• Tentang Kami
Sunday, October 4, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bujang Salim: Jejak Pejuang Aceh Di Papua

SAGOE TV by SAGOE TV
November 6, 2021
in Artikel, Biografi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Adli Abdullah
Staf Khusus Bidang Hukum Adat Menteri ATR/BPN Republik Indonesia.

Disela-sela melakukan perjalanan dinas Kementerian ATR/BPN di Papua. Selain bertemu dengan berbagai kalangan mengenai persoalan tanah adat, menghadiri peluncuran Universitas Adat Papua. Juga menyempatkan waktu melihat jejak Aceh dengan Papua.

BACA JUGA

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

Salah satu jejak Aceh dengan Papua adalah Bujang Salim. Silaturahmi ke keluarga besar Bujang Salim adalah seorang Pahlawan Aceh (Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan), di Jayapura, dimulai dari perkenalan dengan Salah satu cucu Bujang Salim yang juga pegawai Kanwil BPN Papua, namanya Sinair Pang Muslim 40 tahun, beliau datang ke hotel tempat saya menginap di pagi hari jam 6 bersama abangnya Ichsan Ansyari (55 tahun).

Perkenalan ini memantik keingintahuan saya tentang keluarga pahlawan ini, yang tercatat dalam buku buku sejarah kemerdekaan Indonesia di Aceh.

Pak Sinair Pang Muslim dan Ichsan Ansyari memberitahukan kedatangan saya ini kepada orang tua beliau tgk Ibrahim syakdan (90) dan ibunda beliau Gulyankedi binti Bujang Salim (85) Sehingga saya dibawa ke rumah untuk bertemu tokoh Aceh yang sangat disegani di bumi cenderawasih ini.

Bunda Gulyankedi mengisahkan bagaimana beliau tinggal di Papua sejak lahir dikarenakan ayahandanya yang berasal dari Nisam Aceh Utara dibuang oleh Belanda ke Boven Digul.

Ayahanda bunda Gulyankedi, Bujang Salim, dilahirkan pada tahun 1891 di Keude Amplah, Nisam Kabupaten Aceh Utara.

Sebagai putra Uleebalang Nanggroe Nisam, pada tahun 1912 beliau menyelesaikan kelas 5 (lima) pada Kweekschool dan Osvia di Bukit Tinggi (Sumatera Barat) dan kemudian kembali ke Aceh.

Pada 8 Februari 1921, Bujang Salim dipecat dari jabatan itu dan diasingkan ke Meulaboh oleh Belanda. Pada 21 April 1922, ia dibuang ke Meurauke. Selama di sana, Bujang Salim juga melakukan aktifitas pendidikan dan keagamaan sehingga sangat meresahkan Belanda.

Itu sebabnya, Bujang Salim lalu dibuang ke daerah Tanah Merah (Digul) pada 5 April 1935. Digul adalah tempat pembuangan para pejuang kemerdekaan. Letaknya di dekat sungai Digul hilir, Papua.

Berikutnya, di masa serbuan Jepang, tepatnya 11 Mei 1942, Bujang Salim kembali diungsikan. Awalnya, ia diungsikan ke hutan Bijan, kemudian dikembalikan lagi ke Meurauke. Pada 3 November 1942, ia kembali dibawa pulang ke Tanah Merah.
Pertengahan tahun 1943, atas anjuran Van Der Plas pemerintahan Belanda, mengangkut semua orang buangan untuk diungsikan ke Australia, termasuk Bujang Salim. Tiba di Mackay, Australia, 5 Juni 1943.

Akhir tahun 1945, pemerintah interniran Belanda memerdekakan orang-orang buangan tersebut dan dijanjikan akan dipulangkan ke masing-masing tempat asal. Pada 7 Oktober 1946, Bujang Salim dan rombongan eks buangan diberangkatkan dengan kapal barang tentara sekutu dan tiba di Jakarta, 14 Oktober 1946.

Ia dimasukkan ke kamp Chause Complex, satu bulan kemudian, anggota rombongan lainnya diberangkatkan ke Cirebon dan diserahkan pada pemerintah Indonesia. Sedangkan Bujang Salim, karena anaknya sakit keras, tidak jadi diberangkatkan sampai empat bulan lamanya.

Bujang Salim kemudian berhubungan sendiri dengan pemerintah Indonesia di Pegangsaan Timur dan dibolehkan berangkat ke Purwokerto. Pada 15 Februari 1947 oleh Kementrian Dalam Negeri di Purwokerto, dipekerjakan di sana sementara menunggu kapal yang berangkat dari Cilacap menuju Sumatera. Karena Agresi I Belanda pada 31 Juli 1947, ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke lereng-lereng gunung Slamet (Jawa Tengah) selama enam bulan.

Pada Maret 1948, ia ditangkap oleh satu pasukan patroli Belanda dan ditahan untuk diperiksa. Dua hari kemudian ia dilepaskan dan dengan dasar janji Belanda di Australia dulu, ia dibawa ke Medan (Sumatera Utara, tiba 20 April 1948.

Pada Februari 1950 dengan bantuan Gubernur sumatera Utara (Aceh bagian dari Sumatra Utara ketika itu) Mr S M Amin, Bujang Salim diberangkatkan ke Kutaradja (Banda Aceh). Lalu, 31 Juli 1950 ia pulang ke Krueng Geukuh, yang saat itu berada dalam Nanggroe Nisam. Bujang Salim akhirnya meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 1959.

Ia dikebumikan di Krueng Geukuh, tepatnya dekat Masjid Besar Bujang Salim.
Selama hidup, beliau dikaruniakan 8 (delapan) orang anak (1 dari isteri pertama di Krueng Geukueh), tetapi disangsikan tidak dapat pulang dari pembuangan, lalu bercerai. Sedangkan 7 orang lagi dari isteri kedua di Merauke dan namanya sebagai berikut

1. Budjangjayah
2. Jangjakedi
3. Jangjayahdi
4. Babujangjah
5. Gulyankedi
6. Mackaustrali
7. Acehneksom

Hanya Anak kelima Bunda Gulyankedi yang tetap tinggal di Papua sampai saat ini bersama Suaminya Tgk Ibrahim Syakban yang berasal dari Bintang Aceh Tengah, yang ditugaskan pada tahun 1960 an sebagai camat Meurauke. Walau di usia senja mereka tetap setia dalam jalan dakwah dengan membina pesantren bersama anak anaknya.

Begitulah sekulumit tokoh Aceh, jejak Bujang Salim di Papua.

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh
Biografi

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami
Biografi

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

by SAGOE TV
September 22, 2025
Kisah Inspiratif Juliana Agani Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry
Biografi

Kisah Inspiratif Juliana Agani: Dari Guru Honorer hingga Meraih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry

by SAGOE TV
September 5, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

Dari Percakapan, Respons, ke Ujian Kelembagaan: Langkah Berikutnya bagi MACS di USK

September 30, 2026
609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

609 Peserta di Aceh Ikuti Ujian TUNAS 2026 di USK Selama Tiga Hari

September 28, 2026
Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

Kenduri Sastra Aceh 2026 Hidupkan Kembali Karya Maestro hingga Ali Hasjmy untuk Generasi Muda

September 28, 2026
Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

Warga Soroti Rencana Pembebasan Lahan Jalan Syarif Thayeb-Seulanga Banda Aceh

October 2, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

Siti Murtiningsih, Istri Wamen Nezar Patria Dikukuhkan Jadi Guru Besar Filsafat Pendidikan UGM

February 24, 2025
Dari Percakapan ke Meja Ngopi Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

Dari Percakapan ke Meja Ngopi: Menyiapkan Magister Seni Lintas Disiplin di USK

September 25, 2026
Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Gilas Bangladesh 9-2

October 1, 2026
150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

150 Peserta Ikuti Bimtek Literasi Informasi di Aceh Singkil, Ini Kemampuan yang Dilatih

September 23, 2026

EDITOR'S PICK

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Musriadi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Desak PLN Prioritaskan Normalisasi Listrik Fasilitas Pelayanan Publik

December 1, 2025
Bantuan Kemanusiaan Internasional, Negara, dan HAM: Apa Beda Nargis Myanmar dan Senyar25 Aceh?

Bantuan Kemanusiaan Internasional, Negara, dan HAM: Apa Beda Nargis Myanmar dan Senyar25 Aceh?

December 27, 2025
MPU Soroti Fenomena Pria Bercelana Pendek di Banda Aceh

MPU Soroti Fenomena Pria Bercelana Pendek di Banda Aceh

March 25, 2025
Seleksi Pemain Sepak Bola Pra PORA 2025 Aceh Besar Resmi Ditutup, 30 Pemain Terbaik Terpilih

Seleksi Pemain Sepak Bola Pra PORA 2025 Aceh Besar Resmi Ditutup, 30 Pemain Terbaik Terpilih

April 18, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.