• Tentang Kami
Tuesday, April 21, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Menginterpretasi Lebih Dalam Diksi “Korup” Dari Kritik Dosen Universitas Syiah Suala Saiful Mahdi

Rahmat Fahlevi by Rahmat Fahlevi
September 9, 2021
in Politik
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Menginterpretasi lebih dalam diksi “korup” dari kritik dosen Universitas syiah kuala Saiful mahdi
Share on FacebookShare on Twitter

Innalillahi wainnailaihi raji’un. Dapat kabar duka matinya akal sehat dalam jajaran pimpinan FT Unsyiah saat tes PNS kemarin. Bukti determinisme teknik itu sangat mudah dikorup? Gong Xi Fat Cai!!!

Kalimat di atas merupakan kritik yang dilayangkan dosen Fmipa USK bapak Saiful mahdi kepada petinggi fakultas teknik USK perihal tes PNS yang menurutnya ada kejanggalan. Pada tulisan ini saya tidak akan menenggelamkan diri ke dalam segala macam proliferasi berita yang tersebar di media terkait kasus tersebut. Akan tetapi saya akan memfokuskan diri untuk menginterpretasi lebih dalam terkait diksi korup yang digunakan oleh bapak Saiful mahdi untuk mengkritisi hasil PNS fakultas teknik USK.

Saya sudah dua kali mengkhatamkan buku yang ditulis oleh romo B. Herry priyono yang berjudul Korupsi melacak arti, menyimak implikasi. Buku tersebut menyuguhkan definisi, arti dan interpretasi terkait korupsi yang sangat kaya. Untuk mendefinisikan kata korup penulis membawa para pembaca kepada wisata definisi mulai dari historis, abad pertengahan hingga kontemporer. Korupsi diteropong dari sudut keilmuan hukum, antropologi, ekonomi, sosiologi, filsafat, teologi, marxis, liberal, utilitarianism hingga republikan. Buku tersebut kaya akan definisi, melihat gejala korupsi dari segala perspektif guna untuk menangkap kelicinan serta kelindanan tindakan korupsi. Sesudah membaca buku tersebut, saya berusaha melakukan komparasi dengan subtansi dari kritik bapak Saiful mahdi yang menggunakan leksikon korup untuk mengkritik hasil tes PNS fakultas teknik USK. Secara etimologis kata korupsi sendiri berasal dari bahasa latin.

BACA JUGA

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Mualem Terima Sekjen dan Bendahara Umum Baru Partai Aceh

Arti korupsi jika digunakan pada kata benda yaitu corruptio yang artinya hal merusak, hal membuat busuk, pembusukan, penyuapan, kerusakan, kebusukan dan kemerosotan. Dari segi kata kerja sendiri yaitu corrumpere yang artinya menghancurkan, merusak, merusak bentuk, memutarbalikkan, membusukkan, memalsukan, memerosotkan, mencemarkan, melanggar, menggodai, memperdayakan. Jika dilihat dari kata sifat corruptus-a-um yang artinya rusak, busuk, hancur, tidak utuh, tidak murni, merosot dan palsu. Ini merupakan beberapa akar definisi secara etimologis kata korupsi.

Baca Juga:  Megaproyek IKN Selesai 2045, Ladang Panjang ber-KKN-ria?

Korupsi sendiri memiliki makna yang cukup luas, komprehensif dan licin maka perlu dengan hati-hati menafsirkan kata korup tersebut. Dewasa kini, kita hidup dizaman modern dengan serba keterbatasan yang bahkan untuk memahami akar historis kata korup sendiri harus berujung dibalik jeruji besi. Kita selalu menggaungkan diri sebagai negara demokrasi, bebas dalam mengutarakan pendapat akan tetapi paradoks serta buntu dalam hal problem solving yang setiap ketegangan sosial bahkan sekelas debat akademik yang sifatnya remeh temeh digiring ke ruang pengadilan.

Era sekarang, kita seolah mengalami keterbatasan untuk memahami dan mengimajinasikan kata korupsi dengan lengkap. Seolah dengan mendengar kata korup kita langsung berimajinasi pada hal yang sifatnya materialistis, uang, penyelewengan jabatan atau abuse of power, KPK, OTT dan lain-lain. Itu sangatlah dangkal dalam mengeksplor makna primer dari pada korupsi sendiri.

Kembali saya mengutip referensi dari dua orang pakar yang memiliki otoritas dalam diskursus studi korupsi yaitu Arnold heidenheimer dan Michael johnston yang membuat tiga kategori definisi korupsi yang diajukan Oxford English Dictionary, definisi yang mencerminkan keluasan arti korupsi.

Definisi fisik: Kerusakan atau pembusukan segala sesuatu, terutama melalui penghancuran keutuhan dan penghancuran bentuk dengan akibat yang menyertainya, yaitu kerusakan dan kehilangan keutuhan, menjijikkan dan busuk.

Definisi moral: Penyelewengan atau penghancuran integritas dalam pelaksanaan kewajiban publik melalui suap dan hadiah; keberadaan dan pemakaian praktik-praktik curang, terutama dalam suatu negara, badan/usaha publik dan semacamnya; proses menjadi busuk secara moral; fakta atau kondisi busuk; kemerosotan atau kebusukan moral; kebejatan. Penjungkirbalikan segala sesuatu dari kondisi asali kemurnian, misalnya penyelewengan lembaga, ada istiadat dan semacamnya dari kemurnian asali; situasi penjungkirbalikan. Itu merupakan sepenggal atau bisa diartikulasikan sebagai epidermis dari makna korupsi sendiri, belum lagi kita menyelam ke samudera luas arti korupsi. Saat mendengar kata korup, kita langsung dibawa pada momok yang menakutkan, jahat, extraprdinary crime dan sebagainya tapi lupa akan makna primer dari korupsi sendiri. Hal itu dapat terjadi karena sesudah lahirnya teori birokrasi modern ala Weber yang mengajukan tesis legal-formal sehingga saat kita mendengar kata korupsi imajinasi kita stuck pada penyelewengan jabatan demi kepentingan pribadi, abuse of power, money laundry dan sebagainya.

Baca Juga:  Aiyub Abbas Ditunjuk Jadi Sekjen Partai Aceh, Ini Harapan Tgk Muharuddin

Nyatanya korupsi tidak hanya membahas hal yang demikian, akan tetapi diskursus korupsi juga memberi eksplanasi bagaimana sebuah instansi yang terintegrasi mengalami proses pembusukan karena telah melanggar etis-normatif dari instansi tersebut.

Maka selayaknya, sebelum gegabah menggiring segala kasus ke ranah hukum sebaiknya memilik alternatif terbaik sebagai problem solving dalam menghadapi setiap ketegangan dan menggunakan hermeneutika terbaik untuk menginterpretasi setiap diksi.

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Rahmat Fahlevi

Rahmat Fahlevi

Rahmat Fahlevi Mahasiswa Ilmu Politik Fisip Universitas Syiah Kuala”

Related Posts

Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Mualem Terima Sekjen dan Bendahara Umum Baru Partai Aceh
Politik

Mualem Terima Sekjen dan Bendahara Umum Baru Partai Aceh

by Mustafa Marwidin
April 16, 2025
Aiyub Abbas Ditunjuk Jadi Sekjen Partai Aceh, Ini Harapan Tgk Muharuddin
Politik

Aiyub Abbas Ditunjuk Jadi Sekjen Partai Aceh, Ini Harapan Tgk Muharuddin

by SAGOE TV
April 16, 2025
Ali Basrah Resmi Menjabat Wakil Ketua DPR Aceh
News

Ali Basrah Resmi Menjabat Wakil Ketua DPR Aceh

by SAGOE TV
February 24, 2025
Debat Perdana Pilwalkot Banda Aceh Dijadwalkan 30 Oktober 2024
Politik

Debat Perdana Pilwalkot Banda Aceh Dijadwalkan 30 Oktober 2024

by SAGOE TV
October 16, 2024
Load More

POPULAR PEKAN INI

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

Skate Park Stage Vol. 3: Melanjutkan Proses, Menata Pemahaman

April 16, 2026
Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

Skate Park Stage: Kita Sedang Mengerjakan Sesuatu, Bukan Sekadar Mengadakan

April 18, 2026
UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Peringkat 1 Nasional Scimago 2026, Lampaui UI dan UGM di Bidang Riset

April 20, 2026
MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

MagangHub Kemnaker Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku

April 19, 2026
Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

Imeum Mukim Tungkop Peusijuek 48 Calon Jamaah Haji

April 20, 2026
Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

Berhitung Ulang Manuver Prabowo di Kancah Global

April 17, 2026
Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

Ustaz Habibi Aceh Juara AKSI 2026, Bawa Pulang Rp 150 Juta dan Paket Umrah

March 20, 2026
Prof Eka Srimulyani kuliah tamu di Seoul National University, Korea Selatan, membahas riset generasi muda Muslim dan pengaruh budaya K-Pop.

Prof Eka Srimulyani Kuliah Tamu di Seoul National University, Bahas Generasi Muda Muslim dan K-Pop

April 18, 2026
Pemain Persiraja Banda Aceh

Persiraja vs Garudayaksa FC Malam Ini: Dek Gam Tekankan Harga Diri, Pemain Wajib Fight

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Inovasi yang Tergesa, Akar yang Terlupa

Inovasi yang Tergesa, Akar yang Terlupa

July 29, 2025
MERS-CoV Ancam Kesehatan Jemaah Haji di Arab Saudi, Ini Imbauan PPIH Aceh

MERS-CoV Ancam Kesehatan Jemaah Haji di Arab Saudi, Ini Imbauan PPIH Aceh

June 2, 2025
Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

March 14, 2026
Asesor LAMDIK Lakukan Asesmen Lapangan Magister PAI Universitas Islam Aceh

Asesor LAMDIK Lakukan Asesmen Lapangan Magister PAI Universitas Islam Aceh

February 6, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.