• Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
SAGOE TV
No Result
View All Result
SUBSCRIBE
BACA TERAS.ID
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Internasional
    • Olahraga
  • Podcast
  • Bisnis
  • Analisis
  • BENCANA SUMATERA 2025
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Malam Puasa 3, Jemput Ramadhan dengan Persiapan dan Keikhlasan

Sulaiman Tripa by Sulaiman Tripa
March 4, 2025
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Dr Sulaiman Tripa

Dr. Sulaiman Tripa. Foto: Dokpri

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Sulaiman Tripa
Penulis Buku dan Akademisi USK

Malam ini saya shalat wajib Isya dan shalat sunah Tarawih di Masjid Lampineung. Kata yang baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah salat, sementara bentuk tidak bakunya antara lain solat, shalat, atau sholat. Kata salat memiliki arti: (1) rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt. yang wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam; (2) doa kepada Allah.

Di masjid ini, jamaah terbagi antara yang melaksanakan shalat Tarawih delapan rakaat dan yang menyempurnakannya hingga 20 rakaat. Setelah shalat Isya, diumumkan bahwa shalat Tarawih akan dimulai dengan delapan rakaat, dilengkapi dengan witir tiga rakaat. Saya melihat bahwa jamaah yang ingin melanjutkan hingga 20 rakaat pun tetap mengikuti witir berjamaah. Mereka kemudian meneruskan shalat hingga genap 20 rakaat setelah witir bagi jamaah delapan rakaat selesai.

BACA JUGA

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

Pengalaman seperti ini pernah saya alami saat tinggal di Ajun. Prosesnya sama. Namun, akhir-akhir ini, praktik berbagi seperti yang saya temui di Lampineung mulai jarang terjadi. Memang ada masjid yang khusus mengadakan shalat Tarawih delapan rakaat, tetapi umumnya masjid melaksanakan 20 rakaat. Biasanya, jamaah yang hanya melaksanakan delapan rakaat akan mundur ke belakang setelah empat rakaat pertama. Untuk witir, mereka mengerjakannya masing-masing.

Bagaimanapun, pelaksanaan ibadah selama bulan puasa selalu menghadirkan kebahagiaan bagi yang menjalankannya. Bukankah kita sudah bisa merasakan kebahagiaan itu sejak awal menyambut Ramadhan? Pertanyaannya, bagaimana kebahagiaan itu kita gambarkan? Jika Ramadhan adalah tamu agung yang kita nantikan, tentu kita akan bersiap menyambutnya dengan penuh sukacita. Mereka yang benar-benar menantikan bulan ini pasti telah berdoa berbulan-bulan sebelumnya, berharap dapat kembali bertemu dengan Ramadhan. Layaknya seseorang yang menunggu sesuatu yang amat penting, mereka tidak hanya menunggu, tetapi juga melakukan berbagai persiapan.

Baca Juga:  Malam Puasa 11, Selalu Merawat Daya

Dahulu, apakah orang-orang yang menunggu Ramadhan juga melakukan persiapan-persiapan penting? Seyogianya, jika Ramadhan dianggap penting, maka berbagai persiapan pun dilakukan. Hal ini agar bulan suci lebih bermakna dan semangat ibadah semakin meningkat. Namun, apakah ada orang yang tidak merindukan Ramadhan? Tentu ada. Dalam kehidupan, selalu ada dua pilihan: jalan kebaikan dan jalan sebaliknya. Tidak semua orang memilih jalan kebaikan, meskipun mereka sadar sepenuhnya bahwa jalan yang tidak baik berimplikasi buruk bagi kehidupan mereka.

Seseorang yang menganggap sesuatu penting pasti akan menyiapkannya dengan baik. Kita bisa bercermin dari bagaimana kita bersiap ketika hendak bertemu dengan seseorang yang sangat berarti dalam hidup. Persiapan itu tidak hanya sebatas pakaian, tetapi juga mencakup banyak hal—pengaturan waktu, kendaraan yang digunakan, bahkan wewangian yang akan dikenakan. Apalagi jika yang dinanti jauh lebih penting daripada itu.

Oleh karena itu, sulit dibayangkan jika seseorang yang mengaku menanti tamu agung justru tidak melakukan persiapan yang memadai. Persiapan yang dilakukan mencerminkan seberapa besar perasaan seseorang terhadap apa yang ia tunggu. Kita bisa saja mengatakan bahwa kita rindu, tetapi jika tidak tampak dalam tindakan nyata, apakah itu sepadan dengan perasaan rindu yang kita ungkapkan? Sebaliknya, mereka yang benar-benar mempersiapkan diri tidak perlu banyak bicara—persiapan mereka sendiri sudah menjadi bukti nyata dari kerinduan mereka.

Bagaimana kita mengalokasikan waktu selama bulan suci ini? Jangan sampai kita justru tidak memiliki rencana apa pun. Jangankan mencatat agenda secara ketat, bahkan mengingat saja tidak. Sikap seperti ini sulit digolongkan sebagai bagian dari orang-orang yang merindukan Ramadhan. Berbeda dengan mereka yang benar-benar merindukan bulan suci. Mereka sudah menyusun catatan ketat mengenai apa yang akan dilakukan selama sebulan penuh. Mereka telah menentukan target, menyusun daftar amalan, dan merencanakan agenda kunjungan ke berbagai tempat ibadah. Semua ini membutuhkan energi dan kesungguhan—itulah bentuk persiapan sejati.

Baca Juga:  Aceh Ramadhan Festival Masuk KEN 2026, Penutupan Dihadiri Mendagri Tito Karnavian

Orang yang memiliki rencana jelas dapat selalu mengevaluasi pencapaiannya. Jika ada hal yang belum terwujud, mereka akan mencari tahu penyebabnya agar bisa diperbaiki. Dengan demikian, apa yang telah direncanakan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Jadi, siapa pun yang mengaku merindukan Ramadhan, hendaknya kita lihat sejauh mana mereka berusaha mengimplementasikan tekad mereka dalam aktivitas nyata. Implementasi itu akan lebih rapi jika disiapkan dengan matang, bukan sekadar harapan di angan-angan. Mereka yang benar-benar mempersiapkan diri tidak perlu mengumumkan kepada semua orang, karena kesiapan mereka sudah cukup menjadi bukti dari kerinduan mereka.

Orang-orang yang beribadah—setidaknya hingga malam ketiga ini—menggambarkan betapa mereka bahagia melaksanakannya. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab. []

Tags: AkademisiArtikelDr Sulaiman TripaMalamPuasaRamadhansulaiman tripa
ShareTweetPinSend
Seedbacklink
Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa

Sulaiman Tripa adalah analis sosial legal dan kebudayaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala.

Related Posts

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari
Ramadhan

Tempat Buka Puasa Gratis di Banda Aceh: UIN Ar-Raniry Sediakan 2.000 Paket Iftar Setiap Hari

by Husaini
February 24, 2026
Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh
Ramadhan

Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga, Pesan Tarawih Perdana Ramadhan di Banda Aceh

by SAGOE TV
February 19, 2026
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 30, Selesaikanlah Urusan dengan Manusia

by Sulaiman Tripa
March 29, 2025
Dr Sulaiman Tripa
Ramadhan

Malam Puasa 29, Apa yang Membekas dari Puasa Kita?

by Sulaiman Tripa
March 28, 2025
sulaiman tripa
Ramadhan

Malam Puasa 28, Belajar Mengelola Nafsu

by Sulaiman Tripa
March 27, 2025
Load More

POPULAR PEKAN INI

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

Doa dan Kebersamaan dalam Kepemimpinan Baru USK 2026-2031

May 10, 2026
Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

Inkubasi Seni sebagai Praktik Publik: Membangun Ekosistem Hidup Seni, Pengetahuan, dan Ruang Kampus

May 6, 2026
3.811 Peserta UTBK SNBT 2025 Lolos di USK, Jalur Mandiri Masih Dibuka

Jalur Mandiri USK 2026 Dibuka hingga 11 Juni, Ini Kesempatan Terakhir Masuk PTN

May 5, 2026
Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

Mualem Gelar Silaturahmi dengan Ulama

May 9, 2026
Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

Pewarta Foto Aceh Chaideer Mahyuddin Raih APFI 2026 lewat Foto Cerita “The Last Hope”

May 9, 2026
Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

Minim Komunikasi Antarprofesi, Keselamatan Pasien Bisa Terancam

May 7, 2026
Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

Wagub Aceh Siap Tindaklanjuti Sengketa Pulau di Singkil hingga Pungli Rumah Duafa

May 27, 2025
Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

Dari Banda Aceh, Pendidikan Seni Dibaca Ulang sebagai Infrastruktur Kemanusiaan

May 3, 2026
Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

Hubbika House Creative Gelar Kelulusan Kidspreneurclub 3 dan Launching Produk Siswa

May 11, 2026

EDITOR'S PICK

Aliansi Ormas Islam Aceh Soroti FKIJK Aceh Run 2025

Aliansi Ormas Islam Aceh Soroti FKIJK Aceh Run 2025

May 14, 2025
Dua Gol Connor Flynn Antar Persiraja Bangkit dan Kalahkan Sriwijaya FC

Dua Gol Connor Flynn Antar Persiraja Bangkit dan Kalahkan Sriwijaya FC

September 28, 2025
Benteng Gunung Biram, Saksi Sejarah Perjuangan Aceh yang Terlupakan

Benteng Gunung Biram, Saksi Sejarah Perjuangan Aceh yang Terlupakan

March 26, 2025
Tak Sempat Membawa Terang, AI Membawa Kegelapan

Tak Sempat Membawa Terang, AI Membawa Kegelapan

August 5, 2025
Seedbacklink
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Iklan
  • Aset
  • Indeks Artikel

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • News
  • Biografi
  • Bisnis
  • Entertainment
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lifestyle
  • Politik
  • Reportase
  • Resensi
  • Penulis

© 2025 PT Sagoe Media Kreasi - DesingnedBy AfkariDigital.