak menyebarkan kebodohan, daripada kepintaran. Sesuatu yang pasti akan menyebabbkan kebodohan, sementara ketidakpastian akan menyebabkan kegilaan. Lebih menarik lagi adalah ketika kebodohan berkoneksi dengan kepintaran atau kejeniusan, maka yang menang adalah stupidity.

Kebodohan

Tampaknya, kajian tentang kebodohan sama sekali tidak berhubungan dengan jenjang pendidikan, tetapi memang perilaku kebodohan itu sendiri dapat dihadapi oleh siapapun, tidak terkecuali mereka yang sudah memiliki pendidikan yang cukup tinggi. Patrick Moreau mengatakan bahwa:

Sometimes we do stupid things, but more often we say them. Most of the time, they are transmitted through language.

Karena itu, ketika ada peristiwa besar dalam kehidupan manusia, lebih banyak disebabkan karena kebodohan yang melanda mereka, bukan karena kepintaran atau kebijaksanaan.

Dari paparan di atas, ingin dikaitkan jika orang baik kemudian memilih kesalehan, kemudian dikerjai oleh orang jahat yang cerdas. Maka inilah sebenarnya petaka kehidupan yang terjadi selama ini. Mari kita jabarkan secara sederhana, bagaimana orang baik mudah diadu domba. Jonathan Haidt mengatakan bahwa ada tiga tema moral yang dikenal sebagai etika otonomi, komunias, dan divinitas.

Baca Juga:  Psikologi UIN Ar-Raniry dan ICAIOS Gelar Program Pemulihan Psikologis untuk Korban Konflik

Etika Otonomi, Komunias, dan Divinitas

Adapun penjelasan ketiga etika tersebut adalah :

The ethic of autonomy is based on the idea that people are, first and foremost, autonmous individuals with wants, needs, and preference.

The ethic of community is based on the idea that people are, first and foremost, member of larger entities such as families, teams, armies, companies, tribes, and nations.

The ethic of divinity is based on the idea that people are, first and foremost, temporary vessels within which a divine soul have been implanted.

Tiga etika di atas dimasukkan ke dalam diri manusia untuk menjalani kehidupan, sebagai individu, anggota sosial, dan memiliki keterhubungan dengan sesuatu yang bersifat keilahian.  Setiap individu akan menjalani kehidupan mereka untuk mempertahankan ketiga hal tersebut, bahkan sampai pada tahapan melakukan kekerasan sekalipun.

Orang yang mementingkan yang pertama, akan selalu membenarkan apa yang diyakininya benar dan memberikan ruang yang kecil pada tahapan negosiasi. Sementara yang kedua, akan melahirkan orang-orang yang hanya memikirkan kelompoknya sendiri. Sementara yang berada di ketiga, akan melahirkan kelompok-kelompok pejuang kebenaran atas apa yang mereka yakini secara kerohanian.

Strategi Iblis

Disinilah mereka kemudian dikelola melalui Strategi Iblis (Devil Strategy), sebagaimana dijelaskan dalam buku On Strategy karya Lawrence Freedman. Buku ini digambarkan bagaimana Iblis mengelola keinginan mereka ketika berdiskusi untuk menaklukkan Kerajaan Langit.  Dialog Iblis dalam buku ini mempertegas bahwa orang baik paling mudah dikelola atau dijahati, ketimbang orang bodoh atau orang jahat.

Hal ini disebabkan, orang jahat yang mengaku baik, akan mudah untuk memanipulasi ketiga etika di atas, untuk kepentingan tertentu. Misalnya, orang jahat yang mengaku akan berbuat kebaikan, akan mengatur strategi bagaimana mengelola orang-orang yang mengaku baik atau bahkan sama sekali orang saleh. Karena itu, ketika ada anggapan untuk mengeluarkan orang saleh dari kerumunan politik atau kegiatan ekonomi, dimana orang jahat yang mengaku baik, saling menjalankan strategi mereka, maka mau tidak mau, para orang saleh atau gerejawan, dipaksa masuk ke dalam gereja, untuk mendengar keluh kesah setiap individu yang bermasalah dengan ketiga etika di atas.

Baca Juga:  Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

Orang baik lantas dianggap sebagai pendakwah atau pendoa, karena aspek etika keilahian, dapat mereka komunikasikan dengan alam ghaib. Begitu juga orang jahat yang mengaku sebagai orang baik, cenderung akan menggunakan strategi Iblis, supaya mereka dapat menaklukkan mereka yang orang yang mengakui baik.

Pengakuan terhadap jati diri bahwa dia seorang yang baik merupakan hal yang sering kita jumpai. Orang baik menggetarkan mimbar, namun ketika turun mimbar, etika otonomi individualnya terganggu, maka segala yang dia sampaikan di atas mimbar, mendadak menjadi amnesia. Pola amnesia terhadap kebaikan, memang menggejala, di kalangan siapapun yang belum terpuaskan kebutuhan mereka dalam etika otonomi, komunitas, dan divinitas.

Kesalehan, Kejahatan, dan Kemenderitaan Sosial

Dari uraian di atas, saya ingin memvisualisasikan beberapa hal yang unik ketika mengamati perilaku manusia dan persoalan politik. Pertama, semakin saleh seseorang dalam kancah politik, akan semakin banyak pula hal yang dia lakukan sebagai kesalahan.  Kedua, perilaku orang jahat yang mengakui baik, akan semakin terorganisir, jika mereka memiliki kekuasaan dan otoritas yang tidak terbatas. Ketiga, semakin orang memerlukan pengakuan di tiga domain (individu, sosial, dan keilahian), akan semakin banyak kejahatan yang mereka lakukan secara etika dan moral.

ALSO READ  What are the important lessons for Indonesian from the war in Ukraine?

Rakyat yang paling bawah akan dikelola rasionalitas dan emosionalitas mereka, oleh mereka yang mengaku orang baik padahal orang jahat. Orang jahat yang mengaku baik ini hanya memikirkan dua hal, yaitu kepuasan diri dan kelompok mereka. Sementara orang yang mengaku dirinya baik, akan dikelola oleh orang jahat yang mengaku baik sebagai alat untuk memasukkan keilahian atau relasi emosional kepada rakyat bawah.

Baca Juga:  Transformasi Pendidikan Aceh: Menjawab Tantangan Teknologi dan Perubahan Sosial

Mereka memerlukan kitab suci untuk membenarkan apa yang menjadi kepentingan utama orang jahat yang mengaku baik. Saya banyak menemukan orang-orang seperti ini yang cenderung memperjuangkan kepentingan kelompok, kemudian berpura-pura memperjuangkan kemanusiaan. Ayat dan kutipan magik digunakan untuk mengikat kesadaran religi audien. Panggung mimbar bergoyang, seakan-akan pesan langit, sudah selesai dia sampaikan kepada ummat.

Karena itu, kelompok-kelompok orang saleh atau baik, yang belum menjadi orang jahat yang mengaku baik, cenderung akan musnah dalam satu kurun tertentu. Sebab, orang saleh tersebut telah digunakan kesalehan mereka untuk menjadi legitimasi sosial bagi kalangan yang berpura-pura baik, padahal mereka adalah orang jahat.

Akibatnya, kondisi sosial selalu rapuh, sebab kebaikan dan keburukan, akhirnya hanya menjadi fatamorgana sosial. Sebab, semakin diperjuangan kebaikan, maka dia akan terus bergeser dari orang yang mencarinya. Inilah kenapa partai-partai politik yang menjanjikan kebaikan dan perubahan dalam masyarakat, amat sulit dipercayai, jika bukan sebagai pengkhianat nilai-nilai kemanusiaan.

Drama politik itu ibarat satu panggung catur. Apapun kegiatan politik tentu sudah ada yang mengatur. Semua hasil yang diperjuangkan akan dilakukan secara teratur. Disinilah orang baik cenderung saling terbentur.  Sumber: https://kba13.com/mengapa-orang-baik-selalu-mudah-di-adu-domba/

Tags: adu dombaorang baikpsikologi
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Membaca kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh
Resensi

Membaca Kembali Strategi Mengawal Undang-Undang Pemerintahan Aceh

by Anna Rizatil
February 13, 2026
Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah
Resensi

Membaca Ulang Otonomi Khusus Aceh di Persimpangan Sejarah

by Anna Rizatil
February 11, 2026
Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat
Resensi

Membaca ACEH 2024: Membangun Martabat Politik dengan Politik Bermartabat

by Anna Rizatil
February 7, 2026
Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh
Resensi

Banda Aceh dalam Harmoni: Resensi Buku 1 Kota 5 Agama di Aceh

by Anna Rizatil
February 6, 2026
Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi
Resensi

Merawat Intelektualitas dan Karakter: Membaca Jejak Profesor Abdi

by Anna Rizatil
February 4, 2026
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026
Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

Persiraja Kalah Dramatis 3-4 dari Adhyaksa FC, Jaya Hartono Soroti Tambahan Waktu

April 13, 2026

EDITOR'S PICK

Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Dibuka, Tersedia Kuota untuk Penyandang Disabilitas

Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Dibuka, Tersedia Kuota untuk Penyandang Disabilitas

February 8, 2026
Flower Aceh audiensi dengan Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh yang berlangsung Selasa (14/1/2025)

Flower Aceh Lanjutkan Program Aksi Bergizi di Dayah Kota Banda Aceh

January 14, 2025
MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih

MWA USK Tetapkan Tiga Calon Rektor Terpilih, Ini Daftar Namanya

January 12, 2026
Gempa M4,3 Guncang Aceh Saat Sahur 4 Ramadhan 1447 H, Berpusat di Timur Laut Gayo Lues

Gempa M4,3 Guncang Aceh Saat Sahur 4 Ramadhan 1447 H, Berpusat di Timur Laut Gayo Lues

February 22, 2026
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.