• Tentang Kami
Saturday, April 18, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

16 Tahun Damai Aceh; Kokohkan Persatuan dan Persaudaraan

SAGOE TV by SAGOE TV
March 24, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Rahasia Allah Dibalik Tsunami Aceh
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Juanda Djamal
Ketua Fraksi Partai Aceh, DPRK Aceh Besar (2019-2024).

Pembangunan perdamaian Aceh telah berjalan 16 tahun, tentunya banyak keadaan telah berkontribusi atas proses transformasi pergerakan politik Aceh dari bersenjata ke politik/diplomasi.

Wali Tgk Muhammad Hasan di Tiro menegaskan bahwa perjuangan rakyat Aceh untuk mencapai kemerdekaan dan kemakmuran dapat ditempuh melalui beberapa strategi perjuangan, antara lain bersenjata, propaganda, diplomasi/politik, dan  ekonomi. Mengikuti kerangka strategi tersebut, era bersenjata dan propaganda telah dilalui dari 1976-2005. Dimana awal pergerakan hanya kelompok kecil, maka atas berbagai perkembangan dan propaganda, kemudian meluas sampai ke seluruh Aceh.  Namun, perundingan politik telah melahirkan kesepakatan politik dan berakhir dengan perjanjian damai Helsinki, 15 Agustus 2005, dan diatur secara hukum perundang-udangan Negara Republik Indonesia melalui Undang-undang No11/2006 tentang penyelenggaraan pemerintahan Aceh.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Maka, sejak 15 Agustus 2005, era baru perjuangan dimulai, yaitu era perjuangan politik. UU No/11/2006 mengatur alat perjuangan yaitu partai politik. Terbentuklah Partai Aceh, PNA, SIRA, dan banyak lagi partai politik lainnya, diharapkan dapat mewarnai dalam merekonstruksi struktur politik baru untuk memperjuangkan agenda keadilan dan kesejahteraan di masa depan.

Transformasi Kultur Politik
Meskipun GAM tidak dibubarkan secara resmi, namun langkah transfromasinya ditandai dengan pembentukan Komite Peralihan Aceh (KPA) yang menjadi tempat untuk mengelola dan menindaklanjuti aspirasi politik maupun pemulihan ekonomi dan sosial-budaya. Terbentuknya KPA menandakan transformasi kultur perjuangan dimulai, “bersenjata ke politik”. Selanjutnya, dikuatkan dengan pembentukan Partai Aceh (PA),  PA dapat menjadi media politik atau struktur perjuangan di era diplomasi/politik.

Namun, disebabkan arena demokrasi demikian terbuka, maka beragam pandangan, perilaku dan kepentingan politik berlangsung. Bahkan, kepentingan nasional, regional dan global dapat masuk mempengaruhi arena tersebut. Makanya, sejauh ini kita masih berjibaku menghadapi berbagai keadaan yang membuat kita terpecah belah, saling menertawakan sesama, menunjukkan ego dan fanatisme  yang berlebihan, saling merebut dan mempengaruhi kepentingan sempit dan instan, dan sulit membangun diskursus untuk menciptakan cita-cita besar perjuangan kita, “Kemandirian dan Kemakmuran”.

Sebagai contoh, awalnya dinamika politik menjelang pilkadasung (2007) yang menunjukkan tarik menarik politik antara pasangan H2O dengan IRNA. Dinamika tersebut berimbas ke pembentukan partai politik, dimana lahir dua partai yaitu Partai Aceh dan Partai Nasional Aceh (PNA) dari tubuh KPA. Dinamika demikian  terus berlangsung sampai hari ini, bahkan kontek hari ini (2021) kontradiksi politik antara legislatif dengan eksekutif Aceh semakin merusak keadaan pembangunan Aceh. Semua dinamika tersebut karena kita kurang dapat membangun harapan besar, cita-cita politik yang strategis sebagaimana pernah dibangun awalnya oleh wali Hasan Tiro.

Baca Juga:  Jack Ma dan Kontestasi Budaya Ekopol China di Pentas Global

Semestinya, dalam konteks era perjuangan politik, terbukanya ruang maka lebih leluasa dalam membangun strategi perjuangan. Kita dapat mempersiapkan kerangka transformasi pergerakan dengan kerangka dan perencanaan yang tepat. Salah satunya adalah transformasi kapasitas kepemimpinan Aceh. Platform politik “Aceh national interest” yang mulai terbangun saat perumusan UUPA semestinya dapat terus kita jaga dan pupuk bersama agar segala agenda politik tidak berlangsung secara liar seperti dalam beberapa momentum sebelumnya.

Hasilnya, tiga kali momentum politik yang sudah berlangsung, diskursus politik pembangunan di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) masih belum dapat keluar dari kultur politik masa lalu, dan bahkan hari ini kultur politik kita terjebak dalam pusaran rutinitas kegiatan legislatif, baik ditingkat Aceh maupun Kabupaten/Kota. Hasilnya, meskipun dana otsus sudah terealisasi mencapai Rp 72 triliun (2019), namun angka kemiskinan turun tidak signifikan.

Kultur politik saat ini juga belum mampu mendobrak birokrasi Aceh, kultur birokrasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) juga terjebak dalam rutinitas dan sangat dipengaruhi oleh segala ketentuan dan regulasi hirarki pemerintahan nasional.  Sehingga kultur birokrasi juga tidak berubah sebagaimana yang diharapkan dalam struktur baru, yaitu UU No.11/2006.

Struktur Baru Perjuangan
UU No.11/2006 adalah legal standing yang semestinya kita gunakan untuk membangun struktur baru perjuangan Aceh. Pembagian kewenangan dan kekuasaan (the power sharing) Aceh-Jakarta yang diatur didalamnya harus dapat kita gunakan secara maksimal. Kalaupun masih ada isu dan agenda pembangunan kita yang masih harus dibicarakan  lebih lanjut, maka pemerintah Aceh dan juga institusi GAM/KPA dapat terus melakukan berbagai langkah diplomasi/komunikasi politik untuk memastikan segala kekuasaan yang dimiliki Aceh dapat dijalankan.

GAM/KPA dapat tetap mengelola para “diplomat-diplomat” nya untuk terus menjaga dan membangun komunikasi politik agar sumbatan dapat lebih lancar. Termasuk, pandangan dan sikap semua insitusi di pemerintah nasional agar pandangannya dalam melihat semua momentum seperti milad GAM/milad PA dan bahkan peringatan Mou Helsinki tidak melihatnya secara ekstrim. Tidak perlu melakukan aksi-aksi yang dapat berdampak menjadi pemicu baru berubahnya suasana damai ini.

Baca Juga:  Menghitung Perluasan Risiko Perang Skala Kawasan Timur Tengah

Untuk itu, momentum peringatan damai Aceh yang ke-16 ini, saatnya pemerintahan Aceh melihat dirinya sebagai entitas yang bertanggung jawab penuh bangunan yang dinamakan “Aceh”, sepatutunya pemerintah Aceh bersama dengan DPRA dan kelembagaan Wali nanggro dapat menumbuhkan kembali agenda “Persatuan Aceh”. Begitu pula, kita memiliki komponen ulama, akademisi, mahasiswa, tokoh perempuan dan budaya, bangunlah kembali “Persaudaraan Aceh” agar kita dapat secara bersama “Inklusif” membangun kembali harapan dan cita-cita yang sama dalam memperkuat struktur baru perjuangan Aceh, demi mewujudkan keadilan, kesejahteraan, kemandirian dan kemakmuran Aceh.[]

Tags: 16 Tahun Perdamaian AcehMoU RI-GAMPendidikan PolitikPersatuanStruktur Baru PerjuanganTransformasi Kultur Politik
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?
Artikel

Apakah AI Dapat Disebut sebagai Revolusi Industri 5.0?

by SAGOE TV
July 19, 2025
Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?
Artikel

Lonjakan Kasus DBD di Banda Aceh, Apa yang Harus Kita Lakukan?

by SAGOE TV
July 5, 2025
Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh Fakta yang Jarang Diketahui!
Artikel

Misteri Lonjakan Kasus HIV di Banda Aceh: Fakta yang Jarang Diketahui!

by SAGOE TV
July 3, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

Film Hikayatussistance Tayang di CineDocx dan Bakaba Sinema, Ini Jadwal Lengkapnya

April 13, 2026
Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 2: Ketika Ruang Diuji, Bukan Hanya Diisi

April 11, 2026
Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

Kemunafikan Singapura, Balas Budi Israel, dan Selat Hormuz

April 10, 2026
PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

PSAP Sigli Juara Liga 4 Aceh 2025/2026, Kalahkan Al Farlaky FC 2-0 di Final

April 12, 2026
Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

Mualem Minta Dana Otsus Aceh Abadi 2,5 Persen di Hadapan Baleg DPR RI, Ini Responsnya

April 17, 2026
Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Barat Daya Sinabang Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

April 12, 2026
Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

Persiraja Tantang Pemuncak Adhyaksa FC di Banten, Laga Krusial Penentu Asa Laskar Rencong

April 12, 2026
Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

Baleg DPR RI Sepakat Perpanjang Dana Otsus Aceh, Berlaku Lagi Setelah 2027?

April 16, 2026

EDITOR'S PICK

Pj Gubernur Safrizal Sukses PON XXI 2024 Bukan Semata Prestasi, tapi Mengubah Persepsi Aceh

Pj Gubernur Safrizal: Sukses PON XXI 2024 Bukan Semata Prestasi, tapi Mengubah Persepsi Aceh

September 24, 2024
Putra Aceh Raih Beasiswa LPDP untuk Studi Urban Design di UCL Inggris

Putra Aceh Raih Beasiswa LPDP untuk Studi Urban Design di UCL Inggris

July 17, 2025
Pj Bupati Iswanto: Panas Bumi Gunung Seulawah Agam Langkah Strategis untuk Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto: Panas Bumi Gunung Seulawah Agam Langkah Strategis untuk Aceh Besar

January 17, 2025
POMDA Aceh XIX UTU 2025: UIN Ar-Raniry Sudah Raih 12 Medali dari Dua Cabor

POMDA Aceh XIX UTU 2025: UIN Ar-Raniry Sudah Raih 12 Medali dari Dua Cabor

June 14, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.