• Tentang Kami
Sunday, July 19, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Bujang Salim: Jejak Pejuang Aceh Di Papua

SAGOE TV by SAGOE TV
November 6, 2021
in Artikel, Biografi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: M Adli Abdullah
Staf Khusus Bidang Hukum Adat Menteri ATR/BPN Republik Indonesia.

Disela-sela melakukan perjalanan dinas Kementerian ATR/BPN di Papua. Selain bertemu dengan berbagai kalangan mengenai persoalan tanah adat, menghadiri peluncuran Universitas Adat Papua. Juga menyempatkan waktu melihat jejak Aceh dengan Papua.

BACA JUGA

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

Salah satu jejak Aceh dengan Papua adalah Bujang Salim. Silaturahmi ke keluarga besar Bujang Salim adalah seorang Pahlawan Aceh (Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan), di Jayapura, dimulai dari perkenalan dengan Salah satu cucu Bujang Salim yang juga pegawai Kanwil BPN Papua, namanya Sinair Pang Muslim 40 tahun, beliau datang ke hotel tempat saya menginap di pagi hari jam 6 bersama abangnya Ichsan Ansyari (55 tahun).

Perkenalan ini memantik keingintahuan saya tentang keluarga pahlawan ini, yang tercatat dalam buku buku sejarah kemerdekaan Indonesia di Aceh.

Pak Sinair Pang Muslim dan Ichsan Ansyari memberitahukan kedatangan saya ini kepada orang tua beliau tgk Ibrahim syakdan (90) dan ibunda beliau Gulyankedi binti Bujang Salim (85) Sehingga saya dibawa ke rumah untuk bertemu tokoh Aceh yang sangat disegani di bumi cenderawasih ini.

Bunda Gulyankedi mengisahkan bagaimana beliau tinggal di Papua sejak lahir dikarenakan ayahandanya yang berasal dari Nisam Aceh Utara dibuang oleh Belanda ke Boven Digul.

Ayahanda bunda Gulyankedi, Bujang Salim, dilahirkan pada tahun 1891 di Keude Amplah, Nisam Kabupaten Aceh Utara.

Sebagai putra Uleebalang Nanggroe Nisam, pada tahun 1912 beliau menyelesaikan kelas 5 (lima) pada Kweekschool dan Osvia di Bukit Tinggi (Sumatera Barat) dan kemudian kembali ke Aceh.

Pada 8 Februari 1921, Bujang Salim dipecat dari jabatan itu dan diasingkan ke Meulaboh oleh Belanda. Pada 21 April 1922, ia dibuang ke Meurauke. Selama di sana, Bujang Salim juga melakukan aktifitas pendidikan dan keagamaan sehingga sangat meresahkan Belanda.

Itu sebabnya, Bujang Salim lalu dibuang ke daerah Tanah Merah (Digul) pada 5 April 1935. Digul adalah tempat pembuangan para pejuang kemerdekaan. Letaknya di dekat sungai Digul hilir, Papua.

Berikutnya, di masa serbuan Jepang, tepatnya 11 Mei 1942, Bujang Salim kembali diungsikan. Awalnya, ia diungsikan ke hutan Bijan, kemudian dikembalikan lagi ke Meurauke. Pada 3 November 1942, ia kembali dibawa pulang ke Tanah Merah.
Pertengahan tahun 1943, atas anjuran Van Der Plas pemerintahan Belanda, mengangkut semua orang buangan untuk diungsikan ke Australia, termasuk Bujang Salim. Tiba di Mackay, Australia, 5 Juni 1943.

Akhir tahun 1945, pemerintah interniran Belanda memerdekakan orang-orang buangan tersebut dan dijanjikan akan dipulangkan ke masing-masing tempat asal. Pada 7 Oktober 1946, Bujang Salim dan rombongan eks buangan diberangkatkan dengan kapal barang tentara sekutu dan tiba di Jakarta, 14 Oktober 1946.

Ia dimasukkan ke kamp Chause Complex, satu bulan kemudian, anggota rombongan lainnya diberangkatkan ke Cirebon dan diserahkan pada pemerintah Indonesia. Sedangkan Bujang Salim, karena anaknya sakit keras, tidak jadi diberangkatkan sampai empat bulan lamanya.

Bujang Salim kemudian berhubungan sendiri dengan pemerintah Indonesia di Pegangsaan Timur dan dibolehkan berangkat ke Purwokerto. Pada 15 Februari 1947 oleh Kementrian Dalam Negeri di Purwokerto, dipekerjakan di sana sementara menunggu kapal yang berangkat dari Cilacap menuju Sumatera. Karena Agresi I Belanda pada 31 Juli 1947, ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke lereng-lereng gunung Slamet (Jawa Tengah) selama enam bulan.

Pada Maret 1948, ia ditangkap oleh satu pasukan patroli Belanda dan ditahan untuk diperiksa. Dua hari kemudian ia dilepaskan dan dengan dasar janji Belanda di Australia dulu, ia dibawa ke Medan (Sumatera Utara, tiba 20 April 1948.

Pada Februari 1950 dengan bantuan Gubernur sumatera Utara (Aceh bagian dari Sumatra Utara ketika itu) Mr S M Amin, Bujang Salim diberangkatkan ke Kutaradja (Banda Aceh). Lalu, 31 Juli 1950 ia pulang ke Krueng Geukuh, yang saat itu berada dalam Nanggroe Nisam. Bujang Salim akhirnya meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 1959.

Ia dikebumikan di Krueng Geukuh, tepatnya dekat Masjid Besar Bujang Salim.
Selama hidup, beliau dikaruniakan 8 (delapan) orang anak (1 dari isteri pertama di Krueng Geukueh), tetapi disangsikan tidak dapat pulang dari pembuangan, lalu bercerai. Sedangkan 7 orang lagi dari isteri kedua di Merauke dan namanya sebagai berikut

1. Budjangjayah
2. Jangjakedi
3. Jangjayahdi
4. Babujangjah
5. Gulyankedi
6. Mackaustrali
7. Acehneksom

Hanya Anak kelima Bunda Gulyankedi yang tetap tinggal di Papua sampai saat ini bersama Suaminya Tgk Ibrahim Syakban yang berasal dari Bintang Aceh Tengah, yang ditugaskan pada tahun 1960 an sebagai camat Meurauke. Walau di usia senja mereka tetap setia dalam jalan dakwah dengan membina pesantren bersama anak anaknya.

Begitulah sekulumit tokoh Aceh, jejak Bujang Salim di Papua.

ShareTweetPinSend
Seedbacklink
SAGOE TV

SAGOE TV

SAGOETV.com adalah platform media digital yang memberi sudut pandang mencerahkan di Indonesia, berbasis di Banda Aceh. SAGOETV.com fokus pada berita, video, dan analisis dengan berbagai sudut pandang moderat.

Related Posts

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO
Artikel

Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO

by SAGOE TV
June 11, 2026
Sulaiman Tripa
Artikel

Maaf Bukan Soal Gengsi: Pelajaran Besar Idul Fitri

by SAGOE TV
March 31, 2026
Dongeng Kampus dan Kampus Merdeka Nadiem
Artikel

Aceh dan ISIS, Berkongsi Imajinasi Politik?

by Affan Ramli
February 5, 2026
Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh
Biografi

Password Sebagai Warisan; Perginya Seorang Pekerja Kreatif Dunia dari Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami
Biografi

Obituari Adun Baha; Guru Inspirator Kami

by SAGOE TV
September 22, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial oleh Sufri Eka Bhakti

Membaca Ulang “Kota Petrodollar” dari Perspektif Dekolonial

July 13, 2026
UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

UIN Ar-Raniry Tambah 6 Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

July 14, 2026
Ruang Perjumpaan #001 SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

Ruang Perjumpaan #001: SPS Revival dan Darud Dunia Merawat Ruang Perjumpaan sebagai Ekosistem

July 15, 2026
Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak Analisis Postur Anggaran Terhadap Janji Visi & Program Muzakir Manaf-Fadhlullah

Pemerintah Sedang Rebus Batu, Rakyat Menunggu Makan Enak

July 11, 2026
Ramadhan Bulan Istimewa: Saatnya Tingkatkan Taqwa dan Produktivitas

Ketika Meu-en Batee menjadi Olahraga

February 6, 2026
Dari Meja yang Sama. Ari Palawi

Tentang Media dan Perhatian Publik

July 14, 2026
Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

Jejak Lumpur dan Skala Prioritas: Catatan tentang Prioritas Pascabencana Aceh

July 16, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

June 30, 2026
Risman Rachman.

Manajemen Solusi, Bagaimana Menerapkannnya?

March 15, 2025

EDITOR'S PICK

Potensi Migas Aceh Masih 9 Miliar Barrel, Samalanga Masuk Lokasi Strategis

Potensi Migas Aceh Masih 9 Miliar Barrel, Samalanga Masuk Lokasi Strategis

February 8, 2026
Para Pemimpin Aceh Dituntut Mainkan Peran Strategis dalam Ekonomi Migas

Para Pemimpin Aceh Dituntut Mainkan Peran Strategis dalam Ekonomi Migas

March 6, 2025
BPKS dan Pemerintah Aceh Bahas Dukungan India untuk Pengembangan Pelabuhan Sabang

BPKS dan Pemerintah Aceh Bahas Dukungan India untuk Pengembangan Pelabuhan Sabang

August 27, 2025
Mantan Wakil Panglima GAM, Abu Razak, Meninggal Dunia di Tanah Suci

Bendera Setengah Tiang Selama 7 Hari untuk Abu Razak

March 21, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.